[vc_row][vc_column][us_single_image image=”10816″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hai Sobat, berutang menjadi jalan pintas saat seseorang membutuhkan pinjaman uang atau mengalami masalah sehingga kekurangan uang. Tak segan saat ingin meminjam uang sampai mengemis dan memohon kepada saudara atau pun keluarga. Lalu, berjanji untuk melunasinya tepat waktu sesuai dengan kesepatan yang pada akhirnya tak berjalan dengan baik. Ya, seperti yang kita tahu rezeki dan musibah tidak pasti datangnya sehingga uang tidak pasti ada saat itu juga. Padahal kebiasaan berutang justru tak menyelesaikan masalah, tetapi malah menambahnya.
Banyak sekali yang berutang atau meminjam uang, tetapi tidak bisa melunasinya tepat waktu karena tidak ada uang. Terkadang orang yang berutang akan cenderung terus melakukannya, bahkan tak jarang menutup satu utang dengan utang lainnya. Pasti tak asing lagi dengan istilah ‘Gali lubang tutup lubang’ yang merujuk pada melunasi utang dengan utang. Hal ini bisa terjadi karena manajemen keuangan yang tidak baik, sehingga berutang untuk sekadar membayar utang.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10820″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Fenomena ini sudah sering terjadi terlebih diri kita sendiri, sebagai yang meminjamkan uang pastinya kesal saat uang tak kembali apalagi saat yang berutang memiliki banyak uang, tetapi tak segera membayar utangnya. Memang mencari pinjaman uang sangat sulit, begitu pun untuk mengembalikannya akan sulit untuk orang yang tak bertanggung jawab. Menemukan orang yang bisa dipercaya menjaga amanat dalam berutang memang sulit.
buy doxycycline online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/doxycycline.html no prescription
Baca juga: 5 Tips Menabung yang Wajib Dicoba
Untuk yang berutang pun pasti akan pusing mengelola uang saat memiliki utang kepada orang lain. Bahkan, kebutuhan sehari-hari bisa terbengkalai karena manajemen keuangan yang buruk. Saat tidak bisa membayar kita pun akan merasa malu sehingga menjauh atau tidak memberikan penjelasan tentang pembayaran utang. Hidup tidak akan tenang karena terus dikejar dan dibayangi utang. Selain itu, masih banyak bahaya berutang yang perlu diketahui, sebagai berikut:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10817″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Bahaya Berutang Menurut Islam
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
- Berutang sering mengantarkan pada banyak dusta
Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, bahwasanya dia mengabarkan, “Dulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dan dari berhutang.” (HR Al-Bukhari).
- Jiwanya menggantung sampai utangnya lunas
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi No. 1078 dan Ibnu Majah No. 2413, shahih).
Hadis tersebut menegaskan agar ahli waris segera melunasi utang si mayit. Tak hanya itu, orang yang berutang pun statusnya masih menggantung sampai hutangnya tersebut dilunasi. Terlebih untuk yang mempunyai uang tetapi tak kunjung membayar utang, hadis ini menjadi ancaman agar segera melunasi hutangnya dan agar tak lupa jika sedang berutang.
Buat kalian yang bertekad melunasi utang, tetapi belum memiliki uang ada toleransi dari Allah. Ya, Allah memberikan pertolongan untuk melunasi hutangnya seperti yang dijelaskan dalam beberapa hadis.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10819″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]3. Akan menyulitkan di akhirat kelak
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah No. 2414, shahih).
4. Dianggap sebagai pencuri jika tidak ingin mengembalikan utang
Diriwayatkan dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah No. 2410, hasan shahih).
Baca juga: Belajar Finansial dari Squid Game[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Nah, itulah bahaya berutang menurut Islam yang berisiko bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Terlebih selama di dunia harus berhadapan dengan orang yang meminjamkan uang, saat tak segera membayar utang pastinya kita akan malu untuk bertemu dengannya. Sehingga terus menghindar sampai berita tentang kita yang tak membayar utang tersebar ke semua orang dan menjadi bahan perbincangan.
Masalah lainnya seperti kesulitan mengatur kebutuhan dan keuangan juga ikut andil sampai membuat keluarga menderita. Oleh karena itu, setelah mengetahui bahaya berutang maka kita harus segera melunasi utang atau bersikap amanat agar dipercaya orang lain. Saat sudah bisa melunasinya ada baiknya segera melunasi karena tidak ada yang tahu musibah dan kematian kapan datangnya.
buy cymbalta online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/cymbalta.html no prescription
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10818″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Jika mengingat bahaya berutang ada baiknya tidak melakukannya, jika ada masalah dengan keuangan sebaiknya memikirkannya matang-matang. Akan lebih baik jika berprinsip, berutang di saat butuh dan merasa mampu mengembalikan. Sehingga hal ini menyulitkan kita di dunia maupun di akhiat nanti.
Selain itu, banyak kita jumpai berutang dengan adanya buka yang semakin bertambah banyak utangnya semakin lama waktunya melunasi.
buy antabuse online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/antabuse.html no prescription
Maka dari itu, berhati-hatilah saat akan meminjam uang dan perhitungkan mampu atau tidak membayarnya sesegera mungkin. Untuk menghindari berutang ada tips yang bisa kalian praktikkan, nih! Berikut cara sederhana untuk menghentikan kebiasaan berutang:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Cara Sederhana Menghentikan Kebiasaan Berutang
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Terapkan manajemen keuangan
Hal yang perlu dilakukan untuk menghentikan kebiasaan berutang adalah membuat daftar penghasilan dan beban di setiap bulannya. Ya, kita perlu mencatat semua pengeluaran setiap bulannya mulai dari membeli makanan dan kebutuhan lainnya, tempat tinggal, transportasi, dan lain sebagainya. Kita harus memastikan jumlah pengeluaran lebih rendaah dari penghasilan yang didapatkan setiap bulan.
Penghasilan yang lebih besar dari pengeluaran menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi agar terbebas dari jeratan hutang. Setelah mencatat semua pengeluaran dan menyesuaikannya dengan penghasilan, buatlah anggaran setiap bulan. Anggaran bulanan ini menjadi kontrol pengeluaran setiap bulan dan membantu kita mengetahui ke mana keluarnya uang.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10821″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Jika suatu saat terjadi masalah pada pengeluaran, kita bisa memperbaiki kebiasaan berbelanja dan belejar berhemat setelahnya. Setelah membatasi pengeluaran, tetapi masih ada masalah berarti kita harus meningkatkan jumlah penghasilan setiap bulannya. Seperti memulai bismis sampingan atau mengambil jam lembur untuk menambah jumlah penghasilan.
- Menghentikan kebiasaan konsumtif
Orang yang berutang pasti punya masalah dengan pengelolaan keuangan atau tidak bisa mengelola pengeluaran yang didapatkan setiap bulannya. Hal ini dikarenakan kebiasaan konsumtif atau yang terlalu berlebihan dalam berbelanja sehingga pengeluaran melebihi penghasilan. Terlebih penggunaan kartu kredit membuat kita semakin mudah untuk berutang saat berbelanja. Oleh karena itu, tinggalkan kartu kredit yang dimiliki di rumah dan saat berbelanja gunakan uang tunai atau kartu debit untuk membatassi jumlah pengeluaran yang berlebihan.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10822″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Simpan dana untuk kebutuhan darurat
Untuk memenuhi kebutuhan darurat terkadang kita tidak punya persiapan sehingga memilih berutang. Padahal kita menyimpan dana darurat agar tak perlu berutang untuk memenuhi kebutuhan tak terduga. Ada baiknya jumlah dana darurat enam kali lebih besar dari biaya pengeluaran sebulan.
4. Mencari cara menambah uang untuk melunasi utang
Di saat terlilit utang yang banyak, maka utamakan pengeluaran untuk melunasi utang yang dimiliki. Banyak sekali cara untuk menambah uang setiap bulannya, salah satunya dengan menghemat pengeluaran seperti mengurangi penggunaan barang elektronik, berolahraga di rumah, atau menjual barang yang tidak diperlukan.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10823″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Semakin banyak biaya yang dihapus akan semakin besar pula jumlah uang yang bisa digunakan melunasi hutang. Jika uang yang disisihkan untuk melunasi utang semakin banyak akan semakin cepat terlepas melunasi hutang. Setelah itu, barulah memperbaiki pola pengeluaran agar kedepannya tidak lagi berutang.
5. Mengutamakan keuangan di masa depan
Saat sudah terlepas dari utang atau sudah melunasinya, kita harus mengutamakan tujuan keuangan untuk masa depan. Mulailahh menyiapkan dana untuk kebutuhan seperti melunasi rumah, pendidikan, dan lainnya. Selain itu, kta perlu menghemat penghasilan untuk menyiapkan dana darurat.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10824″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Alasan Tidak Perlu Berhutang
- Utang membuatmu menghabiskan lebih dari yang dihasilkan
- Terjebak bunga yang mengharuskan membayar lebih tinggi
- Utang akan menguras penghasilan kamu di masa depan
- Utang membuatmu membayar lebih banyak dari seharusnya
- Utang akan mempengaruhi skor kreditmu
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




saya sebisa mungkin menghindari utang. selalu menyediakan dana cadangan dan dana darurat jika butuh uang yang darurat. Saya pribadi itu kalau punya utang merasa terbebani, makanya saya lebih baik mencukupkan diri dengan menghindari hal-hal yang konsumtif
Belum lama ini saya dicurhatin teman yang terlilit pinjol sana sini, Mbak .. duh ngenes.
Padahal pinjamannya gak penting2 amat lalu cara dia gali lobang tutup lobang. Kasihan.
Ngeri aku mba bayangin yang sudah terlilit hutang gini. Apalagi pinjol. Emang harus sedia rem pribadi, buat mengkontrol keinginan yang nggak prodktic
Iya Mbak, ngerii. Salah seorang kawan pernah curhat. Dia jadi punya kebiasaan gali lubang tutup lubang.