Aku gila? IYA!

32 thoughts on “Aku gila? IYA!”

  1. Nggaklah mbak, orang gila nggak mungkin sebegitu sadarnya dan mengakui kegilaannya πŸ™‚

    Tapi segila-gilanya kita masih ada lhoh yang lebih gila lagi πŸ™‚

    Eh, ini cuman sejenis puisi kan?

  2. Tulisan ini bentuk introspeksi, berarti tinggal menunggu perbaikan diri, semoga segala kebaikan menyertai Mbak Anisa karenanya πŸ™‚

  3. weits, Fiksi yg keren mbak, mrebes mili aku bacanya mbak. Menggambarkan kebanyakan situasi wanita. yang kadang harus menanggung beban berat, maju badan hancur mundur di caci maki. hidup memang kadang tidak adil pada wanita

  4. Kamu tetap Wanita kuat Mbak Anis. Semoga lelah dan letih akan terbayar kelak di saat anak2 Sudah besar dan dewasa. Apa yang ditanam hari ini kelak akan engkau tuai hasilnya. Tanamlah dengan kesabaran dan kegigihanmu.

  5. Sing sabar, Mba Anis. Saya yakin, dirimu adalah wanita tangguh yang akan tampil sebagai pemenang dalam mengalahkan 'monster' yang ada di dalam diri. Pasti bisa. Untaian kata yang Mba pilihkan di tulisan ini, terlihat jelas, bhw Mba Anis adalah wanita yang baik dan tetap ingin bertanggung jawab thd amanah yang dititipkan-Nya. Yuk, semangat! Badai pasti berlalu. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *