Berbagi dan menginspirasi
Anisa – Tok tok tok.
Orang itu memperlakukan Blacky dengan kejam.
buy priligy online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/priligy.html no prescription
Sepertinya Blacky memang
tak ingin diturunkan dan orang itu memaksanya untuk turun dengan
memukulnya berkali-kali.
Aku meringis, tak tega rasanya mendengar berkali-kali tubuhnya disiksa seperti itu.
“Jan**k! Sulit banget nih diturunin sadelnya!” kata tukang servis sambil memukul Blacky berkali-kali.
Siapa yang tak punya benda kesayangan? Ya, setiap orang pasti punya
benda yang selalu dibawa ke mana-mana. Misalnya lepi, Ippo, kitty, dan
si Blacky itu.
Well, Blacky menemani saya selama bertahun-tahun dari kelas 1 SMP sampai
kerja di GB, umur 21 tahun. Lepas darinya saat menikah dan Blacky
pindah tangan ke adik. Banyak kisah kehidupan yang disimpan olehnya, dia
seperti sahabat sendiri. Tempat curhat dan menumpahkan kekesalan.
buy amoxicillin online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/amoxicillin.html no prescription
Aku mengenal cinta pertama juga dengan Blacky. Gara-gara berantem
masalah parkir sepeda di sekolah ma cowok ganteng dari kelas pojok.
Kisah yang biasa aja, tapi tetep aja ending gak bagus. Harus gigit jari
ketika dia pacaran ma temanku yang lebih cantik dan kaya.
Blacky juga yang menemaniku ke Bendungan Sengguruh (ada di kisah : Aku, kamu, dan
Diary) untuk kencanku dengan seseorang. Aku dengan Blacky, dia dengan
sepeda mininya. Aku kepas setir, dia berdiri di atas sadelnya.
Jalan-jalan muter-muter bendungan. Aku kalo jalan ma dia paling sering
diusir satpam. (Wajah kere)
Kisah lainnya tentang patah hati ma cowokku umur 20-an, Blacky juga yang
menguatkanku. Kisah ini bisa dibaca di buku When I Broke Up (Leutika
Prio).
Oh iya, kalau melihat Blacky, aku jadi ingat masa mudaku dulu (sekarang
udah tua). Sering banget dimarahin orang karena lepas tangan saat
bersepeda di jalan besar. Bahkan berbelok pun aku bisa lepas tangan.
buy singulair online https://healingtohappy.com/wp-content/languages/new/singulair.html no prescription
Mutar 360 derajat tanpa pegangan sih bukan masalah buatku.
Mungkin (mungkin lho,ya?) saat itu hanya akulah satu-satunya perempuan
yang pakai jilbab, tapi sok-sok’an lepas setir pas jalan-jalan ma
Blacky. Yang sering ke Kanjuruhan pada hari Minggu jam 6-7 pagi tahun
2006-2010 pasti tak asing dengan si Blacky dan sahabatnya (aku :p). Juga
pada tahun yang sama, ketika aku tak bisa tidur, pasti langsung
jalan-jalan dengan Blacky ke Penarukan, Cokoliyo, Sipur, sampai
Kanjuruhan.
Namun, kenangan itu hanyalah tinggal kenangan ketika suara besi beradu
masuk dalam gendang telingaku. Sepertinya Blacky menjerit-jerit minta
pertolongan. Ya, memang sudah lebih dari 3 tahun aku berpisah dengannya,
tak kusangka kalau dia sama sekali gak dirawat ma adikku sampai bannya
bocor parah dan besinya banyak yang berkarat.
Aku menahan tangis, bukan hanya karena Blacky tak diperlakukan secara
layak, tapi aku juga tak ingin mendengar sumpah serapah orang yang
berniat menyembuhkan Blacky. Toh aku juga membayar, benar-benar
pelayanan yang sangat menjengkelkan. Aku gak bakal ke tempat itu lagi
kalau Blacky sakit.
Tidak hanya Blacky, si Pinky (sepeda mini pink yang biasa dibuat antar
Asma sekolah) pun gak bakal kubawa ke sana. Bengkel itu ibarat rumah
sakit, melayaninya pun harus dengan senyum, sabar, dan tlaten. Ojo
mesah-mesah, ngawur ae!

Teman tak hanya benda hidup, benda matipun sebenarnya merupakan teman terdekat kita. hehe
Kunjungan dari tandapetik.com
Udah dapat ganti belum? 😀 Tetap bersepeda 😀
Nasirullah : Udah ada si Pinky, tapi Blacky tetep ada di gudang 🙂
Makasih Mas Mundzir atas kunjungannya. Meluncue ke tandapetik.com. 😀