[vc_row][vc_column][us_single_image image=”10854″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hai Sobat, buat kalian yang tinggal di Jawa Timur pasti tercengang dengan fenomena langit merah dengan kilat di langit kemarin. Ya, tepatnya pada senin, 13 Desember 2021 di Kabupaten Malang beredar foto dan video awan kemerahan membubung tinggi dan sesekali muncul kilatan cahaya di bagian tengahnya. Fenomena yang terekam ini diisukan merupakan kegiatan Gunung Welirang.
Ada yang menyebut kilat di wilayah Sidoarjo sampai Kota Batu merupakan fenomena awan yang terlihat berwarna merah dan merupakan hal yang biasa terjadi. Ya, peristiwa ini termasuk salah satu fenomena optik atmosfer. Warna kemerahan pada awan dan langit sekitar merupakan akibat dari pembiasan cahaya matahari oleh partikel di atmosfer. Fenomena tersebut menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan warna kemerahan.
Kejadian tersebut saya lihat saat Magrib saat keluar rumah ada kilatan merah, biasanya kilat akan hujan juga seperti itu. Alih-alih berasumsi akan hujan, di langit ternyata ada awan dengan nyala warna merah. Paginya dengar-dengar teman-teman mengatakan tentang awan Cumulonimbus dan kaitannya dengan awan merah dengan kilat itu. Sempat ada yang mengira erupsi Gunung Welirang, hemm, udah buat takut duluan.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Ini Tips Menghindari Bahayanya[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10858″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Jadi ingat juga sebuah film berjudul ‘Up’ yang bercerita tentang seorang kakek yang menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon. Pasti tidak asing dengan film heroik ini, di mana si kakek ingin membawa rumahnya ke Paradise Falls. Sayangnya, rumah terbang ini menemui badai Cumulonimbus yang dahsyat. Bahkan, membuat seisi rumah kacau balau, banyak balon yang meletus, dan membuatnya mendarat di seberang Paradise Falls. Mengerikan kalau membayangkan Cumulonimbus dari film itu.
Akhirnya, cek google yang langsung memberitakan tentang fenomena indah dan alhamdulillah terluruskan.
buy strattera online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/strattera.html no prescription
Pada sore menjelang malam BMKG memantau banyak pertumbuhan awan Cumulonimbus di sekitar lokasi pada video tersebut. Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan yang menghasilkan petir. Kilatan dari awan memunculkan cahaya kemerahan dari langit tersebut.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10855″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Apa itu awan Cumulonimbus?
Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan cumulus yang berkaitan dengan hujan lebat dan badai petir. Awan ini adalah variasi dari nimbus atau awan bantalan presipitasi yang rata-rata terbentuk di bawah 20.000 kaki dan dekat dengan daratan. Inilah yang menyebabkan awan Cumulonimbus sangat lembab, awan ini mengandung banyak air sampai membuatnya terlihat gelap di langit.
Awan yang juga disebut dengan thunderheads yang berarti kepala petir dikarenakan bentuknya yang menyerupai jamur, unik. Tetesan air yang sudah diionkan di awan saling bergesekan, oleh karena itu akan muncul kilatan di jantung awan Cumulonimbus. Hal ini dikarenakan muatan statis yang terbentuk menciptakan petir.
Awan Cumulonimbus membutuhkan kondisi yang hangat dan lembab. Selain itu, awan thunderheads dengan energi yang bisa berkembang menjadi supercell bisa menghasilkan angin kencang, banyak petir, hingga banjir bandang. Bahkan, bisa menghasilkan angin tornado atau putting beliung.
buy xenical online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/xenical.html no prescription
Hujan deras yang dihasilkan Cumulonimbus menyebabkan curah hujan berlangsung sekitar 20 menit.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10856″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Hal ini dikarenakan awan membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan banyak energi untuk terbentuk. Namun, ada juga bada petir kering yang bisa berupa awal Cumulonimbus dengan curah hujan yang tidak menyentuh tanah. Umumnya, di Amerika Serikat bagian barat yang tanahnya lebih kering, menjadi penyebab kebakaran hutan. Awan ini sering dihubungkan dengan penyebab cuaca ekstrem.
Awan ini menyebabkan beragam bencana seperti banjir bandang, curah hujan tinggi, dan badai petir. Pembentukan awan ini merupakan contoh tentang pengaruh perbedaan ketinggian terhadap awan. Thunderheads terbentuk di bagian bawah troposfer, tepatnya lapisan atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi. Wilayah ini menghasilkan udara hangat yang menjadi pemicu adanya awan cumulus dan Cumulonimbus, hal itu juga dikarenakan adanya penguapan dan efek rumah kaca.
Gesekan antara udara dan permukaan bumi dengan panas tersimpan dari matahari menciptakan turbulensi, sehingga mendorong sebagian besar cuaca. Awan ini menjadi penyebab kecelakaan pesawat.
Baca juga: Kenali 11 Tipe Penumpang Menyebalkan di Pesawat[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10857″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Apa Saja Jenis Awan Cumulus?
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Cumulus Congestus
Jenis awan cumulus ini berdasarkan rentang ketinggiannya, yaitu rendah atau menengah. Awan jenis ini terbentuk dari tahap peralihan antara awan cumulis medioctis dan cumula nimbus serta disebabkan ketidakstabilan di lapisan atmosfer dan adanya konveksi. Awan ini biasanya lebih tinggi, bisa mencapai enam km atau lebih tinggi jika di daerah tropis, hal itu dikarenakan gerakan udara vertikal yang kuat. Cumulus jenis ini akan selesai dalam calvus cumola nimbus dengan ketidakstabilan yang cukup. Awan ini bisa terbentuk dari altocumulus castellanus atau stratocumulus castellanus. Cumulus jenis ini biasanya menghasilkan hujan dengan ukuran sedang sampai berat.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10859″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]2. Cumulus Humilis
Awan ini memiliki luas vertikal kecil, tetapi nantinya akan berkembang menjadi awan cumuluc sampai awan cumulus congetus. Awan ini biasanya menandakan cuaca buruk di kemudian hari. Cumulus Humilis sering terlihat di bawah awan cirrostratus dan tercipta dari panas mentari yang dipakai untuk pendinginan proses konveksi. Inilah yang akan menyebabkan awan cumulifrom berubah menjadi cumulus humilis. Awan ini bisa menjadi indikator cuaca.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10860″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]3. Cumulus mediocris
Awan ini memiliki keunikan karena bentuknya yang seperti bunga kol pada awan cumulus. Umumnya, cumulus jenis ini tidak menghasilkan curah hujan yang intensitasnya mirip dengan awan cumulus congetus dan cumola humulis.
buy clomid online blackmenheal.org/wp-content/languages/new/us/clomid.html no prescription
Awan ini juga membutuhkan konveksi untuk berkembang. Udara yang naik akan membentuk awan cumulus dan terus meningkat hingga terbuntuklah awan cumulus mediocris. Awan ini berada dalam kondisi atmosfer dan berkembang menjadi cumulus congetus yang membawa angin, hujan, bahkan petir. Jika awan ini ada di pagi atau sore hari akan terjadi badai esoknya.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10861″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Dampak Awan Cumulonimbus
- Menyebabkan angin ribut
Terjadi proses konvergensi saat angin bergerak ke pusat tekanan yang rendah serta membawa uap air dari daerah sekitar. Hal ini membuat massa udara bergerak ke atas dan membentuk awan, didukung juga dengan suhu udara relatif tinggi massa udara akan naik dengan cepat. Proses ini membuat awan cumulonimbus semakin intensif dan bertambah kuat. Oleh karena itu. masyarakat harus waspada karena pembentukan awan ini bisa menyebabkan angin ribut walau tidak semuanya menyebabkan puting beliung.
2. Berbahaya untuk penerbangan
Awan ini memiliki petir yang berada di jantungnya dan bisa menyebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang. Selain itu, petir ini biasanya terjadi selama dua puluh menit dan semakin banyak hingga hitungan jam jika terdapat energi matahari di atmosfer. Petir dan angin kencang inilah yang dihindari masyarakat terlebih awannya sangat tebal. Awan ini bisa membuat pesawat terbanting, dan beragam masalah lainnya. Bahkan, sudah banyak kecelakaan pesawat yang terjadi karena awan ini. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindar dan tidak nekat menerobos jika bertemu awan Cumulonimbus.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Masya Allah ya Kuasa Allah. Saya belum pernah melihat awan dengan nyala warna merah.