[vc_row][vc_column][us_single_image image=”10348″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Asalamualaikum wr.wb.
Pastinya sudah tahu dong kalau 10 Oktober kemarin merupakan hari Kesehatan mental sedunia yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan menyebarkan tentang masalah Kesehatan mental di seluruh dunia. Istimewanya, di tahun ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema “Perawatan Kesehatan mental untuk semua: mari kita wujudkan” atau dalam Bahasa Inggrisnya “Mental health care for all: let’s make it a reality”.
Seperti yang kita tahu selama pandemi ini sudah memengaruhi Kesehatan mental kita dari semua kalangan umur dan pekerjaan. Bagaimana tidak? Kabar duka tak berujung berhenti menggema, sedangkan kita tak bisa berbuat apa-apa. Ya, saat ada saudara dan keluarga yang meninggal dunia kita hanya tetap di rumah, keluar seperlunya untuk melayat tanpa bisa berlama-lama di sana. Tak hanya itu, ketakutan akan terjangkit virus ini juga menyelimuti. Tak heran kalau banyak beban pikiran dan kegelisahan yang terjadi.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10350″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Tentunya, banyak Kesehatan mental yang terpengaruh selama pandemi terlebih orang yang bekerja di garis depan seperti tenaga kesehatan, pelajar, sampai orang yang tinggal sendiri. Kesehatan memang tak terlihat oleh mata, tetapi masih banyak orang yang memendam masalahnya walau sudah ada layanan untuk gangguan mental, neurologis, dan penggunaan zat secara global juga sangat terganggu selama pandemi.
Mengingat kebanyakan orang hidup dengan masalah Kesehatan mental, Hari Kesehatan Mental Sedunia memberikan kesempatan untuk membicaraakan tentang ini secara umum. Bagaimana mematahkan stigma di sekitar dan pentingnya berbicara Ketika berjuang dengan masalah Kesehatan mental. Sebab, orang dengan kondisi Kesehatan mental berisiko lebih tinggi meninggal sebelum waktunya. Salah satu penyakit Kesehatan mental yang paling umum adalah depresi. Lalu, apa sebenarnya penyakit mental?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Apa itu penyakit mental?
Penyakit mental merupakan istilah luas yang mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi cara merasa dan berpikir. Hal ini juga memengaruhi kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, berikut hal yang mempengaruhi factor penyakit mental:
- Genetika
- Lingkungan
- Kebiasaan sehari-hari
- Biologis
Penyakit mental bisa mengurangi kemampuan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tetapii setiap orang akan mengalami penyakit mental serius pada tingkat yang berbeda. Orang yang paling mungkin mengalami penyakit mental serius berusia 18-25 tahun. Tentunya, orang dengan latar belakang ras campuran lebih mungkin mengalami penyakit mental serius daripada etnis lain.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10349″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Jenis gangguan Kesehatan mental
Ada banyak jenis gangguan Kesehatan mental, tetapi faktanya hampir 300 kondisi berbeda terdaftar di DSM-5 atau Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mentap, Edisi Kelima. Berikut penyakit mental yang paling umum:
Baca juga: Cara Tepat Bahagia, Seimbangkan Tubuh, Pikiran, dan Jiwa[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Gangguan Kecemasan Umum
Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum adalah kecemasan yang melebihi kecemasan biasanya seperti gugup sebelum presentasi. Tentunya, hal ini membuat seseorang mengkhawatirkan banyak hal, bahkan hanya sedikit atau tidak ada alasan untuk khawatir. Penderita gangguan ini akan merasa sangat gugup untuk menjalani hari, mungkin mereka memikirkan hal-hal yang tidak akan pernah menguntungkan mereka. Kekhawatiran pun biasanya muncul dan bisa membuat orang dengan gangguan ini tidak bisa menyelesaikan tugas dan pekerjaan sehari-hari.
buy azithromycin online cpff.ca/wp-content/languages/new/mg/azithromycin.html no prescription
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10352″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]2. Gangguan Depresi
Depresi sendiri merupakan kondisi yang berkaitan dengan peningkatan atau penurunan suasana hati seseorang. Dikutip dari alodokter.com depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli.
- Depresi persisten
Depresi persisten adalah jenis depresi kronis yang juga dikenal dengan distimia, depresi ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dan lama mengalami gejalanya selama dua tahun.
- Depresi mayor
MDD atau gangguan depresi mayor menyebabkan perasaan sedih atau putus asa yang ekstrem berlangsung setidaknya selama dua minggu. Kondisi ini juga bisa disebut depresi klinis. Orang dengan gangguan depresi mayor akan merasa sangat kesal dengan kehidupan, sehingga mereka memikirkan atau mencoba untuk bunuh diri.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10353″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Gangguan obsesif kompulsif
OCD (Obsessive compulsive disorder) atau gangguan obsesif kompulsif menyebabkan pikiran atau obsesi yang konstan dan berulang. Pikiran ini terjadi karena keinginan yang tidak perlu dan tidak masuk akal untuk melakukan perilaku tertentu atau paksaan. Banyak orang dengan gangguan ini yang menyadi pikiran dan tindakannya tidak masuk akal, tetapi mereka tidak bisa menghentikannya.
4. Gangguan bipolar
Bipolar sendiri berarti berkepribadian ganda, gangguan bipolar merupakan penyakit mental yang kronis yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara ekstrem, baik menjadi lebih baik maupun buruk, baik peningkatan maupun penurunan mood. Tentunya, ini bisa memengaruhi tingkat energi dan kemampuan seseorang untuk berpikir secara wajar. Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh gangguan bipolar ini lebih parah daripada pasang surut kecil yang dialami kebanyakan orang.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10354″][us_single_image image=”10355″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]5. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pascatrauma adalah penyakit mental yang muncul setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Kejadian yang bisa membuat PTSD berasal dari peristiwa ekstrem seperti perang dan bencana nasional, hingga kekerasan verbal atau fisik. Gejala PTSD mungkin termasuk kilas balik atau mudah terkejut.
6. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik. Tentunya, Skizofrenia merusak persepsi seseoraang terhadap kenyataan dan dunia di sekitar mereka. Hal ini mengganggu hubungan mereka dengan orang lain, mungkin akan mengalami halusinasi, delusi, dan mendengar suara-suara. Ini seakan menempatkan mereka dalam situasi berbahaya, jika tidak ditangani dengan tepat.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10356″][us_single_image image=”10357″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10358″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Gejala gangguan Kesehatan mental
Nah, kalian perlu mengenali gejala gangguan mental secara umum karena setiap jenis gangguan Kesehatan mental menyebabkan gejala yang berbeda. Berikut gejala umumnya:
Baca juga: Cara Mengatasi Stress Untuk Ibu Rumah Tangga
- Mendengar suara-suara di kepala yang tidak bisa dihentikan.
- Tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari.
- Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
- Merasa putus asa, tidak berdaya, atau tersesaat.
- Merasa kebingungan, pelupa, lekas marah, cemas, sedih, atau ketakutan.
- Terus-menerus berkelahi atau berdebat dengan teman dan keluarga.
- Sering mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem.
- Memiliki kilas balik atau pemikiran konstan yang tidak bisa dihilangkan.
- Merokok, minum, atau menggunakan obat terlarang.
- Tidak cukup makan atau makan berlebihan.
- Mengalami insomnia atau terlalu banyak tidur.
- Menjauhkan diri dari orang lain dan aktivitas favorit.
- Merasa mati rasa atau kurang empati.
- Merasa lelah bahkan setelah tidur yang cukup.
- Mengalami rasa sakit atau nyeri tubuh yang tidak bisa dijelaskan.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
Cara Mengatasi Gangguan Mental
- Menjaga Kesehatan fisik
“Di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang kuat.”
Seperti pepatah di atas, tentunya menjaga Kesehatan fisik penderita menjadi langkah yang penting untuk mengatasi gangguan mental. Itu berarti, Kesehatan fisik yang terganggu juga bisa memperburuk kondisi mental. Oleh karena itu, rutinlah melakukan aktifitas fisik yang menyehatkan untuk menghindari munculnya gangguan mental.
- Membuka Ruang Komunikasi
Tentunya, penderita gangguan mental memerlukan teman untuk membagikan perasaan dan pikirannya. Mereka butuh seseorang untuk menyalurkan emosinya dengan cara sehat, inilah yang membantu mengurangi beban mereka. Oleh karena itu, buka ruang komunikasi dan sediakan diri untuk jadi teman curhat mereka.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10359″][us_single_image image=”10360″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10361″][us_single_image image=”10362″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Buat Mereka Bahagia
Buatlah penderita bahagia dengan kegiatan yang menyenangkan agar mereka bisa melepaskan diri dari depresi, kesepian, dan rasa terpuruk. Tentunya, oeran keluarga, sahabat, dan orang terdekat sangat dibutuhkan.
buy ventolin online cpff.ca/wp-content/languages/new/mg/ventolin.html no prescription
Selain itu, jauhkan penderita dari sumber kesedihan dan hal-hal yang bisa memicu perubahan emosinya.
4. Pahami Mereka
Nah, pastinya penderita gangguan mental selalu membutuhkan pengertian dan kesabaran yang besar dari orang di sekelilingnya. Saat mereka merasakan adanya dorongan untuk bertindak emosional, kasar, sedih, ingin melukai diri sendiri atau orang lain, orang terdekatnya bisa menjaga dan menjauhkannya dari tindakan berbahaya. Jangan malah menghindari penderita saat mengalami gangguan mental, karena bisa memperburuk kondisi mental dan pikiran mereka.
buy zithromax online cpff.ca/wp-content/languages/new/mg/zithromax.html no prescription
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]5. Carilah Bantuan Profesional
Tentunya, langkah terakhir untuk mengatasi gangguan mental dan yang paling tepat adalah berkonsultasi dengan ahlinya seperti psikolog atau psikiater. Hal ini akan mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang terdekat, penderita pun mendapatkan bantuan secara professional melalui pengobatan maupun terapi. Selain itu, memperlakukan penderita secara normal adalah hal yang penting. Sebab, memberikannya perlakuan berbeda tidak efektif untuk membantunya sembuh dari gangguan mental yang diderita.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Betul mba, pandemi ini menerjang kita dengan hebat. Kalau kita tidak siap, maka kesehatan mental kita akan diserang