[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11496″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Mitos tentang Rebu Wekasan sudah ada sejak dulu di Tanah Jawa, di mana masyarakat menganggap hari itu sebagai hari sial. Bahkan, jika ada bayi yang lahir di hari itu dipercaya akan mengalami kesialan dan umurnya tidak lama. Untuk menghindari kesialan tersebut orang Jawa akan melakukan tolak balak atau penolak kesialan. Untuk Sobat yang penasaran tentang tradisi ini, simak review film Inang yang mengangkat mitos Rebo Wekasan tersebut.
Hal ini juga sejalan dengan ramainya film horor-thriller berjudul ‘Inang’ yang baru diangkat ke bioskop mulai tanggal 13 Oktober 2022. Film bioskop tersebut menjadi kabar baik untuk para penikmat film karena dari trailernya sudah terlihat jika kisah tersebut seru, menegangkan, dan penuh misteri. Itulah yang menjadi daya tarik para penonton sampai mereka rela datang ke bioskop untuk merasakan ketakutan dan ketegangan dari film ini, termasuk saya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11495″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Seperti biasa, bioskop di Cyber Mall menjadi pilihan untuk menonton film yang mengangkat tentang mitos Rebu Wekasan ini. Apalagi di tanggal 15 Oktober 2022 cuaca sore agak gerimis rela menempuh perjalanan ke sana yang menghabiskan waktu satu setengah jam. Tepatnya sampai di sana pukul 18.00, setelah sholat Magrib cusss masuk ke bioskop menonton Inang.
Film Inang berbeda dengan film horor lainnya, di mana horornya dapet, tetapi tidak meninggalkan kehidupan nyata dan pesan moral yang baik. Inang dikemas sedemikian rupa agar menegangkan dan membuat bulu kuduk berdiri tanpa memunculkan setan yang sesungguhnya. Menariknya, film ini berhasil menceritakan kekejaman manusia serta related dengan keadaan sekarang. Sebelum ke review film Inang, yuk, kepoin sinopsisnya!
Baca juga: Rekomendasi Film Thriller Indonesia yang Menegangkan, Siap Temani Oktobermu![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11497″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Sinopsis film Inang
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Awalnya film ini berkisah tentang seorang perempuan yang berprofesi sebagai kasir supermarket yang bernama Wulan. Wulan yang diperankan oleh Naysila Mirdad ini dikisahkan hamil dan ditinggal pacarnya karena kehamilan yang di luar rencana tersebut. Sehingga Wulan ingin melakukan aborsi, tetapi urung karena rasa sayangnya kepada sang bayi. Hal itu membuatnya menanggung beban kandungannya sendiri.
Wulan dengan pengetahuannya yang kurang mencari solusi untuk menghadapi masalah tersebut secara online. Dengan pencarian di media sosial ini membawanya ke sebuah grup yang membantu ibu hamil untuk mengatasi keadaan sulit terlebih yang terimpit ekonomi. Dari sana Wulan berjumpa dengan pasangan suami istri bernama Agus dan Eva.
Di mana Agus diperankan oleh Rukman Rosadi dan Lydia Kandou sebagai Eva. Perjumpaan mereka membawa Wulan tinggal bersama sampai persalinan tiba. Namun, keduanya menyembunyikan rencana rahasia dari Wulan. Sampai perlahan Wulan menyadari hal-hal aneh yang terjadi di sekelilingnya. Jadi, apakah rencana Agus dan Eva sebenarnya? Apakah Wulan akan berhasil melahirkan anak yang dikandungnya dengan selamat?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11498″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Jadi, penasaran bukan dengan film Inang ini? Seperti yang diharapkan film ini memiliki alur cerita yang apik terlebih berlatar suasana kota hingga berpindah ke desa yang asri dan sepi. Tentu sukses membuat penonton merasakan suasananya karena kehidupan sehari-hari di perkotaan maupun pedesaan disoroti dengan baik.
Baca juga: Review Film Bumi Manusia
Salah satunya di tempat kerja Wulan, yaitu Supermarket ada bos dan salah satu teman Wulan yang dimunculkan dengan kepribadian nyentrik. Nita si cewek tomboi dan perokok yang mengetahui rahasia Wulan, serta Bos supermarket yang dimintai bantuan oleh Wulan, tetapi watak aslinya sebagai laki-laki hidung belang muncul. Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi Wulan yang terimpit ekonomi untuk membiayai kelahiran anaknya selain mencari bantuan dari sepasang suami istri bernama Eva dan Agus.
Kehidupan beralih ke rumah Eva dan Agus yang bernuansa rumah kuno pada umumnya. Perlakuan lembut Eva dan kebaikan Agus membuat Wulan bahagia dengan aktivitasnya di sana. Mulai dari menghabiskan waktu berkebun, merawat bunga, dan kegiatan lainnya dinikmati oleh Wulan. Sampai hal-hal aneh terjadi dan mengganggu pikirannya setiap malam. Bahkan, kedatangan seseorang semakin menguatkan firasatnya akan bahaya yang mendekat. Selain, mengangkat topik tentang mitos Rebo Wekasan, Inang juga memberikan beberapa pesan moral, nih![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11499″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Pesan Moral dari Film Inang
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Mengenali orang baru dengan baik
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11502″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Berawal mengenal di sosial media tidak bisa sepenuhnya menaruh rasa percaya, terlebih Facebook yang begitu luas jangkauannya dan sulit untuk mengetahui apakah orang tersebut baik atau jahat. Seperti apa yang dialami Wulan, mulai dari mengenal laki-laki di Facebook hingga ia hamil karena rencana yang tidak terduga. Lalu, laki-laki itu tidak bertanggung jawab dan meninggalkannya, sehingga ia harus bertanggung jawab atas anak di kandungannya sendiri.
Kemudian, ia masih melakukan kebodohan tersebut untuk kedua kalinya, yaitu mencari bantuan untuk melahirkan anaknya dari media sosial. Bertemu dengan Agus dan Eva yang tidak ia kenali lebih dalam, hal itu malah membuatnya dan bayi dalam kandungan dalam bahaya.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengenal lebih dekat orang yang baru saja dikenal, terlebih jika mengenalnya dari media sosial tidak bertemu secara langsung. Dari apa yang dialami Wulan, tentu kita harus mengenali orang baru dengan baik mulai dari mengetahui karakter, tingkah laku, dan lainnya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Tidak lari dari tanggung jawab dan melibatkan orang lain
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11501″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Bercermin dari Wulan yang menjadi wanita kuat sebagai ibu, ia bertanggung jawab atas anak di kandungannya. Walaupun hidupnya terimpit ekonomi dan ditinggalkan oleh kekasihnya, tetapi ia masih berjuang untuk melahirkan anak tersebut dengan selamat. Begitu pula di dalam kehidupan, penting untuk bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan.
Jadi, apa yang telah menjadi tanggung jawabmu jangan melepas tanggung jawab dan mengambi keputusan yang salah karena tak ingin menghadapi masalah atas kesalahan yang kamu lakukan sendiri. Sebab, perlu diketahui kalau ketidakmampuan bertanggung jawab seseorang akan berimbas ke orang lain, bahkan menjadikan mereka korban dan kesulitan.
3. Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga
Dari peribahasa tersebut kita belajar, bahwa hal yang disembunyikan pasti akan diketahui orang lain pula. Tidak bisa dipungkiri semua orang pasti memiliki rahasia yang disembunyikan dari keluarga atau orang terdekat, lantaran sulit untuk mengatakannya karena alasan tertentu. Namun, hal yang disembunyikan lambat laun akan terungkap seperti yang ditampilkan di film Inang.
Baca juga: Serunya Film Mahasiswi Baru – Hiburan Segar untuk Keluarga[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Membantu orang lain yang kesulitan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11500″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Sesuai fenomena yang terjadi sekarang, banyak orang yang kesulitan di kehidupannya sehingga membutuhkan bantuan. Mengingat tidak semua orang bisa melewati kesulitannya, tidak bisa dipungkiri pula sebagai makhluk sosial kita tidak bisa jauh dari pertolongan orang lain. Maka dari itu, saling membantu saat ada yang kesulitan sangat penting karena satu kebaikanmu akan sangat berpengaruh dan berarti bagi orang lain.
5. Jangan menyayangi anak dengan cara yang salah
Pesan ini yang sangat penting, sebagai orang tua memang baik untuk menyayangi anak hingga merelakan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Namun, mengorbankan orang lain untuk hal ini bukanlah yang benar. Sama halnya seperti Bunda yang menyayangi anak sampai tidak ingin anak melakukan hal berat dan terus memanjakannya. Tentunya itu bukan hal yang baik dalam membesarkan anak karena saat ia besar perlu menerima kenyataan dan kehidupan yang pahit serta keras.
Nah, demikianlah review film Inang dan lima pesan moral yang bisa didapatkan dari film horor thriler Indonesia satu ini. Berbeda dengan film horor-thriller lainnya, Inang lebih menitikberatkan pada pesan sosial dan kehidupan sesuai keadaan sekarang. Film Inang berhasil menghibur dengan ketegangan, ketakutan, dan menampilkan kehidupan realistis. Ada yang sudah tahu tentang mitos Rebo Wekasan atau menonton film Inang?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
Tagged: FILM film inang rekomendasi film review film




Hi Kak Anisa! Salam kenal 😄
Udah lama sekali aku nggak nonton film horor lokal, walaupun sebenernya aku suka efek thrilling dari nonton horor, tapi kalau habis nonton horor biasanya jadi parno sendiri 🤣. Film Inang ini menarik soalnya nggak ada hantu-hantuannya, jadi harusnya ga terlalu bikin parno ya? Hahaha. Dan juga kaya akan pesan moral yang kayaknya jarang diangkat di film-film horor lokal jaman dulu 😂. Apalagi yang main Naysila dan Lydia Kandao, makin menarik banget untuk nonton duo ibu-anak ini 😍. Tulisan Kak Anisa sukses bikin aku penasaran sama film Inang ini! Terima kasih untuk ulasannya ya, Kak 😍
Wah, horornya mantep banget ini. Aku penasaran hubungannya sama adat jawa tentang apanya mba? kalau di jawa pas lahir kan ari-ari bayinya dipendam ya. Ini juga ya?
Hubungannya, mitos rebo wekasan yang dianggap hari sial, kalau ada bayi yang lahir di hari itu dipercaya umurnya tidak akan panjang. Jadi, untuk menolak balak rebo wekasan tersebut orang Jawa mengadakan persembahan atau tumbal seperti di film Inang itu.
Sepertinya menarik untuk di tonton
good job, good script, good website.