Kemarin, saya sempat jalan-jalan ke rumahnya Mbak Yuni, salah satu UKM makanan ringan di Kabupaten Malang. Di sana kami ngobrol panjang lebar, sampai berujung pada keripik sale Jhon’s yang menjadi hidangan di meja ruang tamu.
Saya yang sangat suka nyamil sangat menikmati tiap gigitan salenya. Sale pisang yang sangat manis, tanpa terasa ada bahan pengawet atau campuran bahan lain. Akhirnya saya tertarik untuk menanyakan asal mula Sale Jhon’s tersebut. Xixixi, dasar emak-emak. Ada aja yang dibahas, apalagi kalau soal makanan kering.
Mbak Yuni ini dulu usahanya di butik dan counter. Kalau butik adalah barang dari pabrik langsung, adapula yang membuat desain sendiri dan dikerjakan oleh orang lain. Di depan rumah, terlihat ada toko yang sudah tutup dan beberapa alat jahit. Tutupnya itu karena rempong dengan tiga kurcil.
Ternyata Mbak Yuni sudah menjalankan bisnis Sale Jhon’s ini sejak Februari 2015. Bukan waktu yang lama sih untuk sebuah bisnis, apalagi bisnis yang memang cocok untuk semua kalangan. Ini pun didasari karena bosan mengasuh si kecil terus tanpa kegiatan. Lha? Habis nutup, pingin buka lagi. Xixixi.
Tapi kali ini pekerjaannya bisa disambi lho. Jadi, ketika anak-anak mulai sibuk dengan aktivitas mereka, Mbak Yuni mulai sibuk pula mengemas sale. Untuk produksinya, dibantu oleh penduduk sekitar dan langsung dikirim ke rumahnya Mbak Yuni. Untungnya keluarga mendukung penuh agar terus semangat dan tidak pantang menyerah.
Pendirian Sale Jhon’s ini didasari karena banyaknya pisang matang yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal pisang-pisang tersebut masih layak konsumsi, namun tidak layak jual karena cacat kulitnya. Kan biasa tuh kalau kulitnya pisang cacat dikit, tapi gak laku. Pisangnya pun bukan sembarang pisang, tapi pisang raja dari Tulungagung, Blitar.
 |
| Mbak Yuni dan Kurcil |
Pembuatan keripik Sale Jhon’s ini ternyata cukup mudah lho. Pisang matang langsung diserut di atas penggorengan dan digoreng pada minyak panas sampai matang. Setelah minyaknya berkurang, dikemas dalam kemasan 200 gram. Sale dijual dengan harga 7.500 per bungkus. Untuk reseller, harganya 6.500 dengan minimal pembelian 10 bungkus.
Mbak Yuni juga merencanakan pengenalan keripik Sale Jhon’s sebagai produk oleh-oleh khas Malang. Kan Malang memang terkenal dengan keripiknya. Target ke depannya ingin memasarkan sale ini dengan offline dan online secara luas. Juga go internasional. Karena Mbak Yuni merasa pemasarannya belum maximal. Untungnya punya banyak teman dan kenalan sesama UKM di grup Malang Bisnis Activity yang diikutinya.
 |
| Anak-Anak Suka |
Awalnya saya tak yakin dengan rasanya. Apalagi dengan tampilan yang cokelat, bukan kuning kecokelatan seperti umumnya kripik pisang. Saya kan masuk dalam kategori pecinta keripik. Tahu sendiri kalau suami adalah penjual keripik singkong, so bisa membedakan bagaimana rasanya. Namun cukup kaget ketika merasakan sale ini. Rasanya manis dan renyah, mungkin saya sudah menghabiskan lebih dari 200 gram. Hahahah.
Yang penasaran dengan Keripik Sale Jhon’s ini, bisa langsung pesan ke Mbak Yuni di wa/sms/telp 082334698698 dengan alamat Jl. Raya Palaan rt:2/1, Ngajum, Malang. Harga sebanding deh dengan rasa.
Jangan lupa follow blogku dan tinggalkan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae biar dapat update info tiap hari. ^^v
Paling nikmat dimakan pas hujan hujan 😀 Hehehe
Manteeeb
apalagi sambil ngupi2
wiiih sedap
Hehehe
Digoreng doang? Tapi kok enak yaaa…
Iya, kok bisa ya?
Keripik kesukaan saya nih 😀
Saya juga suka ^^
Hehe..iya siih mbak, gak ngira kalo ternyata keripik pisang toh, lihat kerupuk di atas tak kira ubi karena warnanya itu lho 🙂
Rasanya enakkkk banget 😀
untuk memulai usaha itu harus cari peluang dan kreatif
Betul sekali ^^
Berarti pisangnya manis ya krn tinggal digoreng doang udah enak
Iya Mbak ^^
Kalo aku sendiri senang pisang raja di makan langsung. Kalo dijadikan sale belum pernah makan. Jadi pengen nyobain
Bisa pesen ke Mbak Yuni, Mbak ^^
Jadi kangen sama abang saya,,,
klo ada pisang sale digoreng pasti suak rebutan…
Abangnya sekarang di mana?
Jadi gini, di Bandung juga ada produksi keripik sejenis ini, dan lariiissss maniiiisssss
Pasti enak, ya? 😀
Kirim ke Bojonegoro mbak, keripiknya hehehehe #asyekkkkkkkkk
Beli yaaaa. Wkwkwkw
enak mbak. dari zaman naik kereta ekonomi tuh saya dah suka sama sale pisang.
Iya, emang keripik bikin nagih
Ada kripik begitu juga di Sulawesi Selatan, Mbak Nisa … saya pernah nyicipin. Warnanya coklat kayal gitu, rasanya uenak.
Sukses ya buat Mbak Yuni.
Makasih Mbak ^^
Saya jg suka pisang sale, tp ga bnyk2, soalnya manis
Kena diabetes kah mbak nat?