[vc_row][vc_column][us_single_image image=”10010″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]PPKM masih terus diperpanjang dan seakan tak ada hentinya, tak ada pula harapan bagi anak untuk menginjakkan kaki di sekolahnya kembali. Mendengar ia merengek setiap hari tentang kerinduannya terhadap ke sekolah, dan tugas selama daring yang semakin menumpuk membuat bunda pusing, nih pastinya. Ada pula yang malah bermain seharian tidak mau menghadiri pelajarannya, tentu saja hal ini mempengaruhi masa belajarnya. Anak yang seharusnya sudah mengenal beberapa hal menjadi terhambat saat menjalani pembelajaran daring, karena semakin tidak paham dengan pelajaran sedangkan tugas terus diberikan. Lagi-lagi bunda yang harus pusing tujuh keliling mengajarinya. Bagaimana sih tips menemani anak daring?
Tak hanya harus membersihkan rumah, memasak, dan mengurus suami masih menjadi guru bagi anak saat di rumah. Belum lagi kalau bunda juga harus kerja, tentu saja tidak bisa selalu menemani dan menjaga anak selama daring. Namun, saat ditinggalkan anak akan sesuka hatinya mengikuti pembelajaran daring dan lagi-lagi tidak memahami materi. Di kemajuan zaman ini anak akan mencari cara mudah untuk menyelesaikan soalnya, seperti bertanya di google atau mencontek temannya. Hal ini membuat anak semakin tidak paham dengan pelajaran saat di rumah, karena tak ada pantauan orang tua dan bimbingan guru secara langsung. Bunda berperan penting dalam menemani anak belajar daring, nih.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Sampai sekarang pun pandemi COVID-19 masih terus menyerang negara kita, tentunya kondisi ini memaksa anak untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah di rumah secara online. Aktivitas si kecil di rumah pun tak sepenuhnya terpantau dengan baik oleh bunda, pembelajaran daring ini juga memberikan tantangan luar biasa kepada bunda yang harus tetap sabar membimbing anak dan anak yang harus mengerjakan tugas sekolahnya dengan baik walau materi tidak sepenuhnya ia kuasai.
buy effexor online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/effexor.html no prescription
Baca juga: Tips Menemani Anak di Hari Pertama Sekolah
Berikut dampak negatif sekolah online pada anak:[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10011″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Kurang memahami pelajaran dengan baik
Terbatasnya interaksi belajar secara online yang hanya lewat aplikasi seperti whatsapp, zoom, meet, dan google classroom, serta yang lainnya membuat anak kesulitan memahami penjelasan yang disampaikan oleh guru. Apalagi anak enggan untuk bertanya, koneksi internet dan gadget pun tidak memadai. Tentunya hal ini menyulitkan anak dalam memahami pelajaran dan berpengaruh pada nilai akademisnya.
2. Lebih malas dan bergantung pada orang tua
Saat di rumah tentunya anak lebih memilih bersantai dan bermain sesukanya tanpa peduli tugas sekolah, terkadang malah malas untuk mengikuti pembelajaran daring dengan alasan tidak paham materinya, kalau sekolah harusnya di sekolah bukan di rumah, dan lainnya. Bunda pun akhirnya membantu dengan mengerjakan tugasnya atau mengisi kehadiran dari ponselnya, hal ini justru membuat anak akan membiarkan bunda melakukan itu. Anak menjadi lebih malas, kurang belajar, tidak mandiri, dan tergantung pada orang tua.
buy wellbutrin online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/wellbutrin.html no prescription
Belajar di rumah secara online dianggap susah dan tidak menarik oleh beberapa anak, lebih baik belajar langsung dari sekolah. Hal ini membuat mereka tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan dan saat bunda membantunya, anak akan terus mengandalkan bunda untuk mengerjakan tugas-tugasnya.
Baca juga: 5 Cara Menciptakan Liburan Impian di Tengah Pandemi[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10014″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Lebih sering terpapar gadget
Pembelajaran daring mengharuskan anak menggunakan gadget, mereka harus hadir selama jam pelajaran sekolah untuk menyimak materi yang disampaikan dan tugas yang diberikan oleh guru. Tentunya hal ini memakan waktu berjam-jam, bahkan hampir 12 jam menatap layar ponsel. Sedangkan, waktu menggunakan gadget yang dianjurkan hanya sekitar 1-2 jam untuk anak. Jika tidak dilakukan pembatasan ketat anak akan kecanduan menggunakan gadget, bahkan di sela-sela waktu belajarnya. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan mata dan membuatnya kecanduan gadget.
4. Rasa cemas dan stress meningkat
Anak bisa merasa cemas dan stress karena sebagian guru yang merasa tidak cukup menyampaikan materi secara online akan memberinya tugas lebih banyak. Hal ini akan membebani anak apalagi materi yang sudah dipaparkan belum dipahami sepenuhnya. Berada di rumah seharian pun membuatnya merasa bosan dan merasa ditekan untuk mengerjakan tugasnya. Namun, yang paling mengganggu adalah saat orang tua meminta tolong di sela-sela pembelajaran daring yang membuat anak merasa kebebasannya terenggut dan akhirnya merasa cemas serta stress karena tertekan.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10013″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]5. Kurangnya bersosialisasi
Selama daring anak tidak bertemu teman-temannya secara langsung, terlebih pembelajaran daring dan tugas-tugas membuatnya tidak bisa bebas bermain. Hal ini membuat anak kehilangan masa bahagianya dam tidak bisa bersosialisasi dengan teman ataupun orang baru.
buy desyrel online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/noprescription/desyrel-no-prescription.html no prescription
Jika terbiasa seperti itu anak bisa menjadi pribadi yang pendiam, tertutup, dan tidak percaya diri suatu saat nanti.
Mengetahui dampak negatif pembelajaran daring ini bunda pasti tahu harus bagaimana untuk menemani anak belajar daring di rumah. Sisi positifnya pun bunda bisa memahami kondisi psikologis anak dan kesulitannya menghadapi pembelajaran daring ini. Selain itu, anak memiliki banyak waktu dengan keluarga. Tetap berada di rumah menjadi pilihan yang tepat di saat pandemi seperti sekarang. Anak pun tetap memerlukan edukasi yang memadai. Jadi, bunda harus sabar mendampingi anak belajar selama pandemi.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10015″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10012″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10016″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
Tips Menemani Anak Daring
1. Membagi Tugas Mengajar
Bunda bisa, nih, membagi tugas mengajar dengan ayah sesuai kondisi masing-masing, jika perlu bisa dibuatkan jadwal secara bergantian. Mengingat pentingnya peran ayah dan bunda untuk menemani anak dalam proses pembelajaran daring, ayah dan bunda harus bisa membagi waktu sesuai kesibukan dan hal ini akan membentuk kehangatan dalam keluarga.
Baca juga: Cara Mengatasi Stress untuk Ibu Rumah Tangga
2. Membuat jadwal harian
Anak juga perlu membantu ayah dan bunda dalam membangun rutinitas dan menetapkan kegiatan, oleh karena itu bunda perlu membuatkannya jadwal. Buatlah jadwal kegiatan seharian yang bisa dilakukan anak dan telah disepakati oleh ayah dan bunda, nih Jadwal ini berisi kegiatan anak dalam sehari, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi saat malam. Usahakan anak melakukan jadwal ini secara rutin, begitupun anggota keluarga lainnya. Selain itu, bunda bisa menambahkan durasi di jadwal harian itu agar anak menjadi disiplin, dan pastikan ada waktu istirahat untuk anak bermain.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10017″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Pastikan Kuota Internet Tersedia
Saat belajar dituntut secara online di mana harus menggunakan kuota internet, tentunya bunda harus memastikan kuota internet tetap tersedia sehingga pembelajaran tetap berjalan lancar. Namun, kuota internet semakin mahal dan kebutuhan terhadapnya kian meningkat, bunda bisa mulai mempertimbangkan tentang menggunakan jaringan Wi-Fi di rumah. Tentunya tak hanya untuk mendampingi anak belajar di rumah, kuota internet juga diperlukan oleh ayah dan bunda apalagi saat harus bekerja dari rumah, Tetapi, dengan kebebasan ini bunda harus memperhatikan anak agar tidak memakai gawai terus menerus. Bisa juga bunda menentukan batas pemakaian waktu yang sudah disepakati bersama, nih,
4. Gunakan aplikasi belajar online yang resmi
Saat anak tidak memahami apa yang dijelaskan oleh guru dan mengalami keterlambatan dalam pembelajaran bunda perlu membantunya belajar. Namun, jika bunda tidak ada waktu atau kehabisan bahan ajar saat menemani anak belajar daring tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Bunda perlu tahu, nih, tentang aplikasi belajar online yang cukup membantu membantu pembelajaran daring anak seperti ruang guru, quipper school, dan rumah belajar. Aplikasi-aplikasi ini menyediakan materi belajar dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK. Tentunya, bunda tak perlu khawatir anak tidak memahami materi di aplikasi itu karena fiturnya yang menyedaikan berbagai bentuk penyampaian belajaran lewat video dengan guru yang sudah berpengalaman.
5. Ajak anak menjaga kesehatan
Selama pandemi belajar di rumah, anak lebih sering duduk dan bersantai saat beraktivitas di depan layar. Hal ini akan membuatnya mudah terkena penyakit karena tidak berolahraga dan daya tahan tubuhnya lemah. Nah, ayah dan bunda juga harus mengajaknya berolahraga ringan di sekitar rumah, berjemur sambil sedikit senam atau olahraga.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Pembelajaran jarak jauh masih menjadi keresahan para orang tua karena sistem online tak semua bisa berjalan baik, apalagi utk wilayah yg akses internet nya tidak stabil
Semoga Pandemi lekas berakhir agar sistem pendidikan dan yg lain bisa kembali membaik
Jadi guru itu emang nggak mudah ya, makanya ketika ortu ngajar anak sering rasanya habis kesabaran. Tapi balik lagi mendampingi anak belajar memang jadi salah satu kewajiban ortu.