[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11879″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Tidak terasa sudah Ramadhan saja, memang banyak yang dirindukan dari bulan penuh berkah yang satu ini. Mulai dari suasana Magrib yang ditunggu-tunggu, anak-anak dipanggil sang ibu untuk pulang, semburat jingga, azan yang terdengar dari mushola atau masjid terdekat. Momen-momen yang tak akan terulang lagi di masa sekarang karena beberapa hal, eits tapi perlu 5 hal yang perlu persiapan menjelang Ramadhan ini sebelum memulai puasa.
Semakin ke sini waktu terasa semakin singkat karena disibukkan dengan pekerjaan dan kegiatan lainnya, mungkin saat bulan puasa pun masih harus bekerja dan melakukan kegiatan yang padat sehari-harinya. Apalagi musim sekarang yang tak menentu atau pancaroba di mana kadang panas dan kadang hujan, bakalan jadi rintangan berat nantinya saat puasa.
Bulan Ramadhan kali pun menjadi yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam setelah berakhirnya masa pandemi. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa musim di bulan ini pun tidak menentu, bahkan isa dibilang ekstrem. Tentunya, hal tersebut juga berdampak pada kesehatan yang bisa menyerang begitu saja di saat puasa. Maka dari itu, harus ekstra menjaga kesehatan menjelang puasa kali ini. Puasa sendiri menjadi rukun Islam ketiga yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim, terlebi di bulan Ramadan ini semua ibadah akan dilipatgandakan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11880″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Tak heran apabila banyak yang mengejar pahala dengan melakukan berbagai ibadah di bulan yang pernuh berkah ini. Di tengah berlomba-lomba mencari pahala, umat muslim juga diajarkan untuk melatih kesabaran serta menahan berbagai godaan di bulan ini. Hal tersebut dipengaruhi iman yang kuat, secara tidak langsung puasa menjadikan kita umat muslim bertakwa kepada Allah SWt. Bukan hal aneh lagi jika banyak yang menunggu bulan ini.
Pada kenyataannya banyak godaan puasa, soal lapar biasanya datang di saat pagi dan sore menjelang berbuka yang jadi tantangan terberat ini. Selain itu, masih banyak lagi, bukan hanya tentang menahan lapar saja, tetapi harus tetap sabar dan menjaga keimanan di bulan ini. Sebagai ibu-ibu makin berat lagi membersamai anak dalam berpuasa, nih, sedikit pusing kalau parenting anak tentang puasa. Apalagi di saat kita tanggal merah, tapi tetap harus puasa di hadapan anak. Yuk, mulai sekarang lakukan 5 persiapan menjelang Ramadhan ini!
Baca juga: Kebiasaan Buruk Saat Puasa dan Bahayanya[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Menguatkan niat dan batin
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11877″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menguatkan niat dalam berpuasa, beberapa orang mungkin sudah terbiasa menahan lapar seharian sambil bekerja. Akan tetapi, bukan itu saja ujiannya dalam puasa. Perihal niat yang harus kuat menjaga keimanan dan ketakwaan, salah satunya yang berat adalah dalam menggunakan media sosial. Ini perlu dikurangi karena beberapa hal, misalnya konten yang sensitif, belum lagi kalau makanan lewat tidak bisa dipungkiri kalau akan tergiur karena saat itu dalam kondisi lapar, dan masih banyak lagi.
Paling rawan sepertinya ngobrolin seseorang, gibah sana-sini yang cuma bisa dikurangi dengan diam atau mengobrol tentang sesuatu yang bermanfaat. Opsi kedua lebih menarik sepertinya, tidak heran apabila saat berpuasa banyak acara untuk menghabiskan waktu bersama yang diadakan komunitas, terasa lebih seru bahkan saat bersama teman sefrekuensi berbicara tentang banyak hal yang diminati.
Godaan terbesar dalam puasa memang menahan lapar, apalagi saat di sekeliling ada orang yang tidak berpuasa karena alasannya masing-masing dan mereka makan di hadapan kita. Hemm cuma bisa telan ludah dan mengalihkan pandangan, tapi pegangin perut yang keroncongan. Belum lagi rasa haus yang tidak terkira di siang olong. Jadi, penting untuk menguatkan niat dan mental terlebih dulu sebelum menjalani puasa.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Mempersiapkan kondisi fisik
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11875″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di bulan Maret yang musimnya kemarau ini konsumsi air putih semakin meningkat secara drastis ditambah lagi hawa menjelang puasa. Di mana tenggorokan terasa kering, panas terik, tapi kadang angin sejuk berembus, kadang tiba-tiba hujan deras yang memuat kesehatan tubuh menurun. Lebih tepatnya, cuaca yang sering berubah membuat sistem kekebalan tubuh turun sehingga penyakit, virus, dan bakteri mudah menyerang tubuh.
Dalam bulan Ramadhan disarankan untuk mengumpulkan pahala serta kebaikan apalagi beribadah puasa yang membutuhkan keadaan fisik dan jasmani yang bagus. Apabila kamu sakit, tentu akan berpengaruh pada puasa dan ibadah yang tidak berjalan dengan maksimal. Maka dari itu, disarankan untuk menjaga kesehatan dari sekarang dengan meminimalisir kebiasaan yang tidak sehat.
Hayoo, siapa yang masih sering begadang dan mengonsumsi junk food, mulai dikurangi ya dari sekarang! Ganti dengan pola tidur yang teratur dan tidur yang berkualitas, ada baiknya dibiasakan mulai sekarang. Tak lupa pula terapkan pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Dianjurkan pula untuk memulainya dengan berolahraga serta mengonsumsi vitamin maupun suplemen kesehatan.
Baca juga: 10 Kenangan Masa Kecil Saat Bulan Ramadan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. Menerapkan parenting puasa untuk anak
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11872″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Tak melupakan keberadaan si kecil, apalagi jika mereka sudah menginjak usia untuk belajar berpuasa. Moms perlu mulai mengajarinya untuk berpuasa dengan memberi pemahaman dan memberi contoh secara langsung dengan baik. Hanya dengan begitu, anak akan mau belajar menahan lapar dan melakukan berbagai ibadah selama orang tuanya mendampingi. Nah, dalam mengajari anak memang diperlukan contoh secara langsung, jadi orang tua tidak sekadar memberi perintah dan larangan kepada mereka.
Melakukan parenting puasa pada anak pun tidak mudah karena harus ekstra sabar mendengarkan keluhannya, mendengar celoteh dan berbagai pertanyaan tentang puasa atau ilmu agama dari mereka. Tak jarang bukan orang tua mendengarnya?
“Bunda, sudah boleh makan belum sih?’
“Kenapa kalau puasa enggak boleh makan?”
“Bunda, lapar!’
Masih banyak lagi yang bakalan diocehkan sama si anak, dalam hal ini sebagai orang tua harus memberi pengertian dan mengalihkannya pada kegiatan yang positif agar anak tidak fokus pada rasa lapar dan bosannya dalam berpuasa.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Persiapan rumah dan keluarga
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11873″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Sebagai emak-emak tidak hanya mempersiapkan diri dan anak menjelang berpuasa, tetapi juga rumah dan keluarga yang perlu diperhatikan. Mulai dari mengubah suasana rumah dengan tatanan perabotan rumah yang diperbarui agar tidak bosan, membersihkan rumah, kalau perlu mengganti tirai dan lainnya yang sudah beberapa tahun terpasang hingga berdebu. Sebab, suasana di rumah juga memengaruhi seluruh penghuni rumah, tentunya di suasana bulan puasa yang bosan dan malas dibutuhkan suasana rumah yang hidup, menenangkan, dan rapi.
Selain rumah, ada keluarga yang perlu dipikirkan dari segala hal mengingat kebiasaan dan kebutuhan mereka yang berbeda-beda. Mungkin perlu dimulai dari menu makanan selama bulan puasa yang perlu dibahas bersama dan mulai mempersiapkan kebutuhan selama bulan puasa di rumah. Ada baiknya stok barang kebutuhan yang awet untuk bulan puasa dan disarankan untuk mengatur kebutuhan makan sahur maupun berbuka. Dengan begitu, urusan berbelanja sudah disiapkan di awal dan tidak khawatir akan kesulitan di hari-hari puasa nantinya.
Baca juga: Momen Terbaik Ramadan Kali Ini[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
5. Memperbanyak ibadah khusus
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11874″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Ibadah juga menjadi hal penting di bulan penuh berkah kali ini, lantaran pahala akan dilipatgandakan. Tak heran apabila banyak yang berlomba-lomba melakukan ibadah di bulan suci dan penuh rahmat tersebut. Salah satu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan adalah target 30 jus saat bulan Ramadhan, jadi bisa dipersiapkan mulai sekarang untuk mengatur jadwalnya seperti sehari satu jus atau bagaimana. Biasanya akan ada kegiatan tadarus rutin yang dilakukan di mushola maupun masjid, itu akan lebih membantu dan membuat ibadah lebih seru.
Tak lupa pula ibadah sunnah seperti shalat tarawih dan witir yang dilakukan di mushola maupun masjid terdekat. Biasanya perempuan yang tidak bisa full satu bulan melakukan ini. Eits, tetapi perlu diketahui apabila ibadah ini setiap harinya memiliki keistimewaan, lho! Sangat disayangkan kalau melewatkan satu hari saja, apalagi banyak manfaat lainnya seperti mempererat silaturahmi. Biasanya ada pula kegiatan takjil yang diadakan komunitas, mushola, maupun masjid. Dalam hal ini bisa mengambil peran dan mendapatkan paha juga, yuk, perkaya amal ibadah khusus di bulan Ramadhan kali ini.
Nah, itulah 5 persiapan Ramadhan yang perlu dilakukan mulai sekarang agar ibadah puasa nantinya berjalan lancar. Mengingat di bulan ini akan datang kemalasan besar, belum orang yang akan dipadatkan dengan berbagai kesibukan di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Penting untuk berjaga-jaga mulai sekarang apalagi perihal kesehatan, apalagi kalau sudah bisa dirasakan sejak sekarang[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Makasih mbak tipsnya, aku banget nih masih PR kalau mengendalikan bocil kepengen makan junk food ya. Semoga di bulan mulia ini kita semua bisa mendapatkan keberkahan dan segala kebaikan untuk menjadikan pribadi menjadi diri lebih baik lagi. Btw boleh dong dibantu pasang logo KEB di blognya.
Untung tinggal berdua jadi masak gak terlalu ribet lagipula paksu apa saja dimakan masaakan istri. Nah, yang pelik kalau anak sulungku dateng banyak permintaan dimasakin.