Apa saja sih syarat untuk menjadi pendonor darah?
1. Sehat jasmani dan rohani.
2. Usia 17 sampai dengan 65 tahun.
3. Berat badan minimal 45 kg.
4. Tekanan darah :
– sistole 100 – 170
– diastole 70 – 100
5. Kadar haemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%.
6. Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun)
Jangan sekali-kali mencoba menyumbangkan darah, jika :
1. Mempunyai penyakit jantung dan paru paru.
2. Menderita kanker.
3. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
4. Menderita kencing manis (diabetes militus).
5. Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
6. Menderita epilepsi dan sering kejang.
7. Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
8. Mengidap sifilis.
9. Ketergantungan Narkoba.
10. Kecanduan Minuman Beralkohol.
11. Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS.
12. Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan.
Jika semua syarat di atas sudah terpenuhi, namun ada beberapa hal yang membuat kita harus menunda mendonorkan darah. Apa saja sih?
1. Sedang sakit demam atau influenza, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
2. Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh.
3. Setelah operasi kecil, tunggu 6 bulan.
4. Setelah operasi besar, tunggu 12 bulan.
5. Setelah tranfusi, tunggu 1 tahun.
6. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, tunggu 1 tahun.
7. Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 12 bulan.
8. Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan.
9. Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
10. Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
11. Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, tunggu 12 bulan.
12. Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
13. Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh.
14. Setelah vaksin, tunggu 8 minggu.
15. Ada gejala alergi, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
16. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
Nah, bagi yang tidak memenuhi syarat di atas, bisa juga ikut peduli dengan transfer ke PMI langsung. Kalau nyumbang untuk PMI, jangan dititipkan orang, ya? Takutnya ditilep, hehehe. Apalagi sekarang adalah bulan dana PMI. Memangnya PMI nerima uang juga? Eits jangan salah, PMI tidak hanya berhubungan dengan darah, tapi juga bantuan kepada korban bencana atau yang lainnya.
Ini beberapa no.rek PMI yang bisa ditransfer uang. Tidak ada minimalnya kok, asal ikhlas. Berapa saja juga oke. 🙂 Ayo peduli bantu sesama!!
- Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomo Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
- Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
- Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
Eits, jangan lupa, darah TIDAK DIPERJUALBELIKAN oleh PMI. Jadi, tidak ada istilah membeli darah, tapi mengganti biaya untuk proses pengambilan darah. Seperti jarum suntik, botol darah, laboratorium, dan lain sebagainya. Untuk pendonor pun biasanya juga mendapatkan sangobion, pocari sweet, dan biskuit.
Umpama gak ada stok darah pas lagi butuh golongan darah tertentu, biasanya langsung mencari pendonor dari luar. Misalnya saja saudara atau keluarga korban, biasanya golongan darahnya sama.
Sayangnya banyak yang beranggapan kalau PMI itu jual beli darah plus cuma cari untung. Its, kalo mau jual beli, nanggung banget ke darah. Sekalian aja jual beli rumah. Apalagi sampai ada korupsi di PMI, dosanya besaaaar lho. Daripada ngomongin yang gak jelas, mending kita ikhlas, apa pun itu. Biar Allah saja yang menilai dan membalasnya. Mau donor darah ataupun menyumbang dana ke PMI juga boleh. Mau cuma nyumbang tenaga plus cuap-cuap seperti saya juga bisa. Yang penting ikhlas. 🙂
satu tetes darah yang didonorkan sangatlah berharga bagi yg membutuhkan…
Betul sekali, Kang 🙂
sekarang bulan dana PMI toh.
udah lama gak donor, baru 4 kali donor waktu masih kuliah kegiatan kampus dengan PMI. memang ya banyak yang bilang jual beli darah, hmm.
jadi pendonor tetap sejak SMA adek mba, wuiih salut dah.
mba nis takut jarum sama darah to.
Iya. 😀
Xixixi, jangan keras-keras. 😀
wah pengen sih mba, tapi kal darah rendah bisa donor juga ngga sih mba?
Kalo rendah, jangan, nanti malah pingsan. Biasanya kan dites dulu
Aku punya darah rendah ga bisa ikutan donor, ntar malah pusing.
Hmm jadi bukan beli darah ya? Tapi stigam yang beredar di masyarakat udah kadung seperti itu, moga bisa hilang dengan postingan2 sejenis ini Nis.
Iya, banyak banget yang beranggapan kaya gitu. 🙂 Apalagi kalo dapatnya pas mahal. 🙂
apa iya mbak donor darah bikin cakep?? mau donk… hehe
Hehehe, iya dong …. Soalnya darahnya teregenerasi tiap mendonor.
Lengkap nih infonya… slama ini saya cmn tau syaratny aja, yg lain2 ga tau
Hehehe, sekalian kalo ngasih infoya Mbak 😀
setetes darah sangat dibutuhkan utk menyambung nyawa..
Iya banget Mbak 🙂
sy blom pernah ikutan donor darah. sering ga eligble…katanya setelah donor enak di badan yaa
Katanya sih Mbak … Tapi kan saya gak pernah. Hehehe
Saya sih gak takut jarum, cuma ya ditolak terus tiap mau donor. 🙁
Alasannya ditolak apa mbak?
Aku blm perna donor darah samsek mbaa.. Takut jarum ��
Sukses kontesnyaaa
Heheh, sama. Makasih ^^
Aku banget tuh Mbak, punya niat tulus untuk donor tapi sering Hb ku gak menuhi standar :'((
Sabar …. semoga suatu saat bisa ^^
Wah mantab tulisannya detail 🙂 Semoga menang ya lombanya.
Aamiin. 🙂 Makasih 🙂
saya belum pernah ikut donor darah. dulu ada acara donor waktu sma. dan masih takut. sekarang sudah ema-ema, malah nggak bisa kayaknya, tekanan darah saya selalu rendah.
salam kenal dr Sumedang mba Anisa.
sukses lombanya
Salam kenal juga Mbak. ^^ Makasih
Belum pernah donor darah. Asli takut bgt sama jarum suntik ~_~"
Sama ma saya. >,<
infonya lengkap mbk, jd tau lbh bnyak nih ttg donor darah
Makasih 🙂 Semoga membantu
Di kampung suami ada donor darah rutin, malah ada istilah bank darah. Jadi kalau kita donor terus ada anggota keluarga Yang membutuhkan akan mendapat satu kantong darah gratis. Tapi saya belum pernah donor, belum berani lihat darah sendiri kayaknya hikz
Isssh keren. Apa PMI di sini juga seperti itu, ya? Coba nanti tak main ke kantor PMI buat tanya-tanya lagi. ^^
Lengkap banget mbak info persyaratannya.. Bisa buat bekal kalau aku mau donor darah. Sayangnya BB ku selalu di bawah 45 dan tensi darah juga rendah, Mbak..
Wah, selalu kurang memenuhi syarat, ya? 🙁 Sayang banget
Waah materinya bagus, Mbak. Ada pengalaman sendiri yang bisa ditulis dengan PMI. Moga menang yah
Aamiin. 🙂 Makasih doanya
berbagi bisa dengan cara apa saja ya mbak, termasuk mendonorkan darah. Keep inspiring and sharing 🙂
Iya. ^^
jadi inget, terakhir aku donor …. dua puluh tahun yang silam!
Aku malah gak pernah donor, Mbak.
makasih gan tentang infonya dan semoga bermanfaat
Sama-sama. 🙂