[vc_row][vc_column][us_single_image image=”10864″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hai Sobat, belakangan ini banyak terjadi bencana alam yang menimpa kita terlebih banjir di Blitar hingga erupsi Gunung Semeru yang menimpa daerah sekitarnya. Dari kejadian tersebut kita harus mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat bencana tersebut yang disebut dengan mitigasi bencana. Pasti tahu kalau kerusakan yang diakibatkan oleh bencana ini sangatlah banyak, bahkan memakan banyak rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Tak hanya itu, erupsi Gunung Semeru pun memakan banyak korban jiwa.
Seperti yang kita tahu, pada bencana erupsi Gunung Semeru kemarin yang membuat warga harus mengungsi sekarang. Banyak masalah yang mereka hadapi, tak hanya tentang rumah yang hancur, tetapi perkebunan, sawah, dan lain-lain juga terdampak.
buy amoxil online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/amoxil.html no prescription
Kemungkinan lain yang terjadi masyarakat gagal panen dan ekonomi mengalami penurunan. Bahkan, keadaannya sekarang para pengungsi membutuhkan bantuan berupa uang.
Mendengar kabar erupsi Gunung Semeru kemarin, juga memberikan ketakutan akan terjadinya hal buruk di kedepannya. Bahkan, dikabarkan jika Gunung Semeru mengeluarkan lahar panas. Semoga bencana ini cepat berakhir dan untuk mereka yang tinggal di sana selamat dalam keadaan sehat. Dari bencana ini kita bisa mengambil hikmah untuk mengantisipasi sebelum terjadi bencana. Oleh karena itu, kita perlu melakukan mitigasi untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang dikarenakan oleh bencama tersebut.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10868″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Mitigasi bencana adalah usaha yang dilakukan guna menekan risiko dan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana pada masyaralat di daerah rawan bencana. Ada empat penanganann yang bisa dilakukan dalam menangani bencana, yaitu kesiapan, tanggapan, mitigasi, serta pernomalan kembali. Selain empat penanganan bencana, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana.
buy elavil online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/elavil.html no prescription
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Ini Tips Menghindari Bahayanya
Hal yang harus diperhatikan dalam mitigasi bencana, yaitu adanya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk setiap kategori bencana, sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi bencana, memahami apa yang harus dilakukan dan dihindari, juga cara menyelamatkan diri saat ada bencana, serta pengaturan dan penataan daerah rawan bencana. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi mitigasi khususnya di Indonesia, yaitu sebagai berikut:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Tak hanya fokus pada mitigasi bencana, tetapi juga pendidikan, pangan, tenaga kerja, perumahan, kebutuhan dasar.
- Menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan prinsip desentralisasi.
- Memahami pengembangan konstruksi rumah yang aman.
- Menyesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, serta ekonomi masyarakat.
- Mitigasi bencana harus sesuai dengan proses pembangunan.
- Memahami teknik mengubah pola dan struktur pemukiman.
- Memahami tata guna lahan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Memahami kerugian yang akan terjadi, baik secara ekonomi, sosial, dan keterlibatan politik.
- Selain itu, mitigasi bencana juga harus mudah dipahami dan diikuti masyarakat.
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10869″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10865″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Jenis Mitigasi Bencana
Mitigasi bertujuan meminimalisir kerugian saat terjadi bahaya di masa depan, menekan risiko kematian dan cedera terhadap penduduk, mengurangi kerusakan dan kerugian ekonomi pada infrastruktur sektor publik. Mitigasi sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu mitigasi struktural dan non struktural, berikut penjelasannya:
- Mitigasi Struktural
Upaya untuk meminimalisir bencana dengan membangun berbagai prasarana fisik dengan teknologi disebut mitigasi struktural. Contoh mitigasi struktural ini adalah membuat alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, membuat early warning system guna memprediksi gelombang tsunami, membuat waduk untuk mencegah banjir, sampai menciptakan bangunan tahan bencana dengan struktur yang telah direncanakan dan mampu bertahan agar tidakmembahayakan penduduk jika terjadi bencana.
- Mitigasi Non Struktural
Suatu usaha untuk mengurangi dampak bencana dengan kebijakan dan peraturan disebut juga dengan mitigasi non struktural, misalnya Undang-Undang Penanggulangan Bencana, membuat tata ruang kota, atau kegiatan lain yang bertujuan untuk menguatkan kapasitas warga.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10866″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Strategi Mitigasi Bencana
Mengingat bencana bisa diprediksi secara alami dan berhubungan antarab satu dengan lainnya, perlu adanya evaluasi terus menerus. Mitigasu bencama harus mempunyai persepsi yang baik dari aparat pemerintahan maupun masyarakat. Ada beberapa strategi yang bisa dilaiukan untuk mengupayakan mitigasi bencana yang terkoordinir dengan baik, yaitu sebagai berikut:
Baca juga: Mengenal Awan Cumulonimbus, Penampakan Awan Merah di Malang
- Pemetaan
Pemetaan terhadap tata ruang wilayah diperlukan untuk mencegah gejala bencana. Hal terpenting dalam mitigasi bencana adalah pemetaan, karena merupakan acuan dalam membentuk keputusan antisipasi kejadian bencana. Sedangkan di Indonesia hal ini belum terlaksanakan dengan baik karena belum seluruh wilayah dipetakam. Peta yang dihasilkan belum tersosialisasi dengan baik, bahkan belum terintegrasi. Selain itu, peta bencana yang dibuatĀ menggunakan peta dasar yang berbeda-beda sehingga menyulitkan proses integrasinya.
- Pemantauan
Pemantauan terhadap hasil pemetaan tingkat kerawanan bencana di setiap daerah akan membantu pemantauan untuk memprediksi terjadinya bencana. Dengan adanya pemantauan tersebut, upaya penyelamatan saat bencana terjadi akan lebih mudah. Terlebih pemantauan bisa dilakukan untuk pembangunan infrastruktur agar tetap memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10870″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]3. Penyebaran Informasi
Menyebarkan poster dan leaflet kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota serta Provinsi seluruh Indonesia yang rawan bicara mencari cara menyebarkan informasi ini. Informasi yang bisa disampaikan tentang cara mengenali, mencegah, dan penanganan bencana. Hal ini bertujuan untuk meningkaykan kewaspadaan terhadap bencana geologi di daerah teryentu. Koordinasi pemerintah sangat penting dalam penyebaran informasi karena wilayah Indonesia sangatlah luas.
4. Sosialisasi, Penyuluhan, dan Pendidikan
Tidak semua masyarakat bisa mengakses informasi tentang bencana, karena itu menjadi tugas aparat pemerintahan guna melakukan sosialisasi ke masyarakat. Bahan penyuluhan hampir sama dengan penyebaran informasi. Hal ini difokuskan kepada tata cara pengungsian dan penyelamatan saat terjadi bencana. Latihan bertujuan menjelaskan alur informasi dari petugas lapangan, pejabat teknis, dan masyarakat sampai tingkat pengungsian serta penyelamatan korban bencana. Hal ini membentuk kesiagaan tingga dalam menghadapi bencana.
buy bactroban online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/bactroban.html no prescription
5. Peringatan Dini
Memberitakan hasil pengamatan di suatu kawasan yang rawan bencana agar masyarakat lebih siaga menjadi peringatan dini untuk mereka. Peringatan dini ini disosialisasikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat untuk menyadarkan masyarakat agar menjauhkan diri dari bencana. Peringatan dini dan hasil pemantauan daerah rawan bencana berbentuk saran teknis, pengalihan jalur jalan untuk sementara atau seterusnya, serta pengungsian dan saran penanganan lainnya.
Baca juga: Tips Selamat Menghadapi Gempa[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10867″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Tahap Penanganan Bencana
Pemahaman penuh akan sifat bencana menjadi hal yang paling penting dalam pelaksanaan mitigasi bencana. Setiap negara dan daerah memiliki tipe bahaya-bahaya yang berbeda. Ada beberapa negara yang rawan banjir, ada yang menghadapi kerusakan akibat badai tropis, atau ada gempa bumi. Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan bisa dibagi menjadi 4 kategori. Sebagai tahap awal penanggulangan bencana alam bisa mengurangi dan menekan dampak bencana. Berikut tahapan mitigasi bencananya:
- Mitigasi merupakan kegiatan sebelum terjadinya bencana. Jadi, contoh kegiatannya antara lain menanam pohon serta memberikan penyuluhan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan pencegahan lainnya untuk mencegah terjadinya banjir.
- Kesiapsiagaan, perencanaan terhadap cara merespons kejadian bencana. Perencanaan harus dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan lainnya yang akan terjadi. Tujuannya untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan sarana pelayanan umum dan meliputi usaha mengurangi tingkat risiko, pengelolaan sumber daya masyarakat, dan pelatihan warga di daerah rawan bencana.
- Respons, usaha mengurangi bahaya akibat bencana. Tahapan ini berlangsung setelah terjadi bencana, rencana penanggulangan bencana dilakukan dengan fokus ke upaya pertolongan korban dan pencegahan kerusakan akibat bencana.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Sedih bgt akhir2 ini banyak bencana alam di negara kita, semoga udah ga terjadi lagi ya mba, semoga kondisi juag semakin membaik.
Aku asli Purwokerto, dr lahir sampe lulus kuliah tinggal di bawah gunung Slamet, tp Puji Tuhan bkn gunung aktif jadi aman trs hehe
Mitgasi bencana harus di lakukan sebagai bentuk anitsipasi atas dampak yang bisa terjadi. Dan hal ini tentu memerlukan partisipasi serta dukungan dari semua pihak
Kasian ya mba sama pengungsi di sana. Sedihnya nggak bisa balik ke rumah selama gunungnya masih erupsi dan berkali-kali ngeluarin awan panas. Kapan hari aku liat video lahar dingin bikin merinding, masih panas dan bisa mebahayakan warga atau relawan.