Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista

22 thoughts on “Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista”

    1. disini selalu ada berita berita menghebohkan ya….
      saya sampai habis pikir kenapa dia bisa setega itu, apa lagi ini anaknya sendiri, anak buatan dia sendiri?

      padahal sekejam kejamnya seorang pemburu, dia tetap masih ada rasa iba terhadap mangsanya iya kan…?

    2. elhoooo kok nalurinya hilang….sih.
      semoga dengan terlanjur nya kejadian ini, mudah mudah kedepanya sang Ibu menjadi ibu yang memiliki rasa penuh kasih dan sayang sama ankanya ya….

  1. Ya Allah, turut prihatin sama bayi Calista. Hendaknya kita tak serta Merta menyalahkan ibunya coba proses juga suaminya yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkan anak istri. Gemes banget sama bapaknya,

    1. Tapi sebagai ibu juga tidak sepatutnya melampiaskan amarah pada anak yang bahkan belum mengerti apapun. Bapaknya emang patut disalahkan juga karena menelantarkan keluarga.

  2. Ibu2 harus bahagia ya Mbak, biar bisa bahagiain anak juga. Kalau emang suaminya ga bertanggung jawab, paling gak keluarga besar gak abai sm yg kayak gini. Jadi kalau udh keliatan anaknya sering diperlakuin buruk sm ibunya, keluarga lain baiknya ada yg turun tangan 😢

  3. duh ya Allah ibu sinta tega bener ya ke anak bayi memperlakukan seperti itu.. lebih baik harusnya kalau dia kuat iman mendekatkan diri kepada Allah, mencari pekerjaan layak walaupun serabutan, gapapa anak diurus dulu sama saudra, kalau seudah begini yang rugi diri sendiri ya kak Annisa

  4. Aku sempet tau heboh2 bayi calista ini. Tp slma ini beritanya ga ku baca, krn aku tau pasti ga tega mba 🙁 .. Bisa nangis.. Baca ini aja lgs mbrebes mili… Yg jadi penghibur, bayi calista udh seneng di surga Nya .. Ga ada yg nyakitin kamu lagi Nak 🙁

  5. Saya justru kasihan pada ibunya, karena stress dan depresi, banyak godaan syetan, kemudian kalap. Suaminya juga harus bertanggung jawab tuh.

    Kemudian bagaimana dengan tetangganya, apakah selama ini tidak tahu soal penganiayaan ini? Juga keluarganya?

    Seharusnya si ibu curhat dengan seseorang yang bisa menasehati, membantu dan mengarahkan, misalnya diajak mengikuti pengajian atau diajak kumpul-kumpul bersosialisasi supaya pikirannya terbuka.

    Semoga si Ibu bertobat dan memperbaiki masa depannya bersama anak satunya lagi, aamiin.. :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *