[vc_row][vc_column][us_single_image image=”9297″ size=”us_600_600_crop”][vc_column_text]Pernahkah kalian mengalami atau melihat anak yang menangis lebih parah dari biasanya? Di saat-saat tertentu, anak bisa menangis lebih kencang, marah-marah, menjerit, berteriak, dan semacamnya. Nah itulah yang disebut tantrum. Tantrum adalah kondisi meledaknya emosi yang dialami oleh anak. Tantrum biasanya terjadi kalau anak lagi kesulitan menghadapi emosinya. Jadi, saat anak menangis, menjerit dan marah itu adalah bentuk dari luapan emosi yang dialaminya.
Apa sih yang bisa bikin anak tantrum? Sebenarnya, bukan cuma karena anak manja pengen diperhatikan, atau cari simpati orang-orang di sekitarnya. Namun, ternyata banyak hal yang bisa membuat mereka menjadi tantrum. Secara garis besar, ada 3 penyebab yaitu:
1. Ketakutan
Tantrum sering kali diawali oleh kecemasan atau ketakutan. Saat merasa takut, mereka mengalami tekanan dan bisa menjadi frustasi. Ujungnya, anak bisa menangis kencang untuk meluapkan emosinya. Contohnya, banyak anak-anak yang nangis kejer waktu mau disuntik atau sekedar diperiksakan ke dokter. Pada saat itu, anak merasa takut terhadap dokter atau sesuatu yang berhubungan dengan medis. Mereka akan tertekan, dan pelampiasannya adalah menangis.
2. Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud di sini bisa berupa keadaan sekeiling di dalam ruangan, dan juga lingkungan sosial tempat anak dibesarkan. Tantrum anak yang disebabkan oleh lingkungan bisa jadi karena anak merasa kurang nyaman, terganggu, tertekan, dan perasaan lainnya. Misalnya anak nggak suka suasana yang ramai, ketika ada banyak orang di sekelilingnya, mereka bisa lebih gampang tantrum. Apa lagi kalau orang-orangya suka iseng menggodanya, kemungkinan terjadinya tantrum bisa lebih besar.
3. Punya permintaan
Siapa nih yang pernah ngajak anak ke suatu tempat, terus anak minta jajan atau mainan sambil nangis guling-guling? Ini juga bisa disebut tantrum lho. Bedanya, tantrum yang model begini beda dengan yang lain. Tantrum jenis ini memang disengaja oleh si anak biar bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, bukan karena tertekan oleh keadaan. Kalau begini ya solusinya harus pinter-pinter ngontrol keinginan si anak biar nggak sampai tantrum setiap kali minta sesuatu.[/vc_column_text][vc_column_text]Tantrum termasuk salah satu kondisi yang menyangkut psikologis anak, tapi jangan khawatir karena tetap bisa kok diatasi. Untuk lebih jelasnya yuk simak tips mengatasi tantrum anak ala saya.
Baca juga: Tips Belajar Parenting untuk Orang Tua Baru[/vc_column_text][vc_column_text]
1. Tetap tenang
Kuncinya yang pertama adalah tetap tenang dan jangan goyah, apalagi langsung marah-marah hehehe. Jangan ya. Saat anak tantrum, Bunda harus bisa tenang dan menguasai diri. Jangan gampang panik dan emosi, sekali pun tangisan si kecil semakin menjadi.[/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][us_single_image image=”9298″ size=”us_350_350_crop”][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_column_text]Sebelum Bunda meredakan emosi anak, hal yang paling penting adalah mengontrol emosi diri sendiri terlebih dulu. Jangan memarahi anak apalagi sampai memukulnya.
buy cymbalta online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/cymbalta.html no prescription
Memarahi anak waktu mereka lagi tantrum bisa semakin memperburuk keadaan. Anak bisa merasa semakin tertekan dan ketakutan. Diamnya mereka saat dimarahi bukan berarti anak sudah tenang, tapi karena anak merasa tertekan atas perlakuan yang mereka terima.
buy zoloft online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/zoloft.html no prescription
Bunda bisa mencoba tips biar nggak stres di buku anti stres hadapi tantrum pada anak
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text]
2. Alihkan perhatian anak
Umumnya, anak-anak gampang sekali teralihkan fokusnya. Ini bisa diakali dengan cara mengalihkan perhatian mereka. Namun, cara mengalihkan fokusnya juga harus tepat. Kenali dulu tipe anak, dengan begitu Bunda bisa dengan gampang menemukan celah buat mengalihkan perhatian mereka.
Sebisa mungkin hindari mengalihkan perhatian anak dengan ponsel. Boleh memakai ponsel, tapi jadi pilihan terakhir biar nggak sampai kecanduan. Lagi pula kalau ponselnya sampai dibanting kan sayang, hehe. Alihkan perhatian anak ke objek lain misalnya melihat anak-anak lain yang lagi tertawa, melihat hewan atau pemandangan, dan objek-objek lain yang sekiranya menarik.[/vc_column_text][vc_column_text]
3. Jauhkan anak dari benda-benda berbahaya
Saat tantrum, anak bisa melakukan apa aja untuk meluapkan emosinya. Mereka bisa memukul dan melampar apa saja yang ada di dekatnya. Pastikan anak jauh daribenda benda yang membayakan seperti benda yang mudah pecah, tajam, atau berat.
buy furosemide online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/furosemide.html no prescription
Kalau anak nggak bisa dibawa pergi, pindahkan benda-benda berbahaya itu dari jangkauannya. Selain itu, Bunda juga harus tetap mengawasi anak. Berikan dia ruang, tapi tetap diawasi di dekatnya.[/vc_column_text][vc_column_text]
4. Cari tahu penyebab tantrumnya anak
Langkah terakhir menghadapinya adalah dengan mencari tahu penyebabnya. Apakah anak tantrum karena takut, kurang nyaman, atau manipulatif. Kalau anak tantrum karena ketakutan, Bunda bisa mencoba menenangkannya dan menjauhkan dari sesuatu yang membuatnya takut. Kalau kasusnya anak tantrum karena takut disuntik, Bunda bisa menunjukkan perhatian, perlindungan dan rasa empati biar si kecil bisa sedikit tenang. Yakinkan kalau Bunda selalu ada di samping mereka sehingga mereka nggak perlu takut.
Beda lagi kalau tantrum yang disebabkan karena lingkungan yang membuatnya kurang nyaman, misalnya kurang nyaman kalau ada banyak orang di dekatnya. Bunda bisa membawanya menjauh sebentar untuk menenangkannya. Jangan lupa berikan pengertian pada orang-orang kalau Bunda perlu menenangkan si kecil terlebih dulu. Sedangkan kalau tantrum yang manipulatif, tentu Bunda harus bisa lebih tegas pada mereka biar nggak menjadi kebiasaan. Tetap tenang dan jangan langsung menuruti keinginannya. Hindari mengumbar janji pada anak karena berpotensi disalahgunakan oleh mereka.[/vc_column_text][vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_column_text]Nah itulah tips untuk menghadapi tantrum anak yang bisa terjadi kapan pun. Kuncinya adalah tetap tenang dan temukan strategi yang paling pas buat menanganinya. Sehebat apa pun tantrum itu, tetap bisa dihadapi selagi Bunda bisa mengelola emosi diri terlebih dulu. Kalau Bunda ada tips lain jangan lupa share ya.
Oh iya. Buat yang pengen punya buku ini, sekarang lagi ada give away lho. Caranya gampang banget, cukup follow Instagram @dian_ismyama dan @penerbitdivapress terus share info GA ini. Tunggu apa lagi? Yuk ikutan, dan dapatkan buku yang super keren ini.[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][us_single_image image=”9299″ size=”us_350_350_crop”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”9303″ size=”us_600_600_crop”][/vc_column][/vc_row]



