[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11818″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Wah gak nyangka akhirnya saya bisa ke luar negeri selain umroh kemarin. Ini adalah negara kedua dan ketiga yang saya datangi setelah mempunyai paspor. Tujuan kali ini adalah negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
Kebetulan pas trip ini saya mendapatkan harga cukup murah karena ada promo tiket pesawat dari Air Asia. Maskapai penerbangan ini memang sering mengadakan promo, cuma sayangnya bagasi dibatasi 7kg dan jika lebih harus membayar.
Sebelum keberangkatan, saya menyiapkan banyak hal. Pakaian 3 stel karena menginap 3 malam, daster, alat mandi, alat makeup, kerudung, dan tentu juga dalaman. Nah pas ini saya bawa buku juga karena ada yang mau COD. Bahkan nih saya sampai ganti-ganti, bawa koper apa tas tangan. Pindah 2 koper dan 2 tas. sampai akhirnya memilih 1 tas tangan yang cukup besar. Saat berangkat isinya 5kg. Masih bisa bawa oleh² 2kg lah.
Ada sedikit drama saat naik travel menuju Bandara Juanda. Sopirnya jemput penumpang yang lain, sehingga jam 3 pagi baru masuk tol. Padahal pesawat berangkat jam 5 pagi. Alhamdulillah saya bisa check-in online sehingga sampai sana jam 4, langsung nyusul rombongan yang lain.
Pas di bagian timbangan, ada penumpang yang bawa koper dan kopernya lebih dari 7kg. Dia bingung banget kan? Akhirnya saya menawarkan biar masuk ke tas saja sebagian. Itung-itung bantu orang kan, ya? Alhamdulillah dia lolos di sana. Walau ada drama bongkar pasang koper 2x.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11819″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11821″ size=”us_600_600_crop” align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Di dalam imigrasi, akhirnya saya bisa ketemu dengan rombongan. Alhamdulillah lega banget karena saya sendirian ke Juanda, datang sendirian tanpa teman.
Pas naik pesawat, karena bukan pengalaman pertama, saya sudah menyiapkan hati. Dulu pas umroh kan goncangan kuat banget, yang ini gak terlalu. Di Air Asia juga ada makanan, tapi harus beli. Karena saya sudah bawa roti, gak beli deh. Keingat bagaimana rasanya makanan pas di dulu di pesawat, kurang cocok rasanya. Lagipula di pesawat cuma tiga jam.
Sesampainya di bandara Kuala Lumpur, kami saling menunggu rombongan. Sampai akhirnya keluar dari bandara dipandu oleh PakCik, seorang guide lokal yang lucu banget.
Berhubung masih menunggu teman yang datang dari Jakarta, kami mampir dulu ke Mitsui. Saya pikir awalnya tuh Mixue yang lagi viral, ternyata bukan. Mitsui adalah pusat perbelanjaan dan banyak yang belanja di sini. Tentu banyak barang branded.
Balik lagi ke bandara, ketemu sama 2 orang lelaki dari Jakarta. Cus deh langsung ke tempat makan sebelum ke lokasi yang akan kami kunjungi. Makanan di tempat ini enak-enak dan gak jauh beda ma di Indo. Pakai sistem prasmanan juga. Setelah makan, langsung berangkat.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11820″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Dataran Merdeka
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11830″ size=”us_600_600_crop” align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Lokasi pertama adalah Dataran Merdeka. Dataran Merdeka Kuala Lumpur adalah salah satu landmark terkenal di Malaysia. Dibangun pada tahun 1897, lapangan ini merupakan lokasi penting dalam sejarah Malaysia karena di sinilah kemerdekaan Malaysia diumumkan pada tanggal 31 Agustus 1957.
Dataran Merdeka memiliki lapangan yang luas, dengan patung Raja Edward VII yang besar di tengahnya. Di sekitar lapangan terdapat banyak bangunan dengan arsitektur yang megah, antara lain bangunan Sultan Abdul Samad dan menara jam yang terkenal.
Lingkungan Dataran Merdeka sangat bersih dan terawat, dan selalu menjadi tempat favorit untuk acara-acara penting seperti perayaan Hari Kebangsaan, parade budaya dan konser musik.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11831″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Menara Kembar Petronas
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11826″ size=”us_600_600_crop” align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Selanjutnya adalah ke icon yang paling terkenal di Kuala Lumpur. Apalagi kalau bukan Menara Kembar Petronas. Menara ini adalah gedung pencakar langit kembar yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka merupakan bangunan tertinggi di dunia dari tahun 1998 hingga 2004 dan masih menjadi menara kembar tertinggi di dunia. Menara-menara ini memiliki 88 lantai dan dirancang oleh arsitek asal Argentina, Cesar Pelli. Menara kembar ini dibangun untuk menjadi markas besar perusahaan minyak dan gas nasional, Petronas. Menara-menara ini terhubung oleh sebuah jembatan langit pada lantai 41 dan 42, yang terbuka untuk pengunjung. Menara kembar ini adalah simbol ikonik dari Malaysia dan telah menjadi tujuan wisata yang populer.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11825″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. Istana Negara Malaysia
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11822″ size=”us_600_600_crop” align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Istana Negara Malaysia adalah istana nasional Malaysia yang terletak di ibu kota Kuala Lumpur. Istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal resmi Yang di-Pertuan Agong, Raja Malaysia, dan juga menjadi tempat penting untuk acara seremonial dan negara. Istana ini terletak di lahan seluas 28 hektar di Jalan Duta, dan merupakan salah satu landmark paling ikonik di negara ini. Arsitektur Istana Negara adalah perpaduan antara gaya tradisional Melayu dan modern, dan mencakup fitur yang mencerminkan keragaman budaya Malaysia. Istana ini tidak terbuka untuk umum, tetapi pengunjung dapat mengambil gambar dari luar tembok istana.
Pas ke sini setelah foto-foto, ternyata ada pembesar yang datang. Sekalian liat iring-iringan. Btw cuma foto di luar, gak bisa ke dalam. Hehehe.
Baca juga: Kisah Perjalanan Umroh 14 Hari Part 4 – Mengunjungi Jabal Rahmah, Masjid Aisyah, dan Cerita di King Abdul Aziz Hospital[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11823″ size=”us_600_600_crop”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Masjid Negara
[/vc_column_text][us_single_image image=”11848″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Sebuah masjid besar di Kuala Lumpur, Malaysia. Dibangun pada tahun 1965, masjid ini dianggap sebagai salah satu simbol kebanggaan bagi rakyat Malaysia sebagai negara berdaulat Islam. Masjid ini memiliki arsitektur yang indah dan unik yang menggabungkan gaya Islam, Melayu, dan modern. Sebagai pusat spiritual dan kegiatan sosial, Masjid Negara juga menjadi tempat untuk berbagai kegiatan keagamaan seperti salat jumat, salat tarawih, dan ibadah umroh. Masjid Negara juga menjadi tempat wisata populer di Kuala Lumpur dengan fasilitas pendukung yang lengkap seperti perpustakaan, kantor administrasi, gedung serba guna, pasar souvenir dan pusat informasi pariwisata.
Pas ke sini memang ada yang jualan di dalam masjid. Di luar masjid juga ada, tapi pas tutup. Harga relatif sih, sama saja dengan yang lain. Saya beli minuman dingin di sini. Mau lihat oleh-oleh, takut khilaf. Hahaha.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11849″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
5. Pasar Seni Central Market
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11835″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di sini adalah sebuah kompleks pasar yang terletak di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia. Pasar seni ini dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan dan tempat wisata terkenal di Kuala Lumpur yang menyediakan berbagai macam kerajinan tangan, souvenir, dan barang-barang seni lainnya. Di antara barang seni yang dijual di sini adalah seni tradisional Melayu, pakaian, aksesori, keramik, patung, lukisan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat pula kios yang menjual makanan dan minuman lokal. Pasar ini sering dijadikan sebagai destinasi wisata untuk para turis maupun warga lokal. Harga yang ditawarkan beragam dan tentunya bisa ditawar lho. Saya dapat magnet kulkas dengan harga 10 ringgit, isi 6 biji.
Baca juga: Kisah Perjalanan Umroh 14 Hari – Part 3 – Sholat di Parkiran dan Kehilangan Ponsel[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
6. Pintasan Saloma
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11837″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Malam harinya sebelum ke hotel, Pak Cik mengajak kami untuk mengunjungi Pintasan Saloma. Sebuah jalan raya di Kuala Lumpur yang menghubungkan Jalan Tuanku Abdul Rahman dengan Jalan Sultan Ismail. Jalan ini dinamakan Saloma, seorang penyanyi dan artis terkenal di Malaysia pada tahun 1950-an dan 1960-an. Pintasan Saloma merupakan jalan yang penting dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di Kuala Lumpur, terutama pada saat jam sibuk. Selain itu, di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa pusat perbelanjaan dan hotel, sehingga menjadi tempat yang populer bagi wisatawan.
Cantik banget lho foto di sini. Jembatannya tuh pake lampu warna-warni yang berubah-ubah. Di dekat sini juga saya balik lagi ke Menara Petronas buat foto saat malam hari. Bagus banget deh pokoknya. Banyak penjual juga di sini.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11836″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
7. Bukit Bintang
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11843″ align=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Saat sudah sampai hotel, sayang banget kalau waktunya dibuat tidur. Hahaha. Malam hari, saya jalan-jalan ke Bukit Bintang. Cuma jalan kaki aja dari hotel.
Bukit Bintang dikenal sebagai salah satu kawasan paling ramai dan terkenal di Kuala Lumpur, di mana wisatawan dan penduduk setempat dapat menemukan berbagai macam pusat perbelanjaan, restoran, hotel, klub malam, dan destinasi wisata lainnya. Salah satu landmark terkenal di Bukit Bintang adalah Menara Kuala Lumpur, menara tertinggi keempat di dunia dengan ketinggian 421 meter. Bukit Bintang juga terkenal dengan jalan-jalannya yang sibuk seperti Jalan Bukit Bintang, Jalan Alor, dan Jalan Changkat Bukit Bintang.
Di sini banyak penjual makanan dengan berbagai macam rasa. Saya gak nyobain, gak berani. Takut pas gak halal. Buat cuci mata juga oke karena banyak yang ganteng dan cantik di sini.
Oke, sekian dulu di hari pertama. Untuk pengalaman hari kedua ditunggu besok yaaa.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11844″][/vc_column][/vc_row]



