[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11223″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Listrik menjadi kebutuhan pokok yang sering digunakan manusia, tetapi sebagian besar energi listrik yang digunakan bersumber dari energi yang tak bisa diperbarui. Oleh karena itu, penting untuk menghemat energi. Menghemat energi yang tidak dapat diperbarui, terutama listrik perlu kita lakukan. Energi listrik sendiri menjadi bagian penting kehidupan, bahkan hampir seluruh kegiatan kita membutuhkan listrik.
Hemm apalagi ibu rumah tangga sekarang yang serba menggunakan mesin mulai dari menanak nasi, memasak, mencuci, dan lainnya menggunakan energi listrik. Apalagi untuk yang bekerja atau ibu rumah tangga yang juga membutuhkan internet untuk bekerja seakan setiap harinya tidak bisa dilewati tanpa ponsel, laptop, maupun peralatan elektronik lainnya. Nah, terlebih di era digital di mana teknologi semakin canggih dan banyak berbagai peralatan yang membutuhkan listrik, pasti kebutuhan terhadap listrik semakin meningkat.
Selain itu, dalam penggunaannya kita sering kebablasan atau tidak membatasi. Seperti membiarkan lampu hidup sampai siang hari padahal di saat itu sudah cerah. Lalu, lupa mencabut kabel mesin cuci atau menggunakan alat elektronik seharian. Bahkan, menghidupkan televisi seharian atau sampai malam, tetapi tidak dimatikan padahal tidak ditonton. Secara tidak langsung kita sudah menggunakan listrik dengan sia-sia, lho! Coba cari tahu dari mana asalnya dan tips menghemat energi listrik, yuk, agar tidak menyia-nyiakannya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11224″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Dilansir dari katadata, berdasarkan data yang dikumpulkan databoks diketahui bahwa penggunaan listrik nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Ya, di tahun 2019 penggunaan listrik meningkat, yaitu 1.084 kWh per kapita padahal di tahun 2015 konsumsi listrik hanya 910 kWh (kilowat jam) per kapita. Perlu diketahui, nih, kalau produksi listrik di Indonesia per Juni 2020 didominasi oleh pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU.
PLTU sendiri merupakan pembangkit listrik yang memakai energi kinetik dari uap yang membutuhkan bahan bakar, seperti minyak bakar serta batu bara guna menghasilkan panas dan uap. Namun, karena bahan bakar ini berasal dari energi yang tidak bisa diperbarui maka semakin hari semakin menipis.
buy cipro online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/cipro.html no prescription
Bahkan, dilansir dari databoks diperkirakan cadangan batu bara negara kita akan habis di tahun 2096. Pastinya ini sangat mengkhawatirkan karena batu bara juga merupakan komoditi ekspor yang menjanjikan, tidak hanya digunakan untuk pembangkit listrik.
Nah, dari sini berarti persediaan bahan bakar untuk energi listrik tidak melimpah, dengan kata lain terbatas. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya guna menjaga ketersediaan listrik. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat pemakaian listrik di rumah, yuk, simak apa saja tips menghemat listrik!
Baca juga : 5 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Sekaligus Alam[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11225″][vc_column_text]
Tips Menghemat Energi Listrik di Rumah Serta Manfaatnya
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
-
Mematikan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan
Mematikan perangkat elektronik seperti kipas angin, AC, lampu, televisi, sertaa perangkat lain jika sudah tidak digunakan. Tak hanya untuk menghemat listrik, tetapi mematikan perangkat tersebut juga bisa membuat tagihan listrik berkurang. Bahkan, hal ini bisa menjadi upaya untuk menjaga agar perangkat elektronik itu tidak mudah rusak. Lagi pula korsleting listrik bisa disebabkan oleh kabel alat elektronik yang tak kunjung dicabut, serta rawan terjadinya kesetrum terlebih untuk anak.
-
Mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan
Cara menghemat energi kali ini untuk yang menggunakan teknologi digital, misalnya ponsel atau laptop yang selalu tertanam di charger dan listrik. Bahkan, sering kita jumpai masih menancap di stopkontak listrik, padahal ini membuat listrik terbuang sia-sia. Oleh karena itu, disarankan untuk untuk mencabut perangkat elektronik maupun kabel setelah digunakan. Hal ini berlaku pula untuk kabel televisi serta perangkat lain. Memutus aliran listrik barang elektronik juga membuat perangkat itu lebih awet.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11226″][us_single_image image=”11227″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
3. Menggunakan lampu hemat energi
Kini, sudah banyak produsen lampu yang menggunakan energi listrik rendah, tetapi tetap terang. Hal ini bisa menjadi solusi dalam usaha untuk menghemat penggunaan listrik. Lampu hemat listrik lebih dikenal sebagai lampu LED. Lampu LED ini mempunyai daya lebih kecil, tetapi penerangannya masih optimal. Dengan begitu, penggunaan lampu LED bisa membuat tagihan listrik berkurang.
Baca juga : Buat Rumah Lebih Menyenangkan dengan Bardi Smart Home
4. Mematikan rice cooker setelah digunakan
Sering kali kita membiarkan rice cooker menyala agr nasi tetap hangat, padahal ini akan membuat tagihan listrik naik. Ya, mencabut rice cooker setelah digunakan menjadi cara untuk menghemat energi listrik. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mematikan rice cooker saat nasi sudah matang. Apabila ingin menikmati nasi hangat, bisa menyalakan rice cooker setidaknya 30 menit sebelum makan, tetapi matikan kembali setelahnya.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11228″][us_single_image image=”11229″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
5. Mengatur ventilasi dan pencahayaan ruangan
Saat membuat rumah akan lebih baik jika mengatur ventilasi serta pencahayaan di setiap ruangan. Hal ini diperlukan untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan serta lampu sehingga penggunaan energi lebih hemat. Alih-alih menggunakan AC yang mahal dan boros listrik, merasakan angin dari luar dengan ventilasi lebih sehat, hemat, serta bermanfaat.
6. Menggunakan timer AC
Tinggal di negaraa beriklim tropis seperti Indonesia, membuat banyak orang memilih menggunakan alat pendingin ruangan seperti AC. Eits, tapi penggunaan AC berimbas pada konsumsi listrik yang boros. Oleh karena itu, untuk mencegahnya ada baiknyga memasang timer setiap kali menggunakan AC. JIka perlu, ingat untuk mematikan AC saat tidak digunakan.
Baca juga : 5 Manfaat CCTV Sebagai Perangkat Keamanan di Pusat Perbelanjaan[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11230″][us_single_image image=”11231″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
7. Penggunaan Kulkas
Rutin membersihkan frezeer menjadi hal penting yang perlu dilakukan karena batu es yang terlalu banyak di frezeer akan membuat kulkas bekerja lebih keras, bahkan akan menggunakan listrik lebih banyak. Tak hanya itu, biang es akan membuat kulkas lebih rusak, maka dari itu ada baiknya membersihkan kulkas secara rutin.
Untuk menghemat listrik, kita mengatur suhu dalam kulkas sesuai yang dibutuhkan. Akan lebih baik menggunakan kulkas dengan suhu rendah apalagi jika di dalamnya tidak menyimpan makanan. Hal ini berpengaruh kepada penggunaan listrik, di mana suhu yang kecil, maka penggunaan listrik pun juga kecil.
8. Menjemur pakaian di bawah sinar matahari
Umumnya dalam mesin cuci sudah ada pengeringnya, sehingga kita bisa menggunakannya sekaligus. Namun, perlu diketahui jika penggunaan pengering akan membuat listrik yang digunakan semakin banyak. Sebaiknya pengering digunakan seperlunya saja saat hari hujan atau untuk pakaian yang segera digunakan untuk acara resmi, dan lainnya. Apabila cuaca panas, akan lebih baik mengeringkan baju di bawah sinar matahari langsung.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11232″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Baca juga : Tips Memasak Ketupat Dengan Panci Presto
Nah, itulah beberapa cara untuk menghemat listrik yang bisa dilakukan, ada pula kegiatan sederhana seperti mematikan lampu saat tidur, memasak nasi dengan air panas, menggunakan listrik prabayar, dan lainnya yang bisa menjadi alternatif lain. Menghemat listrik pun membawa banyak keuntungan tak hanya mengurangi tagihan listrik atau menghemat bahan bakar yang tidak bisa diperbarui.
Namun, menghemat listrik juga membawa manfaat lain seperti membuat perangkat elektronik tidak mudah rusak, mencegah arus pendek listrik, mengurangi polusi udara, hidup menjadi lebih sehat. Mudah bukan menghemat energi, yuk, mulai lakukan kebiasaan ini agar tidak boros terhadap listrik. Dalam rangka menghemat listrik apa nih yang sudah kamu lakukan?
buy flagyl online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/flagyl.html no prescription
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




bener ya kita harus hemat energi listrik, aku juga tak memakai peralatan listrik yang besar secara bersamaan
Di rumah aku jadi polisi listrik. Tukang ngingetin ini itu pada suami dan anak-anak. Dan ternyataaaa…kebiasaan ini aku dapatkan dr alm ayahku. Dulu beliau yg suka jd polisi listrik di rumah.
Nah, saya setuju dengan semua tipsnya, Mbak … saya malah tidak menggunakan AC. Di rumah ada AC tapi hanya dipergunakan ketika adik2 saya datang hehe. Kami sendiri tidak menggunakan AC. kalau AC pada nyala, ngeri tarif listriknya.
Di rumah saya agak susah menerapkan ini, sudah kebiasaan orang-orang habis ngecas ga dicabut. Padahal hapenya sudah diambil. Fiuh. But, terima kasih informasinya mbak.