[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11130″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hai Sobat, kerja menjadi penentu masa depan seseorang serta jawaban dari masalah keuangan. Namun, kerja juga menjadi momok bagi beberapa orang, nih, seperti mahasiswa yang baru lulus, sosok berpendidikan rendah, orang yang malas dan memilih pengangguran. Terlebih untuk yang belum mengenali skills-nya, pasti akan bingung menentukan pekerjaan apa yang ingin digelutinya. Belum lagi, tekanan kerja dan kesulitan mencari pekerjaan di masa sekarang membuat orang khawatir.
Kamu kerja apa?
Berapa gajimu?
Pertanyaan horror selain, “Kapan nikah?” ini juga sering ditanyakan saat kumpul keluarga pada kita. Dari sinilah bibit kesombongan dan membanding-bandingkan lahir. Sedangkan pekerjaan sendiri tidak mudah, ada banyak tantangan yang kita dengar pastinya mengenai dunia kerja. Salah satunya interview, tahap melamar kerja yang paling ditakuti semua orang. Di mana pelamar dihadapkan dengan HRD untuk ditanyai beberapa hal terkait pekerjaan.
Baca juga : Antara Ijazah dan Sulitnya Lowongan Kerja[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11131″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Interview kerja sendiri merupakan sebuah tahapan yang harus dilewati oleh pelamar. Pasalnya pertanyaan yang diajukan saat interview terkesan menjebak, terlebih jawaban kita akan menentukan diterima atau tidaknya kita dalam pekerjaan tersebut. Pertanyaan yang diajukan saat interview kerja nantinya akan mempengaruhi pandangan dan penilaian dari para perekrut terhadap pelamar, serta menjadi hasil akhir dari interview kerja. Yap, dengan kata lain jika jawaban Sobat Pelamar salah, maka besar peluang tidak diterima bekerja.
Tak heran, jika interview menjadi momen yang paling menegangkan untuk para pekerja. Ya, sedikit cerita saat melamar kerja online lewat whatsapp misalnya, cara kita mengirim pesan pun menjadi penilaian sikap sopan santun. Oleh karena itu, saat Sobat mengirim pesan untuk menghubungi perekrut kerja melalui media sosial harus memperhatikan banyak hal berkaitan dengan etika. Sebab, pesan yang Sobat kirimkan menjadi kesan pertama Sobat ke perekrut dan menjadi penentu lolos atau tidaknya Sobat lanjut ke interview kerja.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Namun, perlu Sobat tahu, nih, kalau pada dasarnya pertanyaan interview kerja yang diberikan oleh tim perekrut perusahaan hampir sama. Tentunya, apa yang tertulis di curriculum vitae dan pengalaman kerja Sobat sebelumnya. Ada beberapa contoh pertanyaan interview kerja yang sering ditanyakan kepada pelamar kerja, seperti berikut :
- Bisa ceritakan tentang diri kamu?
Pertama, pertanyaan yang paling penting dan umum ditanyakan oleh perekrut saat melamar kerja. Memperkenalkan diri memang mudah, tetapi bisa saja Sobat grogi dan merasa insecure menjawabnya saat di depan perekrut. Padahal, pertanyaan ini merupakan kesempatan baik untuk Sobat menjelaskan tentang dirimu dan kenapa kamu cocok untuk mengisi posisi tersebut. Dalam hal ini penyampaian yang Sobat sampaikan, pihak perekrut akan menilai karakter, kepribadian, dan pola pikir karyawan. Oleh karena itu, Sobat perlu fokus menjawab pertanyaan dengan teliti dan tidak grogi agar pihak perekrut yakin dengan kemampuan yang Sobat miliki.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11128″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]2. Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?
Biasanya, saat interview pertanyaan ini umum ditanyakan dan masih standar bahkan terkesan basa-basi dari HRD. Eits, tapi pertanyaan ini penting karena Sobat perlu mengetahui seluk beluk perusahaan. Oleh karena itu, Sobat perlu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan mempelajari profil perusahaan, visi dan misi perusahaan, serta sejarah dari perusahaan tersebut. Sobat perlu menghafal secara detail dan memahami secara umum perusahaan ini bergerak di bidang apa dan bagaimana bisnis mereka berjalan.
Baca juga : 5 Tips Mencari Lowongan Kerja di Sosmed[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Apa yang membuatmu tertarik melamar pekerjaan di sini?
Pertanyaan ini sedikit mengecoh, tujuannya sendiri untuk mencari tahu seberapa besar motivasi sesungguhnya. Sobat perlu menghindari beralasan gaji atau suasana lingkungan kerja serta menyebutkan ketidaknyamanan di perusahaan sebelumnya. Sobat bisa menjawab pertanyaan interview dengan alasan positif seperti menyalurkan potensi dalam diri atau latar belakang Sobat yang cocok dengan posisi yang dilamar di perusahaan tersebut.
Sobat bisa mencari informasi tentang perusahaan yang valid dari website resmi perusahaan yang membuka lowongan kerja. Selain dari website dan situs resmi perusahaan, Sobat perlu menanyakan informasi penting untuk persiapan interview kerja ke rekan yang bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa membantumu dalam menghadapi pertanyaan HRD atau perekrut.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11132″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]4. Apa yang kamu ketahui tentang posisi yang kamu lamar sekarang?
Dalam hal ini, Sobat perlu tahu alasan dan latar belakang posisi yang Sobat pilih. Jika Sobat belum tahu detail tentang posisi tersebut, bisa mencari referensi lebih banyak tentang posisi yang dilamar. Setelah itu, Sobat perlu memahaminya untuk bisa menjelasannya dari sudut pandang sendiri tanpa meniru keseluruhan dari sumber yang dicari.
5. Kenapa kamu memilih untuk posisi ini?
Sobat bisa menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan passion atau skill yang Sobat miliki terhadap posisi yang Sobat lamar. Jika sebelumnya Sobat mempunyai pengalaman kerja di posisi tersebut, ini tidak akan menjadi hal serius. Nah, kalau Sobat belum memiliki pengalaman yang sama di bidang tersebut atau fresh graduates, Sobat perlu melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu. Yap, Sobat perlu mempelajari tentang job description dan mencari hubungan dengan latar belakang pendidikan atau keterampilan yang dimiliki. Selain itu, hindari jawaban interview kerja seperti “Karena posisi yang dibuka ini, jadi saya melamar” atau “Karena saya butuh uang”.
Baca juga : 8 Tips Hari Pertama Masuk Kerja[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11129″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]6. Kenapa perusahaan ini harus menerimamu?
Nah, pertanyaan ini merupakan pertanyaan jebakan saat interview. Dalam hal ini, Sobat bisa menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan profesional skill atau personal qualities yang Sobat punya. Sobat perlu menghindari jawaban pribadi seperti “Karena saya sudah melamar ke mana-mana, tapi belum diterima” dan pertanyaan yang hampir sama lainnya.
7. Dengan posisi tersebut, berapa gaji yang kamu inginkan?
Pertanyaan ini cenderung merujuk ke dalam pekerjaan yang Sobat lamar, HRD mengajukan pertanyaan tersebut untuk mengetahui harga yang cocok untuk dibayarkan kepada Sobat.
buy zithromax online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/zithromax.html no prescription
Buat Sobat yang sebelumnya sudah pernah bekerja dengan pekerjaan nyang sama bisa memberikan bukti slip gaji Sobat sebelumnya untuk meyakinkan HRD. Eits, tenang biasanya akan ada tawar-menawar tentang gaji setelah mengajukan jumlah gaji yang diinginkan.
buy dapoxetine online https://www.phamatech.com/wp-content/themes/twentysixteen/inc/new/dapoxetine.html no prescription
Awalnya Sobat yang belum pernah bekerja pasti bingung untuk menjawab pertanyaan ini, Sobat hanya perlu menjawabnya dengan jujur. Namun, hindari jawaban ‘Sesuai standar perusahaan saja’, karena bisa saja Sobat mendapatkan tawaran gaji dengan angka terendah sebagai dampak dari jawaban tersebut.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]8. Apa yang kamu lakukan saat berada dalam tekanan pekerjaan?
Baca juga : 7 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tinggi
Pertanyaan yang sering muncul saat interview ini perlu diingat, jika siapapun pasti pernah mengalami stress. Sobat tidak perlu menutupinya dengan berkata bahwa belum pernah merasa tertekan dan stres dalam pekerjaan. Ada baiknya Sobat menjawab dengan jujur cara menghadapi stres dan tekanan yang umum terjadi di tempat kerja. Sobat bisa menceritakan pengalaman tentang ini secara singkat guna menunjukkan bahwa manajemen stres Sobat berhasil. Buat kamu yang fresh graduate bisa mencari tahu, tekanan dan stres di tempat kerja bisa datang dari tempat kerja yang tidak nyaman, teman kerja atau bos yang tidak baik. Cara paling efektif menyelesaikannya adalah terbuka kepada teman kerja maupun bos guna beradaptasi dan menghadapi masalah tersebut.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11133″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]9. Kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan?
Sejenak terdiam untuk berpikir, begitulah kiranya saat mendapatkan pertanyaan ini. Sobat perlu memikirkan jawabannya dengan benar, pertanyaan ini bisa dijawab dengan menceritakan pencapaian Sobat di perusahaan sebelumnya serta menghubungkannya dengan posisi saat ini. Jika Sobat belum mempunyai pengalaman kerja, Sobat bisa menceritakan pengalaman lain yang berkaitan dengan posisi yang dipilih di perusahaan tersebut atau pengalaman di organisasi, serta berikan kesanggupan Sobat dalam bersedia belajar dari awal.
10. Apa rencanamu lima tahun ke depan?
Pertanyaan inilah yang penuh jebakan, biasanya pertanyaan ini diajukan pada pelamar untuk mencari tahu apakah dalam lima tahun ke depan, Sobat masih mempunyai rencana berkerja di perusahaan tersebut atau mempunyai tujuan yang sesuai dengan penawaran perusahaan.
Nah, itulah pertanyaan yang sering ditanyakan saat interview kerja dan cara menjawabnya. Pasti yang sudah melamar kerja ke mana-mana sudah hafal dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi tak kunjung diterima pasti bingung salahnya di mana. Eh, sharing dong cerita interview kalian ada yang nyeleneh gak nih saat interview kerja?[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Alhamdulillah, zaman saya cari kerja belum sesulit sekarang. Begitu lulus tes tilisan, ya, selesai.
Dalam interview kerja memang harus punya kiat jitu dalam menjawabnya. Perlu belajar banyak dari pengalaman orang2 terdahulu ataupun dari tulisan2 yang mencerahkan seperti ini.