Jangan Panggil Jilboobs! Mereka Juga Muslimah

8 thoughts on “Jangan Panggil Jilboobs! Mereka Juga Muslimah”

  1. Dalam pandang saya, asalkan menutup dengan longgar melewati dada akan kurang menonjol, dibanding pendek ketat, leher terbentuk. Wanita yg mau ikhlas menutup artinya ia tak mau jadi perhatian orang. Bahagia bukan, kalau kita berbusana yang Allah dan Nabi nya suka? Bersyukur jika ada yang mau mengingatkan.

    Saya juga masih banyak kekurangan, tapi pengalaman, melihat saudara seiman yg berbusana muslim jins ketat,kaos ketat, dijilat pandangan laki-laki didepan saya, ia fokus kearah "b**bs" perempuan itu, saya miris! Malu pada sahabat saya yang non muslim disebelah saya yang akhirnya dia jadi membahas.
    Ternyata non muslim pun memperhatikan, bahwa menutup dengan baik kelihatan lebih terjaga, nampak manis dari pada yang tanggung-tanggung.

    Sayang,saya lupa judul buku yang ditulis oleh penulis muda dari Bandung. Dia wanita non muslim, tapi menulis tentang kesan yang beda dari berbagai macam model hijab yang berseliweran dimana-mana sekarang.

    Kita berhusnuzon saja…ada kok yang menganggapnya itu "proses".
    Itu bukan adu domba,tergantung mau menerimanya sebagai apa?
    Allah maha mendengar suara hati yang paling halus.

    *Just my opinion.

  2. semoga mereka yang masih belum syar'i hijabnya segera mendapat hidayah untuk memakai hijab yang lebih baik Aaamiin

  3. akupun pake jilbab baru sebatas di kantor mba… itu juga kalo dgn seragam kantor yg emg sdkit membentuk tubuh.. Tapi kalo ngeliat wanita2 lain yg memakai baju ketat dan jilbab, ga pernah sedikitpun aku mw menjudge mrk dgn sebutan jilboobs. Kenapa? krn at least mrk ada usaha pakai jilbab..mungkin aja krn baru bljr, jd blm bisa sepenuhnya menutupi tubuh dgn bener sesuai islam kan..

    masih mending mrk drpd aku yg hanya pakai saat dikantor.. nthlah kenpa org2 ini bnyk bgt yg suka menghujat tnpa sadar dirinya gmn -_-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *