[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11330″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Anak adalah titipan dari Tuhan yang diberikan ke tangan kedua orang tuanya. Di usianya, mereka memiliki hati yang masih bersih dan suci yang perlu orang tua asah dengan kebaikan. Seiring perkembangan informasi dan teknologi semakin mudah pula untuk mempelajari hal baru. Selain itu, wawasan yang semakin luas pun mengembangkan pengetahuan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Bagi orang tua muslim tentunya ingin membimbing anak menjadi seseorang yang taat agama, berbakti, dan bertanggung jawab dengan mengikuti ajaran Islam. Setiap orang tua pun memiliki konsep parenting sendiri dalam mendidik anak. Nah, sebagai orang tua muslim yang ingin mendidik anak secara Islami perlu menanamkan nilai Islam sedini mungkin kepada anak. Selanjutnya, agar anak lebih memahami ada baiknya menerapkan pola asuh mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW.
Cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya yang tak lepas dari ajaran Islam, yaitu berdasar pada Al-Qur’an dan sunah Rasulullah disebut dengan parenting Islami. Parenting ini menjadikan anak memiliki akhlak sesuai ajaran agama Islam, karakter mulia, dan memupuk kebaikan sejak dini.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11332″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Baca juga : Tips Belajar Parenting untuk Orang Tua Baru
Dalam hal ini, sudah menjadi tugas orang tua untuk menerapkan pola parenting Islami. Salah satunya saya selalu mengingatkan sholat kepada mereka, mendisplinkan, dan mengajari pentingnya untuk tepat waktu beribadah. Agak sulit, perlu meninggikan suara sampai merendahkannya dengan penuh kesabaran. Harus menghela napas dan mengelus dada beberapa kali. Langkah awal yang penting, mencegahnya agar tidak ketergantungan pada ponsel.
Mengingat kita sebagai orang tua yang akan memetik perbuatan anak, tentunya sudah menjadi kewajiban untuk merawat dan mendidiknya sesuai dengan ajaran Islam. Tak hanya itu, sebagai orang tua juga wajib memberi anak pendidikan intelektual, perlindungan, nafkah, serta kasih sayang.
buy premarin online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/premarin.html no prescription
Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengasuh anak sesuai ajaran Islam atau parenting Islami. Yuk, kepoin cara mendidik anak dalam Islam![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Mengajarkan dasar agama Islam
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11335″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Menjadi kewajiban bagi setiap orang tua muslim untuk mengajarkan dasar-dasar agama Islam. Sebab, pendidikan inilah yang akan menumbuhkan iman dalam diri anak kepada Allah, sehingga ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang memegang teguh ajaran Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq dijelaskan tahapan mengenalkan anak pada Allah SWT.
Dikutip dari popmama.com terdapat penjelasan bahwa, ketika anak berusia 3 tahun ajarkan kalimat Tauhid, yaitu kalimat “Laila Ha Illallah” sebanyak tujuh kali. Lalu, saat si kecil menginjak umur 3 tahun 7 bulan ajarkanlah kalimat “Muhammadar Rasulullah”. Ada sebuah hadits dari H.R Ibnu Abbas yang menyebutkan:
“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan khir pembicaraannya Lailaha-illalah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.”
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Mengajarkan salat serta memberikannya contoh secara nyata
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11336″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Tak hanya memberikan perintah untuk salat, tentunya sebagai orang tua kita harus melakukannya di depan anak. Salat sendiri menjadi tiang agama bahkan disebut sebagai pondasi utama menjalani kehidupan. Sehingga melaksanakan salat hukumnya wajib, maka penting juga untuk mengajarkannya kepada anak.
Mulai dari mengajarkan cara berwudu hingga salat secara runtut. Tak lupa memberikan contoh yang baik setiap hari baik saat wudu maupun salat. Sehingga, anak akan terus mengikutinya secara perlahan dan membentuk kebiasaan wudu dan salat yang benar. Di usianya, anak mampu menyerap seluruh pembelakaran yang diberikan orang dua serta menerapkannya dengan baik.
Perintah mengajarkan salat pada anak pun telah dijelaskan dalam sebuah hadits oleh HR. Ahmad dan Abu Dawud, “Suruhlah anak-anakmua salat ketika berumur tujuh tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.”
Baca juga : Tips Menemani Anak di Hari Pertama Sekolah[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. Memperdengarkan bacaan Al-Qur’an secara rutin
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11337″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Memperdengarkan bacaan Al-Qur’an secara rutin menjadi langkah awal yang perlu dimulai sejak si kecil di dalam kandungan. Dengan memperbanyak mengaji atau memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an sejak kehamilan sampai buah hati lahir bisa membawa ketenangan serta keberkahan. Bahkan, hall ini bisa membuat anak terbiasa mendengarkan firman Allah SWT. Terlebih, hati anak yang masih bersih dan suci akan lebih mudah menyerap ajaran yang baik. Bahkan, kalau si kecil telah bisa berbicara dan rutin diajarkan mengaji, ia bisa menjadi penghafal Al-Qur’an atau hafiz.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Mengajarkan ilmu tauhid kepada anak
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11334″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Mengajarkan tauhid menjadi kewajiban orang tua, yaitu dengan mengenalkan Allah SWT kepada anak sejak dini. Tujuan menanamkan tauhid dalam diri anak bertujuan untuk membentuk pribadi dengan akhlak baik. Tauhid sendiri telah diajarkan kepada anak sejak azan dikumandangkan di telinganya oleh sang ayah atau kakeknya.
Seperti yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi, “Dari Abu Dawud dan Tirmidzi, aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali di telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat.”
Mengajarkan tauhid kepada anak bisa dimulai dengan mengenalkan siapa Allah, menjelaskan tentang sang pencipta dan ciptaannya. Lalu, ajarkan asma wa sifat, yaitu Allah adalah zat paling sempurna, paling baik, Allah maha pemaaf, dan lainnya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
5. Mengajarkan puasa
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11339″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Puasa menjadi salah satu rukun Islam yang wajib diajarkan oleh orang tua. Orang tua bisa memulai dengan menjelaskan pengertian puasa. Puasa sendiri merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari rasa haus, lapar, serta hawa nafsu lainnya mulai terbit sampai terbenamnya matahari.
Orang tua bisa mengajarkan puasa ketika anak berumur 6 tahun. Anak bisa mulai berlatih berpuasa setengah hari. Sehingga anak bisa berbuka atau membatalkan puasanya saat azan Zuhur. Lalu, melanjurkan puasa sampai azan Maghrib berkumandang. Cara ini sudah umum diterapkan pada anak dan hasilnya pun cukup baik.
Dengan mengajarkan puasa pada anak sejak dini, mereka akan terbiasa dan bisa menjalankan puasa saat bulan Ramadan. Selain itu, anak juga perlu diberikan penjelasan tentang keutamaan puasa dan dalilnya. Terlebih manfaat berpuasa dalam Islam serta dari segi kesehatan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
6. Memberi nama panggilan yang baik
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11331″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Tak jarang orang tua atau keluarga memberikan nama panggilan yang kurang baik untuk anak. Meski ini hal wajar sebagai guyonan, ada baiknya hal tersebut dihindari. Sebab, dalam agama Islam diajarkan untuk memberi nama panggilan yang baik pada anak. Pemberian nama merupakan doa untuk anak, jadi nama panggilan yang baik merupakan doa yang baik pula.
Nama panggilan juga menjadi bentuk penghormatan orang tua pada anak, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Ibnu Majah, “Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu.”
Baca juga : Tips Mengatasi Tantrum Anak[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
7. Membacakan kisah nabi untuk dijadikan suri tauladan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11340″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Kisah nabi, rasul, maupun sahabat dan kisah tokoh Islam lainnya sangat beragam sehingga bisa orang tua ceritakan kepada anak. Tujuannya untuk mengajarkan nilai kebaikan dan memberi suri tauladan yang baik bagi si kecil.
buy antabuse online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/antabuse.html no prescription
Dengan membacakan kisah nabi yang memberikan ajaran kebaikan bisa membentuk anak menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Anak pun akan menerapkan nilai baik sesuai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
8. Mengajarkan kebiasaan mengucapkan salam
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11333″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Mengucapkan salam menjadi salah satu parenting Islami yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Salam sendiri merupakan bentuk doa kepada orang lain. Kalimat ‘Asalamualaikum’ biasanya diucapkan sebagai salam yang berarti, ‘Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa’. Kebiasaan mengucapkan salam saat bertemu dan bertamu pada orang lain memang penting dan menjadi bentuk sopan santun. Tak hanya mengucapkan salam, anak juga perlu diajari menjawab salam karena itu merupakan kewajiban. Kata ‘Walaikumsalam’ merupakan jawaban salam yang mempunyai arti, ‘Dan semoga keselamatan berlimpah juga kepadamu/kalian’.
Nah, itulah parenting islami yang bisa diterapkan kepada anak sejak dini agar s kecil menjadi pribadi yang baik kedepannya. Sebab, apa yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi kebiasaan jika mereka sudah dewasa. Mengingat pengaruh teknologi membawa perubahan yang signifikan sehingga anak akan mengikuti gaya hidup di sosial media serta melupakan identitasnya serta kewajibannya sebagai seorang muslim. Oleh karena itu, perlu memberikan ajaran sesuai syariat Islam sejak dini. Sudahkah Bunda mengajarkan tauhid kepada anak?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi dalam mendidik agama pada anak. Rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak
Itu sebab selain didikan yg bersifat umum pendalaman akan norma agama juga baik untuk di ajarkan sejak dini
benar sekali, semuanya harus kita upayakan sedini mungkin untuk diterapkan kepada anak-anak ya supaya mudah mempraktikannya.
Agar anak menjadi muslim dan muslimah yang baik dan taat, hal2 diatas memang harus diterapkan oleh orang tua. Jangan lupa pondasi akidah yang kuat
Wow sangat bermanfaat dipelajari