[vc_row][vc_column][us_single_image image=”9788″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Hari pertama sekolah menjadi momen paling indah untuk anak karena untuk pertama kalinya ia bisa bertemu teman, sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuknya yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Orang tua pun akan mengantarnya ke sekolah, momen paling berkesan adalah saat mempersiapkan segalanya bersama. Anak sangat bersemangat memakai seragam dan peralatan sekolah apalagi akan bertemu banyak orang. Jadi, apa saja tips menemani anak di hari pertama sekolah nih?
Bayangan untuk duduk di kelas kini hanya tinggal kenangan yang tidak akan terulang. Di masa pandemi seperti ini pembelajaran tatap muka masih ditunda dan anak harus menjalani pembelajaran jarak jauh lewat online. Bagi anak hal ini kurang menyenangkan, bahkan masih tidak mengetahui pembelajaran seperti apa yang akan dihadapinya. Di sini peran orang tua sangat penting untuk membimbing dan menarik perhatian anak untuk belajar.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_image_slider ids=”9809,9783″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun tidak sepenuhnya dinikmati oleh guru, orang tua, dan anak didik. Hal ini berkaitan dengan hasil survei Tanoto Foundation terkait PJJ kepada 332 kepala sekolah, 1.368 guru, 2.218 siswa, dan 1.712 orang tua. Hasil survei menemukan fakta terdapat tiga masalah utama orang tua mendampingi anak belajar dari rumah (BDR).
Pertama, orang tua kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak (56%) untuk anak SD/MI dan 34% untuk SMP/MTS. Kedua, orang tua kesulitan menjelaskan materi pelajaran ke anak untuk SD/MI (19%) dan SMP/MTS (28%). Ketiga, orang tua kesulitan memahami materi pelajaran anak untuk SD/MI (15%) dan SMP/MTS (24%).
Baca juga: Tips Mencintai Karya Sendiri
Namun, dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk menemani anak di hari pertamanya sekolah, meski dalam sistem pembelajaran jarak jauh anak juga perlu beradaptasi. Bagi anak ditemani orang tua saat hari pertama menjalani sekolah memberikan semangat tersendiri untuk mereka. Ayah dan Bunda yang masih memiliki anak usia dini wajib mempersiapkan segala hal saat memasuki tahun ajaran baru. Simak yuk tips menemani anak di hari pertama sekolah![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][us_single_image image=”9808″][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]Meskipun terkesan sepele, kegiatan ini sangat penting bagi anak. Menurut Dr. Andyda Meliala, seorang pemerhati pendidikan anak usia dini dan pendiri Resorceful Parenting Indonesia mengatakan bahwa, mengantarkan anak pada hari pertama sekolah merupakan hal yang sangat penting. “Itu penting sekali, terutama untuk anak kecil karena ketika memasuki lingkungan baru, mereka perlu ‘pegangan’. Anak perlu merasa aman dengan orang yang sudah punya ikatan batin dengan dia, sehingga ketika dia menghadapi lingkungan yang baru dia tidak terlalu terkejut,” ujar Dr.
buy lipitor online medstaff.englewoodhealth.org/wp-content/languages/new/lipitor.html no prescription
Andyda.
Lebih lanjut, Dr. Andyda juga mengungkapkan adanya perbedaan frekuensi anak-anak yang orang tua ketahui. Tergantung masing-masing anak, untuk anak yang pemalu mungkin perlu lebih lama menunggunya. “Tetapi bagi anak yang secara sosial sudah matang bisa langsung ditinggal. Jadi perhatikan individu masing-masing anak, seberapa kebutuhan anak, itulah yang diikuti,” ujar Dr. Andyda.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Anak butuh banget ditemani orang tua saat pembelajaran jarak jauh karena hanya bunda dan ayah yang bisa mengajari anak secara langsung. Sering bukan anak yang dikasih tugas menggambar, eh bunda juga yang foto hasilnya, anak yang praktik wudhu maupun olahraga bunda yang merekam videonya. Tentu saja tanpa bunda dan ayah akan sulit untuk anak menjalani pembelajaran daring untuk pertama kalinya.
Lalu, mungkin bunda khawatir anak terus ketergantungan atau membuat anak menjadi manja. Takut anak terus mengandalkan bunda untuk mengerjakan tugasnya sampai anak tidak mau belajar dan mengalami keterlambatan. Jadi, bunda harus pintar-pintar mengatasinya. “Tergantung kita mengatasinya, jadi kan masing-masing anak punya jadwal atau time table sendiri-sendiri ya seberapa cepat dia beradaptasi,” terang Dr. Andyda.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_image_slider ids=”9802,9803″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Menurut Dr. Andyda, bagi anak yang pemalu, sifat pemalu adalah faktor genetik. Tentunya akan lebih sulit diatasi.
buy desyrel online medstaff.englewoodhealth.org/wp-content/languages/new/desyrel.html no prescription
Jadi perlu pendampingan langkah demi langkah sampai anak-anak merasa nyaman. “Mungkin butuh waktu lebih lama tetapi tidak apa-apa. Mungkin bisa dicoba dengan mulai sekolah dengan durasi jam belajar yang lebih pendek dahulu. Mungkin tahun ini yang satu jam dulu, baru tahun depan naik menjadi dua jam. Yang terpenting adalah anak harus merasa nyaman,” tandasnya.
Oleh karena itu. bunda dan ayah harus mengenali sifat anak untuk membantunya menjalani pembelajaran daring di rumah saat pertama kali. Anak yang belum terbiasa mungkin akan lebih senang bermain dan mengabaikan sekolah daringnya, adapula tipe anak yanag malah terlalu bersemangat dan berharap datang ke sekolah. Tentunya, bunda harus bisa mengatasi halĀ ini dengan beberapa hal yang perlu dipersiapkan, sebagai berikut:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”9806″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Mengetahui Tujuan Pembelajaran
Tentunya yang harus bunda tahu adalah kompetensi dasar yang guru siapkan di semester pertama, sebelum menemani si kecil bunda harus terlebih dulu memahami tujuan pembelajaran yang berikan. Cara ini membantu bunda memberi pemahaman kepada anak.
Baca juga: CPNS 2021 untuk Lulusan SMA/SMK
Selama ini mungkin bunda tidak peduli dengan materi belajar anak, tetapi saat mendampingi di rumah wajib paham hal tersebut karena hal ini membantu bunda memahami materi yang ada. Maka, akan lebih mudah menjelaskan kepada anak termasuk melihat jika ada soal-soal yang mungkin tidak dipahami anak.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]2. Menguasai Perangkat Teknologi yang Digunakan
Di saat pembelajaran daring seperti sekarang ini tentunya semua berbasis online lewat handphone, jadi bunda dan ayah dituntut untuk menguasai perangkat teknologi. Tak hanya whatsapp, sekarang pun google meet dan zoom sudah digunakan untuk menunjang pembelajaran daring ini. Pastinya bunda harus pintar-pintar dalam menggunakan ponsel dan mengerti seluk-beluknya agar bisa membimbing anak untuk menggunakannya.
Mendampingi anak belajar di rumah membutuhkan pengetahuan tentang perangkat teknologi yang digunakan. Perangkat teknologi menjadi sarana utama pembelajaran di rumah. Orang tua harus menguasainya dan menunjukkan cara penggunaan yang positif tentang perangkat tersebut kepada anak. Bila orang tua gaptek, maka anak apalagi pada usia sekolah dasar, tidak akan bisa menggunakan perangkat teknologi untuk pembelajaran secara optimal.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_image_slider ids=”9801,9804″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_image_slider ids=”9810,9811″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Menciptakan Suasana yang Menyenangkan
Bunda pasti tahu dong pembelajaran daring sangat membosankan, karena anak harus melulu mengerjakan tugas di rumah tanpa bertemu teman dan gurunya secara langsung. Terlebih suasana rumah yang biasanya penuh mainan seperti taman bermain berubah menjadi penuh kertas dan peralatan sekolah lainnya. Bagi anak menatap ponsel secara terus-menerus dan mengerjakan tugas yang menurutnya banyak membuat anak jenuh.
Oleh karena itu, bunda dan ayah harus menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar di rumah, misalnya membuat ruangan yang nyaman, unik dan berbeda dari biasanya. Atur ruangan dengan suasana baru yang tidak membosankan. Bisa ditambah dengan alunan musik yang lebih santai, ditambah camilan makanan lezat untuk menambah mood anak dalam belajar.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]4. Mengajarkan Anak Ilmu Bukan Menghafal
Hambatan terbesar saat menemani anak sekolah adalah saat anak merasa pembelajaran itu tidak penting, Anak mulai bosan dengan apa yang diajarkan, merasa itu tidak perlu dipelajari, tidak penting, malas pun semakin menjadi. Hanya ayah dan bunda yang bisa mengatasinya dengan cara yang cerdas, seperti menjelaskan manfaat mempelajari ini untuk kehidupannya dan membuat anak lebih penasaran dengan kejadian di sekitar yang masih belum diketahuinya.
Bunda harus mengajarkan ilmu kepada anak bukan memintanya menghapal dan semakin membuatnya tertekan. Sering sekali karena pembelajaran daring anak tidak begitu mengingat apa yang diajarkan kemarin, misal tentang teknik menghitung atau mengenali abjad seharusnya bunda punya cara untuk membuatnya memahami pelajaran tersebut bukan menghapalnya[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”9807″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_image_slider ids=”9813,9805″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]5. Menjadi Teman Belajar yang Asyik Bagi Anak
Orang tua sudah seperti guru kedua yang membimbing anak sebagai teman sendiri saat di rumah. Cara ini akan membuat anak merasa asyik, sehingga anak akan lebih cepat paham dengan ilmu yang diberikan.
Baca juga: Fakta Tentang Vaksinasi COVID-19
6. Memotivasi Anak dengan Cara Kreatif
|Saat semangat anak untuk belajar mulai menurun bunda harus membuat atau menciptakan motivasi belajar yang membuat anak kembali bersemangat. Bunda bisa banget nih memberikan motivasi dengan menghadiahkan sesuatu saat anak mendapat nilai tinggi dan bisa menyelesaikan tugas tepat waktu. Hal ini tentunya akan membuat anak terdorong untuk tetap belajar meski suasananya membosankan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Lengkap bunda… Thank you for writing
tantangan banget emang yaa Mbak, menemani anak daring di rumah, tapi kalau kita bisa membuat suasana jadi baik, anak pun juga bisa belajar dengan baik dan mudah dalam kerja tugasnya, ortu juga harus ekstra sabar.
makasih tipsnya ya Mbak, saya juga terus dampingi Si Kakak daring nih, yang heboh kalau pas kelasnya akan zoom.
Harusnya anak saya masuk sekolah dari tanggal 12 Juli, sayangnya karena kami isoman jadi tertunda deh. Padahal udah excited banget. Semoga nanti tips di atas bisa saya terapkan kalau sudah selesai isoman.
Mendampingi anak di hari pertama sekolah PJJ tidak kalah mendebarkan, bagaimana kita harus mengkondisikan anak agar mau menyimak video dan tidak bosan.