[vc_row][vc_column][us_single_image image=”12006″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hai Sobat, pasti sudah mendengar atau bahkan menonton film yang satu ini, film yang diadopsi dari twitter yang sama dengan KKN di Desa Penari. Yap, sebuah thread horor dari @SimpleMan yang kemudian diangkat menjadi film ini menuai keheohan, lantaran mengangkat kisah yang tak biasa. Buat yang sudah nonton pun pasti tahu kalau film ini lebih menyeramkan daripada film KKN di Desa Penari. Apalagi kisah ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di 2001, hemm makin penasaran, nih. Yuk, simak review film Sewu Dino ini!
Thread @SimpleMan ini pun ditari\ik oleh MD Entertainment untuk dijadikan sebuah film, hingga mengikuti jejak suksesnya KKN di Desa Penari. Film yang diproduksi MD Pictures serta disutradarai oleh Kimo Stamoel in pun melejit, tidak diragukan lagi apabila penontonnya meningkat setiap hari. Sekadar informasi, diketahui sampai hari keenam film ini sudah tayang dengan 1.040.828 penonton di bioskop. Bukan tidak mungkin apabila film ini menjadi yang terlaris di 2023 setelah seminggu tayang.
Film yang dibintangi oleh Mikha Tambayong sebagai pemeran utama, yaitu Sri. Pemain lainnya seperti Karina Suwandi berperan sebagai Karsa Atmaja, Giselma Firmansyah berperan sebagai Dela, dann Rio Dewanto menjadi Sugik. Selain itu, ada berbagai pemeran lainnya yang tak asing lagi bagi kamu, seperti Marthino Lio yang menjadi Sabdo Kuncoro. Ada juga Givina menjadi Erna, Pritt Timothy sebagai Mbah Tamin, Maryam Supraba sebagai Yuk Minah, dan Agla Artalidia sebagai Dini. Saat melihat wajah-wajah ini kamu pun pasti merasa tidak asing, eits tapi walau tidak mengenal mereka kamu pun akan dibuat tercengang dengan kemampuan aktingnya.
Baca juga: Review Film Inang yang Angkat Mitos Rebo Wekasan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Sinopsis Film Sewu Dino
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”12009″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Berlatar di Jawa Timur pada tahun 2003 dimulai dari seorang gadis cantik yang sedang bercengkrama sambil menunggu barang yang dibelinya saat di pasar. Gadis yang dikenal dengan nama Sri diperankan oleh Mikha Tambayong itu memiliki pekerjaan sebagai pelayan di warung Yuk Minah. Sri yang tidak lulus sekolah dasar menganggap pekerjaan tersebut adalah pilihan terakhir.
Akan tetapi, biaya hidup serta kebutuhannya untuk membayar pengobatan sang bapak terus membengkak. Sehingga Sri perlu mencari cara lain guna memperoleh uang lebih banyak apabila ia tidak ingin sang bapak memiliki nasib yang sama dengan adik, yaitu meninggal karena sakit. Kemudian, kabar baik datang dari Yuk Minah yang memberikan selebaran tentang keluarga Atmojo yang sedang mencari pembantu baru. Gaji yang ditawarkan untuk pekerjaan tersebut sepuluh juta, membuat Sri yang ragu nekat melamar pekerjaan di keluarga tersebut.
Melamar pekerjaan dengan gaji sebesar itu membuat nyali Sri menciut, ditambah lagi saat melamar ada seorang gadis lulusan SMA yang ditolak. Eits, tetapi takdir berkata lain saat suatu hari Sri tidak sengaja ditabrak mobil keluarga Atmoho, di mana ia bertemu langsung dengan Karsa Atmojo. Anehnya, Mbah Karsa ini tahu apabila Sri lahir di Jumat Kliwon dan langsung menawarkan pekerjaan sebagai pembantu pada Sri.
Kedua pihak saling membutuhkan, Mbah Karsa membutuhkan Sri untuk menjaga keluarganya sementara Sri memerlukan keluarga Atmojo untuk menghidupi bapaknya. Oleh karena itu, Sri menerima tawaran itu. Lebih aneh lagi, setelah Sri menerima pekerjaan tersebut, Mbah Karsa memotong rambutnya dengan sebilah pisau. Dengan rambut Sri itu, ia pun melakukan ritual aneh serta berkata bahwa Sri sudah terikat janji dengan dirinya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”12009″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Esoknya, Sri mulai bekerja dan diberitahu bahwa ia akan bertugas menjaga cucu Mbah Karsa yang bernama Della Atmojo. Seseorang bernama Surga bertugas menjemput Sri dan dua pembantu lainnya. Semakin ke sini semakin aneh karena Sri dan kedua pembantu lainnya tidak diantar ke rumah Mbah Karsa, melainkan ke sebuah rumah tersembunyi yang ada di dalam hutan. Nah, semakin pelik saja sampai di sini, pasti Sri pun bertanya-tanya tentang kejanggalan dari pekerjaan yang diberikan, nih.
Usut punya usut, rumah di dalam hutan itu tempat Della Atmojo tinggal. Saat sampai di sana, Sri dikejutkan dengan sosok Della Atmojo yang membuatnya bergidik ngeri. Pasalnya cucu Mbah Karsa itu tertidur di bawah keranda mayat, kedua tangan dan kaki diikat, perut membuncit, serta tubuh yang mengeluarkan bau tidak enak. Mbah Tamin mengatakan apabila Della terkena santet tua yang disebut ‘sewu dino’ atau santet 1000 hari.
Berkaitan dengan hal tersebut, Sri dan dua pembantu lainnya bertugas merawat serta menjaga Della sampai hari ke-1000. Mereka harus melakukan ritual membasuh mayat atau yang disebut ‘basuh bedo’ guna menenangkan iblis yang ada di tubuh Della Atmojo. Dengan modal rekaman suara dari Mbah Karsa yang ada di sebuah kaset, mereka harus melakukan semua langkah-langkahnya tanpa melewatkan satu pun perintah memandikan Della.
Pertama, Dini yang merupakan pembantu lama keluarga tersebut mengambil kesempatan pertama memandikan Della. Nahasnya, tangan Dini digigit oleh Della sebelum selesai. Hal itu mengagetkan Sri dan Erna yang memilih kabur ke tengah hutan. Akan tetapi, mereka gagal dan Dini pun menjelaskan apabila mereka tidak bisa meninggalkan kediaman tersebut sampai menyelesaikan tugas menjaga Della. Sebab, ritual ‘gadai nyawa’ telah dilakukan dengan Mbah Karsa yang membuat mereka melaksanakan tugas gila tersebut selama empat hari.
Begitu Mbah Tamin serta Sugik pergi, ketiga gadis tersebut bekerja sama menjaga Della sampai giliran Sri memandikan Della. Sialnya, Sri melakukan kesalahan sehingga membuat Della mengamuk dan hampir membunuh dua pembantu lainnya. Selain itu, Sri pun selalu bermimpi menemukan sebuah rumah di tengah ladang tebu dan mendengar suara Della meminta tolong. Sri juga melihat seorang pria dengan baju hitam ingin membunuhnya, apakah yang sebenarnya sedang dihadapi Sri?
Baca juga: Review Film Pengabdi Setan, Horror Klasik yang Asik Bikin Spot Jantung![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Fakta Menarik Tentang Sewu Dino
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”12007″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Bayangin Sobat menjadi Sri yang tidak pernah menyentuh hal-hal berbau mistis, tiba-tiba dihadapkan dalam posisi antara hidup dan mati. Ia harus memandikan Della Atmojo yang membuatnya bergidik ngeri bahkan hampir membunuh mereka, tentu ada rasa takut yang hebat. Akan tetapi, ia tak bisa kabur karena nyawanya terancam dan sudah terikat janji dengan Mbah Karsa. Di sisi lain, Sri juga berjuang demi pengobatan bapaknya. Berbagai misteri yang menimpa dirinya pun menuai rasa penasaran, dari film ini ada beberapa fakta menarik, nih, antara lain:
-
Diambil dari kisah nyata
Jika mengetahui naskah ini dari thread simpleman yang juga penulis KKN di Desa Penari, tentu tidak bisa dipungkiri apabila kisahnya berasal dari cerita nyata. Yap, fakta menarik film ini adalah kisahnya yang diadaptasi dari cerita seseorang. Berawal dari thread di twitter, kisah ini dibaca ribuan orang hingga viral. Akun twitter simpleman sendiri terkenal dengan deretan thread cerita horror yang menarik serta membuat pembacanya menarik. Sudah bukan hal aneh lagi apabila cerita darinya diangkan menjadi film layar lebar. Tak hanya KKN Desa Penari, tetapi juga Sewu Dino yang menyuguhkan kisah horor.
-
Berkisah tentang ilmu hitam di Indonesia
Sudah bukan rahasia lagi apabila di Indonesia menyimpan banyak ilmu hitam atau kekuatan spiritual yang berkaitan dengan makhluk halus. Terlebih santet yang menjadi praktik paling banyak dilakukan sepertinya, santet sendiri adalah kekuatan spiritual dalam budaya yang memiliki hubungan dengan masyarakat Indonesia. Beberapa orang percaya santet adalah cara menyakiti orang lain dari jarak jauh dengan memanfaatkan ilmu hitam yang memiliki hubungan dengan kekuatan spiritual. Nah, di film ini juga akan dibahas tentang santet sewu dino dengan jelas dan membuat penonton merinding.
-
Sutradara dan Aktornya yang Populer
Pasti tidak asing lagi dengan nama Kimo Stamboel yang merupakan sutradara ternama di dunia perfilman horor Indonesia. Beberapa film horor yang disutradarainya mulai dari Ratu Ilmu Hitam (2019), Ibanna (2022), dan masih banyak lagi sampai berhasil menjadi sutradara series populer di Disney Hotstar, yaitu Telur Darah. Tentu bukan sutradara yang diragukan lagi dalam membuat penonton merasakan sensasi tegang serta menantang.
Tak hanya disutradarai oleh sutradara terkenal, film ini juga diperankan oleh beberapa aktor ternama. Mulai dari Rio Dewanto yang pertama kali memerankan film horor, ada pula Mikha Tambayong sebagai Sri, Gisellma Firmansyah sebagai Della, Rio Dewanto sebagai Sugik, Agla Artalidia sebagai Dini, dan masih banyak lagi. Tentu, Sobat penasaran juga dengan film horor yang sudah banyak diperbincangkan ini, kan? Eits, ada yang sudah menonton kayaknya, seseram apa sih filmnya?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Aduh aku jarang nonton film horor seringnya jadi susah tidur
Wuah kebayang seramnya film Sewu Dino ini … pernah dengar kisah mirip, tentang pembantu yang terjebak di rumah majikan yang ternyata menjalankan ritual ilmu hitam … hiii …. bayangkan, para majikan ini membahayakan orang lain ya dan mereka tega saja.