[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11604″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Dua hari yang lalu, tepatnya 10 November 2022 diperingati sebagai Hari Pahlawan di mana semangat juang dikobarkan di Surabaya. Ya, hari di mana rakyat Surabaya termasuk Bung Tomo mengobarkan api semangat melawan penjajah Belanda untuk mendapatkan kemerdekaan. Sehingga kota Surabaya menyimpan banyak sejarah dari peristiwa tersebut. Seperti ungkapan presiden pertama Indonesia, jasa para pahlawan hari itu pun masih dihormasi sampai sekarang. Yuk, kepoin destinasi wisata hari pahlawan di Surabaya!
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.”
Sejak saat itu, setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati hari pahlawan. Peristiwa yang lebih dikenal denagn nama Pertempuran Surabaya tersebut tercatat menjadi salah satu peristiwa penting negara kita. Lantaran, 10 November 1945 silam terjadi pertempuran luar biasa setelah kemerdekaan. Rasanya sejarah ini sudah diceritakan berkali-kali semasa sekolah dulu, tetapi tidak lengkap rasanya artikel ini tanpa mengulasnya sedikit.
Baca juga: Mengenang Meriahnya Lomba Agustusan Favorit[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Sejarah Diperingatinya Hari Pahlawan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11603″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan, bahkan pemerintah telah mengumumkan apabila mulai tanggal 1 September bendera Merah Putih bisa dikibarkan di Indonesia, termasuk Surabaya. Namun, tak seperti yang direncanakan, tentara Inggris mendarat di Jakarta serta berada di Kota Surabaya, yaitu pada tanggal 25 September 1945 silam.
Tujuan tentara Inggris adalah untuk melucuti senjata tentara Jepang serta mengembalikan mereka ke negaranya, mengembalikan Indonesia ke pemerintahan Belanda sebagai negara yang dijajah, serta membebaskan tawanan perang yang ditawan oleh Jepang. Hal ini menimbulkan pro kontra hingga tragedi bendera di Hotel Yamato, di mana bendera Belanda dikibarkan, berlanjut berhasilnya perobekan bagian biru dari bendera tersebut, sehingga menjadi bendera merah putih.
Sayangnya, masalah tak berhenti semudah itu karena setelah berhasil menandatangani gencatan senjata, ada bentrok di antara keduanya sehingga Brigadir Jenderal Mallaby. Tewasnya Brigjen Mallaby inilah yang memunculkan ultimatum dari Mayjen Robert agar pimpinan serta orang Indonesia harus melapor dan meletakkan senjatanya sampai 10 November 1945. Hal inilah yang membuat kemarahan rakyat Surabaya memuncak, hingga perang pun terjadi. Dalam pertempuran yang berlangsung kurang lebih tiga minggu itu, korban dari Indonesia kurang lebih 16.000 serta dari Inggris sekitar 2.000.
Pertempuran di Kota Pahlawan tersebut menjadi peristiwa yang besar setelah kemerdekaan. Terlebih dalam peristiwa itu masyarakat Surabaya melawan pasukan Belanda yang memiliki senjata canggih, arek-arek Suroboyo berbekal bambu runcing melawan pasukan NICA dengan semangat juangnya. Maka dari itu, di Surabaya masih tersisa jejak pertempuran tersebut yang masih ada di beberapa destinasi wisata hari pahlawan di kota Surabaya. Beberapa di antaranya akan diulas dalam artikel ini, antara lain:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Destinasi Wisata Hari Pahlawan di Surabaya
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Tugu Pahlawan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11600″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di urutan pertama, monumen paling terpopuler yang berdiri pada 10 November 1951 serta diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno setahun setelahnya. Tugu Pahlawan terletak di atas lahan bekas Gedung Kenpeitai yang dulunya diduduki Jepang. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur pada 10 November 1945 silam di Surabaya.
Dengan kata lain, tugu ini didirikan untuk mengenang Pertempuran Surabaya, serta menjadi simbol untuk mewujudkan semangat kepahlawanan bagi generasi muda. Tugu ini memiliki luas sekitar 1366 meter kubik, dengan tinggi 41,51 meter. Tugu ini dibangun dengan 10 lengkungan yang terdiri atas 11 ruas sebagai simbol Hari Pahlawan. Perlu diketahui, kalau bentuk tugu yang mirip lingga atau paku terbalik ini didesain oleh Ir.R. Seoratmoko.
Baca juga: Peristiwa Yang Melandasi dan Makna Hari Pahlawan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Museum Sepuluh Nopember
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11602″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Setelah Tugu Pahlawan, ada Museum Sepuluh Nopember yang menjadi pelengkap monumen itu. Museum ini berlokasi di Kecamatan Bubutan, berdekatan dengan Tugu Pahlawan. Museum ini berdiri pada 10 November 1991 serta diresmikan oleh Presiden Indonesia yang keempat, yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal Gus Dur.
Tujuan dibangunnya museum ini pun untuk mengenang jasa serta semangat juang rakyat Surabaya di pertempuran 10 November 1945 silam. Di museum ini, kamu bisa melihat berbagai peninggalan yang berhubungan dengan pertempuran serta sejarah terjadinya peristiwa tersebut. Hal itu dipamerkan melalui foto, dokumentasi, senjata yang digunakan sekutu, serta senjata rakyat Surabaya.
Uniknya, museum ini berada di bawah tanah sehingga bagian atapnya saja yang terlihat. Museum Sepuluh Nopember terdiri dari dua lantai yang dibagi dalam beberapa zona untuk meriwayatkan kejadian pertempuran 10 November 1945 secara runtut.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. Hotel Majapahit
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11601″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Mendengar nama ini sudah pasti langsung teringat pada kerajaan hindu terbesar di Indonesia dulu. Hotel ini pun menyimpan sejarah luar biasa di dalamnya, dulunya bernama Hotel Yamato. Hotel yang menjadi tempat perobekan Bendera Kerajaan Belanda berwarna merah, putih, biru yang pada akhirnya dihilangkan kain warna biru menyisakan bendera merah putih, bendera Indonesia.
Hotel yang tak jauh dari Monumen Kapal Selam ini berlokasi di Jalan Tunjungan, Kecamatan, Genteng serta dibangun sejak 1 Juni 1910. Tempat yang dulunya menjadi saksi bisu semangat juang arek-arek Suroboyo itu sekarang menjadi hotel mewah bintang lima. Di mana terdapat 143 kamar di lantai satu dan dua, hotelnya pun masih asli, dilihat dari keramiknya. Uniknya, toilet hotel ini terletak di dekat lobi hotel dan masih menggunakan teknologi zaman dulu.
5. Penjara Kalisosok
Penjara yang berusia lebih dari 200 tahun ini dibangun oleh Belanda tepat pada 1 September 1808 di bawah pimpinan Gubernur Jenderan HW. Daendels. Dulunya, penjara Kalisosok ini digunakan untuk menawan tentara Jepang, penjara ini berlokasi di Kecamatan Krembangan. Bangunan yang dulunya paling ditakuti oleh para nara pidana memang gelap, sempit, serta pengap. Suasana mencekam penjara ini juga pernah dirasakan oleh pahlawan nasional seperti Ir.Soekarno, W.R. Soepratman, dan KH. Mas Mansur.
Baca juga: Selamat Jalan Bapak Kita, B. J Habibie[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
5. Museum W.R Soepratman
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11599″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Museum ini berupa rumah yang dulunya dimiliki oleh kakak pertama W.R. Soepratman, yaitu Roekiyem Soepratijah. Lokasinya di Kecamatan Tambaksari. Dulunya W.R Soepratman pun tinggal di rumah tersebut sejak 1937 sampai meninggal pada 17 Agustus 1938. Rumah dengan dua kamar tidur dan ruang tamu ini dilengkapi replika bila yang ada di sudutnya.
Menariknya. Kamar W.R. Soepratman terletak di bagian depan rumah tanpa akses pintu, di sana hanya terdapat jendela yang digunakan keluar masuk. Ternyata itu digunakan untuk mengelabuhi pasukan Belanda di masanya.
Nah, dari kelima destinasi wisata hari pahlawan di Kota Surabaya yang bisa dikunjungi untuk mengenang peristiwa besar ini. Selain beberapa tempat yang telah disebutkan di atas masih ada lagi tempat wisata yang cocok dikunjungi saat hari pahlawan, misalnya Gedung Internatio, Benteng Kedung Cowek, dan Jembatan Merah. Mana nih tempat bersejarah yang pernah kamu kunjungi?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Yang pernah dikunjungi tugu pahlawan dan museum 10 november itu juga sudah sangat lama. Yang lain belum
Saya sudah pernah ke tugu pahlawan dan museum 10 november itu juha sudah lama banget, yang lain belum pernah
5 tempat ini bisa jadi wisata sejarah jika berada di Surabaya pas Hari Pahlawan ya, Mbak Nisa. Menarik banget.
pernah nih di tanya sama klien “tempat mana yang menarik di Surabaya” enteng jawab Tugu Pahlawan, karena Surabaya kota pahlawan yang penuh sejarah, gitu
Mantapsss lengkap sekali wisata di Surabaya