Lagi-Lagi Salah (Dilema Bumil)

38 thoughts on “Lagi-Lagi Salah (Dilema Bumil)”

  1. Nggak bisa komentar apa-apa, selain sabar ya mbak 🙂 Ibu bilang, jadi orang yang suka mengalah itu enak nggak ada musuhnya. Ya, meskipun seringkali sakit hati. Tapi, ingat mbak, semua orang baik pernah sakit hati 🙂

    *pelajaran dari sinetron tersanjung* 😀

  2. nggak usah dibawa baper mbak. Nanti pengaruh ke psikologi debay. kata orang kalo selama hamil ibu sering baper dan murung nanti anaknya jadi cengeng, sensitif dan murung juga karakternya. Allahu'alam. Dibawa ikhlas dan ceria saja.

  3. sesama bumil toss dulu ah.

    itu mah sama kejadiannya seperti saya, Mbak. Sebenarnya sudah lama pengen pindah dari rumah mamah tapi ga tega juga ninggalin beliau. Dulu juga sering dinasehatin sama bos di kantor, katanya "Mamah jangan ditinggalin, Neng. Ortu itu sebenarnya sedih tau kalau di rumah tidak ada org. Saya aja anak2 blm nikah tapi sibuk dg urusannya dan jarang di rumah, jadina suka kesepian karena berdua sama istri aja".

    Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan menjaga ortu, Mak.

    Semangat, Bumil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *