Bunda pasti tahu tentang buku KIA, buku ini berisi panduan kesehatan ibu dan anak yang berfungsi sebagai media pencatatan dan media komunikasi informasi dan eukasi (KIE) bagi ibu hamil dan balita untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin. Saat pandemi seperti tentunya buku ini sangat bermanfaat karena dengan adanya virus COVID-19 fasilitas anak, yaitu pelayanan kesehatan dan aktvitas sehari-hari tidak bisa terpenuhi seluruhnya. Kenapa harus pantau anak dengan buku KIA?

Peran penting tentunya adalah orang tua dan keluarga yang harus meningkatkan perhatiannya untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak secara mandiri menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kenapa harus buku KIA? Karena buku ini sudah direkomendasikan oleh WHO, Kementerian Kesehatan RI pun menetapkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) ini sebagai media pencatatan kesehatan ibu dan anak di tingkat keluarga. Selain itu, buku KIA digunakan sebagai media komunikasi dan edukasi (KIE) bagi ibu hamil dan balita untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin. Oleh karena itu, sangat penting pantau kesehatan dan tumbuh kembang anak dengan buku KIA.
Data tingkat kepemilikan KIA pun sudah cukup tinggi, dalam data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 75,2% ibu hamil dan 65,9% balita (0-59 bulan) memiliki Buku KIA. Namun, meski kepemilikan buku KIA cukup tinggi, ada masalah baru perihal penggunaan buku KIA, yaitu pengisiannya masih belum optimal. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021 dan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di masa pandemi, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan PT Tirta Investama, perusahaan yang tergabung dalam grup danone di Indonesia menyelenggarakan acara webinar tentang pentingnya pantau tumbuh kembang anak dengan buku KIA.

Tujuan webinar tersebut adalah untuk meningkatkan edukasi masyarakat akan pentingnya Buku KIA untuk membantu orang tua memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak. Webinar yang disampaikan oleh para dokter kesehatan yang luar biasa ini mengangkat tema “Pentingnya Buku KIA untuk Orang Tua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi”. Saat mengikuti acaranya di zoom materi yang dijelaskan pun sangat penting untuk kita ketahui.
Baca juga: Cara Efektif Mengenalkan Huruf Pada Anak

Bunda perlu tahu, nih beberapa materi yang disampaikan, seperti tentang gizi yang dijelaskan oleh Drg. Kartini Rustandi, M.Kes. “Di masa pandemi pelayanan gizi dan kesehatan lebih diprioritaskan kepada kelompok balita dan ibu hamil serta menyusui yang berisiko. Pada sasaran berisiko, dilakukan dengan janji temu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pemantauan pertumbuhan di posyandu menyesuaikan dengan kebijakan setempat. Jika posyandu tidak buka, orangtua dianjurkan untuk melakukan pemantauan secara mandiri dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” ujar Kartini. Bunda pasti tahu asupan gizi pada anak sangatlah penting, siapa yang tidak ingin anak tumbuh sehat dan cerdas hingga dewasa nanti. Wah, sepertinya panjang kalau dipaparkan, kita bahas satu-satu, yuk!
Baca juga: Melindungi Masa Depan Anak dengan Asuransi
- Pemenuhan Gizi
Bunda pasti tahu pentingnya gizi untuk si kecil, gizi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan peningkatan kualitas hidup anak, lho, Bun. Berkaitan dengan ini gizi bisa membantu mengoptimalkan fungsi tubuh, mencegah serta membantu penanganan penyakit.
buy ventolin uk https://blackmenheal.org/wp-content/languages/new/uk/ventolin.html no prescription
Gizi menjadi sangat penting, karena sistem kekebalan tubuh terbentuk dari asupan gizi yang diterimanya sejak usia dini. Artinya nutrisi dibutuhkan untuk membentuk sel-sel kekebalan untuk menyerang berbagai virus dan penyakit yang menyerang kapan dan di mana saja. Nah, bagaimana mengatur pola makan si kecil untuk mendapatkan gizi yang cukup? Berikut caranya:
- Hindari mengonsumsi jajanan dari luar rumah
- Kenalkan berbagai macam makanan sehat pada si kecil
- Biasakan sarapan pagi
- Hindari kegemaran pada satu jenis makanan
- Jika si kecil susah makan, bunda harus atur sedemikian rupa hingga si kecil mau makan.
Bunda harus pintar-pintar atur pola makan si kecil, nih. Nutrisi apa saja yang dibutuhkan si kecil? Pemberian gizi sehat baiknya dimulai sejak si kecil ada dalam kandungan sampai usia 3 tahun. Hal ini membantu mengembangkan pertumbuhan sel-sel otak sejak anak masih bayi. Saat kehamilan berusia 6 bulan hingga anak berusia 2 tahun akan mengalami pertumbuhan sangat cepat, maka membutuhkan banyak gizi untuk menyeimbangkannya.
Gizi yang dibutuhkan di usia itu adalah protein, karbohidrat, vitamin B1 dan B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphyngomyelin, sialic, dan asam-asam amino seperti tyrosine dan trytophan. Namun, yang paling penting adalah ASI (air susu Ibu) yang sudah mengandung gizi-gizi tersebut. Itulah alasan kenapa Bunda perlu memberikan ASI selama anak berada di usia dini.

- Kelainan pada Ibu dan Anak
Ibu dan anak sangat rentan terkena penyakit, tak jarang juga kelainan pada bunda menurun pada anaknya. Hal ini sangat berbahaya terlebih, jika terjadi saat bunda masih hamil. Bunda bisa saja mengalami gangguan saat proses kehamilan, persalinan, dan nifas secara mendadak. Oleh karena itu, keluarga dan orang terdekat perlu mengenali tanda gangguan tersebut dan menyediakan pertolongan untuk menyelamatkan Bunda dan bayi yang dikandungnya. Umumnya ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali Bunda dan keluarga, sebagai berikut:
- Ibu tidak mau makan dan muntah
- Berat badan ibu hamil tidak naik
- Pendarahan
- Bengkak di beberapa area tubuh
- Gerakan janin berkurang atau tidak ada
- Kelainan letak bayi dalam rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Persalinan lama
- Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilankehamil
- Demam tinggi pada masa nifas
Perlu bunda tahu, jika kehamilan normal pun harus diwaspadai karena tanda bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat diketahui pada saat pemeriksaan kehamilan. Gejala yang terjadi bisa saja kejang-kejangkejang, ketuban pecah, dan sebagainya hal ini sangat berbahaya karena bisa merenggut jiwa ibu dan bayinya. Oleh karena itu, kesehatan mental dan fisik Bunda perlu dijaga selama proses kehamilan hingga persalinan selesai. Tentunya, bunda memerlukan catatan dan panduan dari buku KIA untuk mengenali tanda atau gejala yang terjadi.
“Setiap informasi tentang kesehatan dan catatan khusus adanya kelainan pada ibu serta anak harus dicatat di dalam Buku KIA. Apabila mengalami kesulitan, orangtua bisa berkonsultasi kepada tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan didahului telekonsultasi sebelum janji temu,” kata dr Ni Made Diah.
buy zithromax uk https://blackmenheal.org/wp-content/languages/new/uk/zithromax.html no prescription

- Pemantauan Tumbuh Kembang Anak
Pemantauan tumbuh kembang adalah suatu kegiatan untuk menemukan adanya penyimpangan pertumbuhan, seperti status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan perkembangan (terlambat bicara), dan penyimpangan mental dan emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif). Mengingat pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang sangat pesat saat anak dari kandungan sampai berumur 2 tahun.
buy azithromycin uk https://blackmenheal.org/wp-content/languages/new/uk/azithromycin.html no prescription
Namun, perlu bunda tahu pertumbuhan dan perkembangan beda, nih.
Pertumbuhan atau tumbuh adalah bertambahnya ukuran fisik, seperti anak menjadi lebih tinggi dan bertambah berat badannya. Sedangkan, perkembangan atau Kembang adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh, menjadi lebih kompleks. Misalnya, bertambahnya kemampuan si kecil dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan. Namun, perkembangan ini harus sesuai dengan umurnya, oleh karena itu membutuhkan buku pencatatan dan panduan seperti KIA.
Dalam presentasinya di acara webinar buku KIA, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Dr. dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) mengatakan, “Pemantauan tumbuh kembang dilakukan kepada anak rentang usia 0-2 tahun dan 2-6 tahun dengan memperhatikan beberapa aspek sesuai tingkat perkembangan usianya.” Pemantauan tumbuh kembang, kata Dr. dr Fitri harus dilakukan secara rutin karena merupakan suatu proses yang terus berlangsung dan dalam perjalanannya dapat mengalami gangguan atau penyimpangan.
Baca juga: Resensi dan Giveaway Buku Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat
