[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11288″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Sudah lama tidak berbicara tentang tulis menulis rasanya hampir lupa untuk berbagi perihal kegiatan mendalami hobi satu ini. Duh kebiasaan karena ngeblog lari ke mana-mana, jadi lupa sharing tentang dunia literasi, hehe. Nah, ini salah satu kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang penulis, yaitu fokus. Kalau fokus ke mana-mana sulit untuk menyelesaikan tulisan yang paling sederhana sekalipun. Eh, ini beda konteksnya dengan topik yang diangkat di blog yang ke mana-mana, tetapi tentang menyelesaikan misalnya artikel tentang menulis yang terasa berat, eh.
Seringkali dalam menulis artikel tentang kepenulisan bikin frustrasi dan kehilangan kepercayaan lagi setelah lama tidak menulisnya. Eits, tapi banyak juga yang seperti ini, bukan kamu saja, saya juga. Tidak hanya untuk karya seperti artikel maupun cerpen yang pendek, tetapi juga novel yang lebih panjang. Tentunya, dalam menulis novel membutuhkan fokus penuh karena perjalanan cerita yang panjang dan harus teliti.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11289″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Cerpen maupun artikel yang selesai dengan sekali duduk, ditinggal berdiri sebentar untuk menyelesaikan pekerjaan lain bisa dengan mudahnya hilang. Apalagi untuk ibu rumah tangga yang kadang anaknya manggil, harus membersihkan rumah, urusan ini itu, dan lainnya. Pasti kegitan lain seperti itu akan mengganggu kegiatan menulis, biasanya buyar semua ide yang sudah dirancang.
Terlebih untuk novel akan sangat sulit fokus menyelesaikan alur cerita dengan baik jika sudah terjeda begitu lama. Nah, kali ini saya akan memberikan tips untuk fokus menulis menyelesaikan novel. Yuk, kepoin apa saja caranya agar bisa kamu terapkan!
Baca juga : 6 Tips Menulis Novel Untuk Pemula[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11290″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
-
Menentukan tujuan
Sebagai seorang penulis, tentunya kamu memerlukan sesuatu untuk memotivasi diri, oleh karena itu tentukan tujuan. Targetkan naskah harus selesai berapa lama, naskah akan dikirim ke mana, dan tujuan lainnya. Selain itu, cobalah rutin menulis setiap hari satu bab untuk satu novel. Jangan menyulitkan diri dengan menulis banyak bab dari novel yang berbeda karena akhirnya naskah tidak akan selesai atau hasilnya tidak maksimal saat selesai.
buy avanafil online https://clinicaorthodontics.com/wp-content/themes/twentytwentytwo/inc/patterns/new/avanafil.html no prescription
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11292″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Membuat jadwal menulis
Buat yang menjadikan menulis sebagai hobi, tidak harus melakukannya sepanjang waktu mengingat masih ada kesibukan lain. Oleh karena itu, cukup satu atau beberapa jam setiap hari secara konsisten. Namun, dalam membuat jadwal tentukan target menulismu terlebih dahulu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, kalau satu tahun kelamaan deh. Intinya, tentukan target maupun batas tanggalnya di awal.
Setelah itu, bagilah waktu ke dalam rentang waktu tersebut dengan hari yang bisa ditentukan sendiri. Misalnya, untuk yang bekerja kantoran di mana harus bekerja selama hari aktif kerja bisa memilih hari minggu, tetapi pastikan targetnya berapa jam, berapa halaman, atau berapa kata. Selain itu, bisa memilih sesuai waktu paling produktif, misalnya di malam hari atau jam 3 dini hari selama tujuannya jelas.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
3. Memilih tempat yang sesuai
Suasana menjadi hal paling penting dalam menulis, terlebih tempat yang akan mendukung suasana hati. Biasanya penulis menginginkan atmosfer yang tenang dan membuatnya nyaman. Selain itu, tempat yang sepi bisa meningkatkan konsentrasi salah satunya kamar. Biasanya kafe pun menjadi pilihan saat membutuhkan tempat menyegarkan pikiran dan tanpa takut terganggu.
Baca juga : 5 Tips Membuat Mood Menulis Dalam Kedaan Bagus[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11293″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Menggunakan outline
Outline merupakan rancangan penulisan yang berisi garis besar dari suatu karangan. Outline juga bisa diartikan sebagai rangkaian ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, dan teratur. Sebagai penulis pastinya memerlukan outline untuk membuat sebuah kerangka tulisan. Menggunakan outline maupun tidak, tergantung pada penulisnya.
Namun, untuk penulis yang baru dan sering kehilangan alur cerita di awal atau suka tergiur menulis cerita baru, sangat direkomendasikan untuk membuat outline. Tujuannya agar tulisanmu cepat selesai dan kamu tahu keseluruhan cerita, jika suatu saat akan mengambil jeda pun, outline bisa membantu untuk kembali fokus ke certita tanpa membaca ulang.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
5. Sharing dengan teman sesama penulis
Bergabung dengan komunitas penulis akan membawa banyak manfaat salah satunya mempererat relasi dengan teman sesama penulis dan sharing perihal menulis. Setidaknya, pastikan memiliki beberapa teman sesama menulis walaupun tidak begitu aktif dalam komunitas. Selain itu, akan lebih baik jika mempunyai teman dari berbagai genre kepenulisan, seperti penulis platform, penulis buku cerita anak, dan lainnya. Sehingga, jika sedang ragu untuk menulis bisa menghubungi mereka dan berdiskusi.
Baca juga : 4 Tips Menulis Cerita Remaja[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11295″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
6. Mematikan internet saat menulis
Pasti ada yang masih sering scroll media sosial di tengah-tengah kegiatan menulis atau tidak segera menulis karena lebih tertarik menggulir beranda Instagram misalnya. Memang internet dibutuhkan untuk riset, tetapi ada baiknya mengumpulkan bahan dan riset di awal sehingga saat menulis bisa menjauhkan diri dari ponsel serta internet. Dengan begitu akan lebih fokus menulis dan pasti akan cepat selesai.
7. Edit dan revisi saat selesai
Masih ada yang sering edit sambil jalan, selesai menulis satu paragraf atau satu bab baca ulang lagi karena kehabisan ide, alasannya sih bisa sambil editing juga. Hemm, ini malah buat kamu ragu dengan tulisan dan bisa berakhir menghapusnya, sehingga naskah tidak akan selesai karena kamu hanya fokus pada satu hal. Oleh karena itu, selesaikan semuanya, tetapi draft terlebih dulu untuk dibaca ulang sambil edit dan revisi.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
8. Beristirahat
Memberi jeda pada pikiran dan tubuh sangat dibutuhkan terlebih saat sudah lelah dalam menulis. Ada baiknya mengistirahatkan pikiran dan tubuh dengan jalan-jalan atau sekadar membaca buku maupun melakukan kegiatan lain. Lalu, kembalilah menulis setelah pikiran segar. Sebab, memaksa menulis saat pikiran dan tubuh lelah akan membuatmu mengalami writer’s block, merasa pusing, dan beberapa masalah lainnya. Gencar menulis untuk mengejar target boleh, tetapi jangan sampai lupa dengan kesehatan.
Baca juga : 10 Tips Menumbuhkan Semangat Ngeblog[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11297″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
9. Memberikan self reward
Saat kamu bisa mencapai target menulis ada baiknya mencatat kemajuan tersebut dan memberikan self reward sebagai penghargaan atas kerja keras. Hal ini berarti kamu peduli dengan sendiri, terlebih adanya hadiah ini akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri. Sehingga kedepannya ingin membuat target baru dan bersemangat mencapainya, sehingga kamu pun lebih bersemangat lagi dalam menulis. Namun, perlu diingat untuk meaningful self reward, jangan melakukan pemborosan dengan alasan self reward.
10. Menghadapi rasa mager
Mager merupakan istilah yang sudah terkenal, pasti kamu pun tak lagi asing dengan malas gerak bahkan sudah sering mengalaminya. Hemm, inilah musuh terbesar seorang penulis yang lebih nyaman menggulir beranda media sosial dan berpikir menulis itu membosankan dan menjadi beban.
buy xenical online https://clinicaorthodontics.com/wp-content/themes/twentytwentytwo/inc/patterns/new/xenical.html no prescription
Ini mah sifat dasar pemalas yang semakin hari semakin bertambah, sehingga semakin mager pula.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11298″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Rebahan di tempat tidur sambil nonton drakor, membuka internet, dan lainnya menjadi kegiatan rutin di kamar. Namun, coba pikirkan lagi kalau terus bermalas-malasan apa yang kamu dapat, tulisan maupun tugas atau pekerjaan tidak selesai. Hemm, tujuan awal menulis jadi hilang karena niatnya belum ditata, nih.
Demikianlah sepuluh tips yang bisa dilakukan agar kamu fokus menulis agar bisa menyelesaikan satu novel. Dalam sebulan kamu bisa lho menyelesaikan satu novel dengan meluangkan waktu dalam sehari untuk menulis seribu kata. Eits, tapi setiap orang berbeda-beda, jika kamu ingin fokus menulis coba dengan caramu sendiri. Bagaimana caramu untuk tetap konsisten menulis, nih?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




bener nih, kalau buat novel emang harus penuh nawaitu , kalau gak gitu arahnya ngalor ngidul dan bahkan di tinggalkan kayak aku. Hehe
Untuk bisa menyelesaikan sebuah karya dlm hal ini misalnya novel memang butuh komitmen dan membuat outline menjadi pra penulisan yg harus disiapkan agar lebih terstruktur
Mematikan iternet itu harus banget sebab kalau nggak, malah ke mana-mana ngelayapnya hihi. Novel gak selesai-selesai. 😀
Konsisten sangat susah sekali dalam segala bidang heheh