Jangan Makan Bangkai Mario Teguh

42 thoughts on “Jangan Makan Bangkai Mario Teguh”

  1. Semua diawali dari layar televisi.
    Lalu banyak yang ikut mengomentari, pro dan kontra
    Penjelasan bukan membuat berita menjadi sepi, malah menjadi-jadi.
    Semoga kita bisa lebih arif dalam menyikapi setiap keadaan.
    Salam hangat dari Jombang

  2. Setuju banget Mbak. Gimana ya, ngenes aja sih melihat masalah orang tua – anak jadi konsumsi publik. Kalau ada yang nyetatus/buat tulisan tentang kasus ini tapi isinya yang gimana2 gitu saya pilih hide aja status/beritanya. Saya juga nggak ngerti kenapa ada orang mau habiskan waktu & tenaga buat bikin akun socmed (IG) khusus gosip2 yang katanya lebih hot dibanding gosip di TV.

  3. Orang yang sukses, biasanya dijatuhkan dari masa lalunya. Ketoke om Mario kena sendiri omongan di salah satu serialnya. Ning yo jenenge menungsa mesthi ana salah e.

    Aku sih berharap mereka bisa rukun lagi, biar penonton bisa ikut lega #eh

  4. maka, sebagai orang muda,berhati-hatilah dengan yang kita sebarkan di internet hari ini, karena itu bisa menjadi fitnah masa depan yang menjatuhkan kita (MT)~salam hangat utk semua kekasih hati kita

  5. Sekedar tau beritanya tapi memilih untuk ngga terus-terusan mau tau perkembangannya. Setuju banget bahwa yang begini bukan ngga mungkin satu saat terjadi sama diri kita. Mendingan kita woles aja ya, mba :D.

  6. Aku juga termasuk yang paling ga update soal kasus MT ini, mba. Hanya mendenger sekilas, dan karenanya tak pernah berusaha utk menyimpulkan. Takut salah. Aku sepakat denganmu, Mba. Biarkan sajalah mereka berkicau dan bertarung, ga perlu kita tambahin, karena nasib kita sendiri belum jelas ke depannya, ya. 🙂

  7. Sebenarnya aku milih nggak berkomentar, tapi karena mbak berat sebelah, terpaksa aku komentar disini. Bagaimana jika mbak berada di posisi Kiswinar? Saya tahu itu tidak mungkin, karena mbak mencontohkan berada di posisi pak Mario. Mbak tidak memahami perasaan anak yang nggak diakui. Tetapi ada segelintir orang diluar sana yang diperlakukan seperti Kiswinar. Salah satu dari segelintir orang itu adalah aku.

    1. Di sini saya gak berat sebelah lho. Hanya menegaskan bahwa tidak ada gunanya menggunjing orang lain. Contoh lain pun banyak, gak hanya Mario Teguh.

      Jangan bergosip karena gak ada untungnya. Bacanya jangan pakai emosi, tapi dengan kepala dingin agar mengerti apa yang dimaksudkan.

      Ada paragraf ini : Ini sebenarnya warning untuk saya sendiri, karena bukan tidak mungkin jika suatu saat saya pun mengalami apa yang dialami Pak MT. Bahkan bisa lebih buruk dari itu.

      Paragraf ini : Please deh, kenapa sih pada suka makan bangkai Pak Mario Teguh?? Apa untungnya buat kita? Apa akan dapat duit? Apa bakal dapat ketenaran? Apa akan dibilang orang paling update soal gosip? Coba beri tahu saya, apa untungnya nyinyir soal Pak Mario Teguh?

      Paragraf ini : Lidah (tulisan) bahkan bisa membunuh seseorang, tidak hanya satu, bisa jadi sampai sekeluarga dan keturunannya. Berbeda dengan belati yang hanya bisa membunuh satu orang.

      Semoga kita semua dijauhkan dari memakan bangkai siapa pun, tidak hanya bangkai Pak Mario Teguh. Daripada kita melakukan sesuatu yang tak bermanfaat seperti itu, lebih baik kita membagikan sesuatu yang bermanfaat.

      Sekali lagi, keadilan adalah milik Allah. Kita tidak boleh menjudge seseorang dari sudut pandang kita maupun sudut pandang orang lain. Hanya Allah yang tahu siapa yang benar dan salah. Jangan sampai pahala kita berkurang hanya karena sesuatu yang tidak bermanfaat.

      Mohon maaf jika tulisan ini menyinggung, tapi saya sama sekali tidak menyinggung soal kasus. Hanya soal GUNJINGANNYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *