Baca juga : Inilah Hukuman Untuk 4 Pelaku Pembunuhan Sopir Go-Car
Baca juga : Kumparan Solusi Mudah Baca Berita Terpercaya
Berita ini tersebar dengan sangat cepat karena video yang memperlihatkan Ibu Sukmawati sedang membaca puisi ini menyebar di sosial media.
Sudah banyak kasus seseorang yang membawa-bawa hal berbau syariat agama sebagai jokes dan berujung terjerat hukum. Sepatutnya kita harus belajar lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan.
Use your brain before your mouth.
Guna pepatah ini adalah untuk mengajarkan kita agar berpikir terlebih dahulu konsekuensi dari ucapan kita nantinya terhadap orang lain.
Jadi mari bijak dalam menggunakan lisan. Wait, tapi zaman sekarang juga harus bijak menggunakan tulisan. Karena kita semakin ke sini, lebih sering bercengkerama di sosial media yang bermediakan tulisan.
Baca juga : Istri Kedua Opick Meninggal Masih Tetap Dihujat?
Lebih tepatnya sih, bijaklah dalam bersosial media, biar aman dan tidak sampai tersandung rana hukum. Semoga kita bisa memperoleh pelajaran dari kasus ini.
Berikut ini adalah puisi Ibu Sukmawati yang berjudul ‘Ibu Indonesia’.
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Nanti akan langsung saya follback buat yang komentar langsung. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v



33 Comments. Leave new
Bedakan antara menyinggung perasaan dan menyentuh perasaan… Kalau yang ini saya pikir ada unsur menyinggung perasaannya, bukan menyentuh perasaan yang membuat menjadi makin cinta tanah air.
Betul banget, kalau ini udah menyinggung banyak pihak.
Ada ada aja ni manusia,, lisannya ga dijaga banget yaa.. padahal lagi didengar khalayak ramai, padahal suara adzan tak perlu lah dibandingkan dengan suara ibu.. terlihat tidak etis,,
Iya nih Mbak, harusnya lebih berhati-hati dalam berucap.
Yah, biar nanti Allah yang menghadapinya di hari hisab. Kata-kata pun dipertanggungjawabkan pada hari itu, termasuk tulisan.
Iya, Mbak.
Kabar terakhir katanya beliau copas dari puisi Hj. Irene ya mbak, hanya kata-katanya yang diganti. Aneh juga ya, katanya budayawan, tapi bikin puisi saja kok copas? Hehe..
Saya doakan semoga segera mendapat hidayah dari Allah kemudian bertobat.. aamiin..
Katanya gitu Mbak, tapi udah minta maaf beliaunya.
wah bu sukma itu seperti memancing di air keruh…sudah adem malah mancing2 berita yg g bener….harusnya dituntut itu
Tapi sudah minta maaf beliau kepada semua umt islam.
ini orang mungkin menguasai akan ilmu pendidikan ya..?
tetapi bikin puisi kok tidak nyambung, apa hubunganya syariat islam dengan ibu Indonesia ya ? aneh ?
kata syariat islam tertulis pada bait pertama,
tetapi memaknakan bahwa syariat islam itu lebih dikesampingkan, dan lebih menonjolkan kata kata selain islam…
sungguh diluar akal sehat manusia
Lebih tepatnya, banyak kata-kata yang menyinggung syariat islam.
Masalah agama memang sensitif sih mba..
Iih..klo aku takut membawanya ke ranah publik
Iya Mbak, harusnya masalah seperti ini tidak dibuat kiasan atau candaan.
Semoga Beliau cepat dapat pencerehaan dan mau meminta maaf, agar gak ada lagi pihak yang mengulangi hal serupa.
Coolatmoshpeer.blogspot.com
Sudah minta maaf beliau.
Kita memang harus bisa menjaga lisan dengan baik ya, Mbak. Seharusnya kita takut pada akibatnya yang menyangkut dunia dan akhirat.
Iya, Mbak.
gak tau syariat malah gembar gembor ke semua org. gak tau tuh baca, belajar, tanya. gitu aja kok repot
Hmm, iya Mbak. Kalau gak tahu harusnya belajar.
jaman sekarang bisa diakses semua orang harus hati2 biar gak gaduh
apalagi soal agama
Iya, Mas.
Sekarang ini masyarakat sedang sensi dengan masalah SARA.
Puisi tersebut jelas semakin memperkeruh suasana
Iya, betul banget.
Pas baca puisi beliau, kaget banget koq orang yg berilmu seperti beliau bisa menulis dan membacakan didepan umum.
Iya, Mbak. Padahal pendidikannya tinggi.
Wah ini mah kasusnya dimana-mana trending. Sepertinya Ibu ini ngga belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang nyinggung soal SARA di Indonesia itu seperti apa.
Iya, betul.
Berpuisi itu tidak disalahkan, hanya saja permainan kata-kata memang harus ekstra hati-hati, terlepas dari pemahaman, harus disadari bahwa membawa unsur agama dengan perbandingan-perbandingan itu sangat sensitif
Betul banget Mbak.
jadi heboh ya beritanya, ya kalo mau berpuisi di tengok dulu lah isi dan maknanya agar gak menyingung, apalagi ini kaitannya dengan agama.
Iyup, betul sekali.