[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11750″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Matematika menjadi pelajaran paling berat bagi anak, kebanyakan dari mereka akan kesulitan memahami pelajaran yang dipenuhi angka dan terus menghitung ini. Tak bisa dipungkiri apabila anak pun akan mengeluh sakit kepala, tidak paham, dan lainnya saat diomeli karena mendapatkan nilai jelek. Alih-alih akan marah, Emaknya hanya bisa menghela napas mengingat kembali kalau dulu juga sulit paham pelajaran yang satu ini. Yuk, terapkan cara mengajari anak berhitung dengan aplikasi yang dijamin seru dan bikin anak kecanduan!
Pasalnya memang pelajaran yang satu ini terbilang rumit dan membutuhkan banyak waktu untuk berpikir. Namun, saat sudah berada di bangku sekolah tentu anak dituntut untuk memahami matematika bagaimana pun caranya. Apalagi di jenjang Sekolah Dasar nantinya matematika bertambah sulit, maka dari itu pemahaman tentang pelajaran ini harus diajarkan sejak dini agar anak nantinya terbiasa.
Alih-alih mengajarinya, para Emak lebih memilih mendaftarkan anak les lantaran ketidakmampuan dalam matematika dan ketidaktelatenannya. Jujur saat anak duduk di bangku SD yang mulai bertemu dengan beragam bentuk soal matematika, salah satunya pecahan desimal. Nah, anak kesulitan kalau sudah bertemu angka dan koma ini sehingga saat dijelaskan berkali-kali sulit baginya untuk paham. Rasanya ingin digeprek saja, menguji kesabaran memang saat berhadapan dengan anak yang sulit paham matematika.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11749″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Memang matematika bukan penentu anak pintar atau tidak, tetapi tetap saja itu yang paling penting dalam kehidupan. Tidak heran apabila pelajaran sulit ini sering digaungkan oleh orang tua agar anak menguasainya, apalagi berhitung hampir ada di semua pelajaran nantinya saat menginjak bangku SMP dan seterusnya. Walaupun banyak emosi dan kemarahan yang keluar selama mengajari anak, tetapi sebagai orang tua yang sabar hanya bisa menghela napas dan kembali menjelaskan pada anak dengan baik.
Diperlukan kesabaran tinggi saat menjelaskan ke anak sampai terlintas ide untuk mencari alternatif edukasi yang membuat anak cepat paham dengan pelajaran matematika. Nah, cara ini bisa digunakan saat mengajarkan matematika pada anak sejak dini, jadi sebelum ia duduk di bangku sekolah. Sebab, saat umurnya masih kecil anak lebih mudah diajari dan mengingat pelajaran, bahkan akan tertanam sampai ia besar.
Di usia 4-6 tahun untuk mengajari anak-anak berhitung diperlukan kekreatian untuk menarik minat mereka dalam hal itu. Seperti diawali dengan mengajaknya menghitung buah dan lainnya, sehingga mereka tertarik dan mulai senang berhitung. Sampai memanfaatkan berbagai hal yang ada di sekitar kita lainnya sehingga mereka akan membiasakan diri untuk menghitung dan menyukainya. Maka dari itu, perlu untuk membuat anak memahami perhitungan sejak dini dengan cara Sobat sendiri. Eits, tetapi jangan khawatir karena ada beberapa cara mengajari anak matematika yang seru dan bikin anak cepat paham, sebagai berikut:
Baca juga: Tips Mendidik Anak agar Tetap Cerdas di Era Digital[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Mengajari anak dengan permainan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11748″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Kebanyakan anak tidak ingin belajar matematika karena merasa bosan dan malas, apalagi sudah betemu dengan angka yang rumit dan membuatnya pusing. Sehingga sebagai orang tua perlu membuat belajar matematika menyenangkan bagi anak dengan permainan. Di umurnya yang masih aktif dan senang bermain, tentu akan bersemangat apabila diajak bermain. Kemudian, sedikit diaplikasikan pemahaman dan perhitungan dasar matematika dalam permainannya. Dengan menerapkan teknik permainan dalam belajar matematika, tentu akan membuat anak senang dan tertarik.
2. Mengawalinya dengan matematika dasar dan sederhana
Langkah pertama untuk mulai memahami pelajaran matematika adalah memulainya dari hal dasar. Sebelum belajar cara menghitung, mulailah dengan mengenalkan nama dan bentuk angka pada anak. Kemudian, berlanjut ke penjumlahan dan pengurangan secara bertahap, dan seterusnya. Selain itu, sebagai orang tua juga bisa menjadi guru untuk menemani anak belajar agar tidak sendirian dan bosan. Dengan begitu, anak bisa bertanya dann berdiskusi tentang materi kepada Sobat.
3. Menghubungan matematika dengan lingkungan
Di sekitar kita tentu banyak benda yang biasa ditemukan di kehidupan sehari-hari untuk belajar berhitung. Misalnya kancing, uang receh, buah, batu kerikil, kertas, dan lainnya yang bisa diaplikasikan dalam berhitung. Sebab, matematika lebih mudah apabila diajarkan dengan unsur keterlibatan langsung serta melihat benda secara fisik apalagi untuk pemahaman konsep. Benda ini juga bisa dimanfaatkan untuk belajar penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Apalago bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya ingat dalamm mendeteksi barang di sekitar.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Belajar matematika dengan aplikasi
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11745″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di era digital tidak hanya rasa bosan dan malas anak yang menjadi pantangan dalam mengajar matematika, tetapi juga ketertarikan anak dengan gadget. Nah, sehubungan dengan itu ada beberapa aplikasi yang disediakan gadget untuk membantu anak belajar berhitung. Terlebih anak akan lebih mudah memahami dan mengingat saat pelajaran diaplikasikan dengan hal yang digemarinya.
Salah satunya ada di website Free Money Games for Kids yang bisa dibuka di situs web, sehingga tidak perlu menginstal aplikasi yang nantinya akan membuat memori ponsel penuh. Apalagi bisa mengakses berbagai game tentang keuangan dan lainnya dengan mudah di website tersebut, anak pun bisa memainkannya dengan tenang sambil belajar. Dijamin mereka akan senang belajar matematika karena di sana terdapat berbagai permainan interaktif yang membuat anak merasa memiliki banyak uang dari permainan yang dilakukannya.
Seperti permainan Supermarket Numbers di mana anak bisa belajar penjumlahan, pengurangan, pembagian, bahkan perkalian. Dengan disediakan angka dalam balok dann terdapat ‘Goal’ yang ditentukan di pojok kiri atas. Sehingga anak bisa melakukan berbagai operasi matematika untuk menghasilkan angka yang terdapat pada ‘goal’ tadi. Tampilan menariknya, terdapat background supermarket yang buat anak tidak bosan memainkannya.
Baca juga: 8 Tips Sederhana Parenting Islami Sejak Dini[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11744″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Kedua, ada Idley Money Tree di mana terdapat pohon besar yang akan muncul beberapa kantong uang. Cara memainkan ini lebih mudah dari permainan sebelumnya karena anak tinggal mengklik kantong uang dengan cepat agar mendapatkan poin dan akan berlipat ganda. Setelah mengumpulkan banyak uang bisa membeli pupuk, semen, sinar matahari, dan air untuk pertumbuhan. Menarik bukan? Yuk, segera ke website Free Money Games for Kids dan mencoba permainan lainnya.
5. Memanfaatkan alat bantu atau pendukung
Pelajaran dasar dari matematika adalah penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan pengurangan. Dalam hal ini, orang tua bisa menggunakan alternatif dengan bantuan alat hitung seperti ijiran/sempoa/cipoah yang biasa digunakan. Sering kali alat ini menjadi pilihan untuk guru TK karena praktis dan membuat anak aktif berhitung. Untuk melakukan operasi anak cukup menggeser biji-biji yang ada di dalam sempoa sesuai angka yang dibutuhkan.
Nah, itulah lima cara seru mengajari anak yang salah satunya menggunakan aplikasi sehingga tidak membosankan dan membuat anak senang belajar matematika. Selain itu, matematika yang rumit bahkan anak tak ingin berhadapan dengan pelajaran ini akan berubah saat pembelajaran menggunakan teknik permainan atau dikaitkann dengan hal yang mereka sukai. Salah satunya dengan aplikasi yang banyak digemari di era digital ini, dijamin anak pun akan tertarik untuk belajar matematika dengan permainan tersebut.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Sangat setuju lewat media permainan.
Jangankan bagi anak-anak, orang dewasa aja pusing dibuatnya ketika belajar matematika. Termasuk saya juga njlimet, hehehe..
Entah kenapa kalo pelajaran matematika itu membosankan sekali ya. Mungkin karena metoda yang digunakan itu-itu aja, jadi cepat bosan. Coba diterapkan dengan metoda yang berbeda, seperti yang ditampilkan di artikel super keren kali ini. Pasti pelajaran matematika akan sangat menyenangkan. Very nice sharing
tapi aplikasinya, luar punya ya 😀
agak bingung sih ngajarinnya ehhehe