[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11857″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Wah, sudah pada baca trip ke dua negara day 1 belum nih? Sekarang saya mau cerita di hari kedua. Turun dari kamar, langsung disambut dengan sarapan seperti prasmanan juga. Habis makan, langsung cus ke lokasi berikutnya.
Ke mana memangnya? Ke Genting Highland yang terkenal itu. Sekalian naik kereta gantung. Waaah pasti seru dong yaaa.
Awalnya saya gak nyangka kalau tempatnya tuh bakal bagus banget. Genting seperti ini ternyata. Di bawah gak keliatan bagus. Eh pas naik ke atas, gak nyangka bakal bagus.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Genting Highland ini sebuah resor gunung di Malaysia yang terletak di puncak Gunung Ulu Kali di Pahang, sekitar 55 kilometer dari Kuala Lumpur. Genting Highland memiliki berbagai macam tempat wisata, termasuk casino, taman tematik seperti Genting Theme Park, Skytropolis Indoor Theme Park, dan Snow World, serta berbagai akomodasi seperti hotel, vila, dan kondominium.
Tempat ini juga memiliki restoran dan pusat perbelanjaan seperti SkyAvenue dan First World Plaza. Dengan ketinggian hingga 1.800 meter di atas permukaan laut, Genting Highland menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan suhu yang sejuk sepanjang tahun.
Baca juga: Trip 4 Hari 3 Malam di Malaysia dan Singapura-Day 1[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11852″ size=”us_600_600_crop”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Saya naik kereta gantung dengan pemandangan yang luar biasa indah. Masuknya gratis karena sudah include dengan harga trip. Tiket ini tidak boleh dihilangkan dari awal masuk sampai pulang lagi karena ada barcode yang harus discan saat mau masuk ke keretanya.
Banyak pepohonan dan juga bisa terlihat jalan raya. Agak pusing juga karena takut ketinggian, tapi gak masalah sih, soalnya di bagian bawah, bukan kaca tembus pandang. Pas melewati awan, berasa banget putih-putih di sekitar. Eh, tapi pas sudah terlewat, wih awannya ada di bawah. Gak salah jika Genting Highland ini dijuluki dengan Negeri di Atas Awan.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11864″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Setelah dari puncak Genting Highland, pas masuk ke dalam, disambut dengan mall yang cukup besar dan mewah. Ada permainan indoor dan kasino di dalamnya. Lampu berwarna-warni dan naik turun seperti balon, membuat takjub. Wah-wah, ini mah mewah banget ya.
Di sini, saya juga mendatangi Kuil Gua Chin Swee. Kuil ini adalah kuil Buddha yang terletak di Genting Highlands, Malaysia. Didirikan pada tahun 1974 dan memiliki arsitektur yang unik dengan tiga tingkat.
Kuil ini dikenal sebagai situs tempat bertahun-tahun lalu seorang biksu Buddha terkenal sangat menghormati pola-pola angin, gunung dan air dan juga dipercaya sebagai tempat untuk berdoa memohon keberuntungan dan keselamatan.
Kuil Gua Chin Swee juga memiliki patung Buddha emas setinggi 15 meter yang sangat indah dan menakjubkan. Banyak patung-patung kecil juga di bagian atas. Saya gak sempat masuk ke pagoda, waktunya tidak cukup karena harus mengunjungi tempat lain.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11854″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Setelah dari kuil, langsung berpindah ke pusat perbelanjaan. Di sini bermacam-macam merk barang branded juga ada. MasyaAllah, hampir saja menggoda iman saya karena harga yang ditawarkan tuh lebih murah jika dibandingkan dengan beli di Indonesia. Beli enggak, beli enggak. Akhirnya saya mantab gak beli soalnya bagasi cuma dijatah 7kg. Fix kalau ke sini lagi, saya perlu pakai sandal jepit aja, pulangnya pake sepatu biar gak kena bea cukai dan gak masuk bagasi. Hahaha.
Setelah itu akhirnya saya dan rombongan mengunjungi makam Habib Ali Batu Pahat. Makamnya tidak mewah dan menjadi satu dengan makam yang lain. Sangat sederhana. Di sini saya melihat wanita gila yang buang air kecil di salah satu makam. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kaget banget. Ya Allah, kok bisa-bisanya. Akhirnya saya balik ke bus.
Dari sini, kami makan malam dulu. Eh, sempat makan siang gak? Sempat dong. Tadi sebelum ke makam. Sekarang makan malam. Sayangnya gak sempat foto dan video di sini. All makanannya enak-enak kok. Habis makan langsung cus ke hotel. Waktunya istirahat.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”11853″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di hotel ini sempat ada kejadian yang tidak mengenakkan. Saya mengalami tindihan dalam waktu beberapa menit saja. Rasanya tuh badan tidak bisa digerakkan, tempat tidur digoyang-goyang dan diputar. Ada yang melihat saya dan bolak-balik ke depan saya. Serem gitu, tapi gak bisa terjaga. Baca doa apa pun gak bisa, salah semua. Ya Allah.
Akhirnya saya bisa bangun, langsung istighfar berkali-kali. Mandi dan gak berani tidur lagi. Baru saya sadari, ternyata saya berada di kamar paling pojok, paling atas. Nomor 502.
Saya pun tanya di grup, apa ada yang mengalami hal sama? Sampai akhirnya seorang ustadz dari Jakarta mengirimi saya pesan dan mau menemani di kamar. Eh, saya kan sekamar sama Umi Fatimah, ditambah sama ustadz itu. Jadinya bertiga. Ini karena Umi juga takut. Biasanya saya gak pernah mengalami hal seperti ini.
Akhirnya, saya bisa tidur walaupun hanya beberapa menit. Tidak ada gangguan apa pun. Umi sholat Tahajjud dan juga Subuh. Sementara ustadz di tempat tidur satunya. Pas Subuh, ustadz balik lagi ke kamarnya sendiri.
Baca juga: Kisah Perjalanan Umroh 14 Hari – Part 3 – Sholat di Parkiran dan Kehilangan Ponsel[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Ndilalah paginya, salah satu ustadz yang berada di kamar 302, juga mengalami hal sama. Beliau juga diganggu oleh makhluk tak kasat mata. Wah, sepertinya harus ditandai, jangan sampai dapat kamar pojok. Sereeem. Sementara teman yang lain, tidak terjadi apa-apa. Mereka aman-aman saja.
Saya bukan indigo sih, tapi bisa merasa kalau ada makhluk lain gitu. Pasti udah pada tahu kan kalau di kantor tempat saya mengontrak itu juga banyak ‘penghuni’ yang sering mau dianggap ada. Kalau saya dan para karyawan sih sudah biasa. Namun, pengalaman di sini memang jarang saya dapatkan. Di kantor tidak pernah diganggu seperti ini kok.
Okelah. Lanjut hari ketiga besok ke Singapura. Negara kedua yang akan saya datangi.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Wah, pingin jalan2 jauh juga , trip yang menyenangkan. Jadi keinget kami berdua lagi masih aktif kerja ya senangnya jalan2
Yippii ke Genting asyik nih. Lanjut ke Penang, Mbaak. Gagal move on pasti 😀