[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11895″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Bicara soal kesehatan di bulan puasa jadi teringat dengan pandemi COVID-19 yang kita alami selama dua tahun lebih. Dari sana sistem kekebalan tubuh menjadi penting untuk menjauhkan dari bakteri, virus, dan penyakit. Apalagi di bulan puasa yang diduga sistem imunitas atau kekebalan tubuh akan menurun karena 12 jam lebih tidak makan maupun minum apa pun. Ini bukan bicara soal Tuhan akan menjamin keamanan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, itu sudah pasti. Akan tetapi, soal realistis menjaga kesehatan di bulan puasa itu penting.
Ini tentang kebutuhan tubuh akan nutrisi sehari-harinya yang tetap harus terpenuhi di bulan puasa. Maka dari itu, kita perlu mengatur pola makan sehat dengan baik di bulan puasa ini dengan memenuhi asupan yang dibutuhkan di saat berbuka dan sahur. Memerhatikan asupan di dua waktu makan itu penting, terlebih memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap terhidrasi serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang perlu dilakukan. Tak hanya itu, perlu juga diatur jam istirahat dengan baik dan menunaikan sahur.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11896″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Pasti masih banyak yang malas sahur di minggu-minggu ketiga ini, karena untuk terbangun di jam tiga pagi dan makan rasanya tidak akan enak. Ini banyak dikeluhkan, saat sahur rasa makanan akan hambar dan beberapa orang memilih hanya mengisi perut dengan minum atau makan sepotong roti. Tak hanya itu kebiasaan buruk saat sahur, ada yang malas bahkan sulit dibangunkan tapi siangnya mengeluh lapar dan ingin membatalkan saja dengan alasan tidak makan sahur, ini anak-anak biasanya.
Maka dari itu, persiapan puasa penting dilakukan apalagi bangun pagi untuk menunaikan sholat juga tidak ada salahnya. Sehingga saat bulan puasa pun sudah terbiasa bangun pagi, apalagi emak-emak harus memasak dan bangun lebih pagi, nih. Selain tetap menjaga asupan nutrisi tetap tercukupi dan sahur, saat bulan Ramadhan juga penting tetap bergerak dan aktif berolahraga tidak melulu bermain ponsel dan rebahan dengan alasan lemas juga lapar. Hal ini juga berpengaruh pada kesehatan tubuh dan membantu menjaga kelancara berpuasa. Yuk, kepoin tips lainnya menjaga kesehatan diri dan keluarga di bulan puasa!
Baca juga: Momen Ramadan Terbaik[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Minum air putih sesuai kebutuhan
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11898″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Air putih menjadi kebutuhan penting untuk tubuh agar tetap terhidrasi selama 24 jam. Sehari dibutuhkan setidaknya 2 liter air untuk tubuh atau delapan gelas. Pasti ada yang tidak minum air delapan gelas penuh setiap harinya, kan? Biasanya hanya setelah makan atau saat merasa haus saja. Bagaimana saat puasa yang hanya makan dua kali dan kadang tidak begitu haus akan air putih? Sebab, biasanya minuman manis dan menyegarkan yang banyak dicari.
Dalam hal ini perlu disadari apabila kekurangan air putih bisa meningkatkan risiko mengalami dehidrasi di mana badan lemas, sakit kepala, dan sembelit biasanya juga berpengaruh pada urine yang berwarna pekat. Maka dari itu, penting untuk mengatur agar kebutuhan akan cairan tubuh terpenuhi. Caranya dengan meminum air putih dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11897″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap stabil dan sehat di bulan puasa dibutuhkan asupan nutrisi yang tepat dari sahur maupun berbuka. Maka dari itu, memerhatikan kandungan nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi juga penting. Ya, kamu perlu memastikan apabila makanan yang dikonsumsi mengandung gizi seimbang seperti protein, karbohidrat, dan serat. Pertimbangkan kandungan empat sehat lima sempurna dalam menu buka puasa maupun sahur agar tubuh tetap kuat ketika melakukan aktivitas sehari-hari selama berpuasa.
Tak hanya itu, penting juga untuk menghindari makanan instan atau berkabohidrat tinggi seperti gorengan, dan masih banyak lagi. Makanan dengan rasa pedas dan asam tinggi pun tidak dianjurkan karena berbahaya untuk lambung nantinya. Kebiasaan buruk seperti merokok pun perlu dihindari karena bisa memicu amarah, rasa gelisah, dan konsentrasi saat berpuasa. Jadi, hilangkan kebiasaan buruk tersebut untuk tetap hidup sehat dan puasa berjalan lancar.
Baca juga: Liburan Hari Raya ke Wisata Religi di Malang Aja![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. Tidak meninggalkan sahur
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11899″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Di bulan puasa makan hanya dua kali, yaitu berbuka dan sahur yang sering ditinggalkan karena rasa kantuk. Perlu diketahui apabila sahur juga penting untuk memenuhi kebutuhan asupan tubuh, terlebih sebelum membiarkan perut kosong selama dua belas jam lebih. Oleh karena itu, diharuskan menyempatkan makan sahur dengan mengonsumsi makanan bernutrisi. Sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, tubuh membutuhkan energi yang diperoleh dari makan sahur.
Dari makan sahur energi tubuh akan terpenuhi dan bisa membuatnya tetap berstamina saat melakukan kegiatan sehari-hari selama menunaikan puasa. Menu sahur yang disarankan untuk dikonsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak. Sehingga tidak dibutuhkan makanan dalam porsi banyak, melainkan mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Mengatur jam istirahat dan tetap beraktivitas
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11900″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Selain memerhatikan asupan juga penting untuk tetap menjaga kesehatan fisik selama bulan Ramadhan. Di bulan ini sepertinya musim rebahan akan menyebar luas, banyak yang tak ingin ambil pusing dengan rasa lapar dan lemas sehingga memilih tidur untuk menghabiskan waktunya. Padahal itu tidak diperkenankan, bahkan akan berimbas buruk pada kesehatan sehingga dianjurkan untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan mengatur jam istirahat dengan baik.
Buat yang mempunyai kebiasaan begadang karena pekerjaan, sepertinya di bulan puasa perlu dihilangkan, apalagi kalau berimbas pada bangun tidur yang terlambat dan berujung tidak sahur. Perlu disiasati dengan tidur lebih awal, perkirakan setidaknya delapan jam dari waktu sahur. Sehngga saat sahur bisa bangun tepat waktu, dan dilanjut dengan tidur siang yang berkisar antara 15-30 menit saja.
Baca juga: Kegiatan di Bulan Ramadan
Kemudian, tentang beraktivitas yang tetap berjalan seperti biasanya diharapkan tidak ada alasan untuk bermalas-malasan apalagi karena lemas dan lapar. Tubuh sendiri diharuskan tetap bergerak guna menjaga metabolisme tubuh. Jadi, penting untuk tetap melakukan kegiatan setidaknya 30 menit per harinya untuk membuat tubuh lebih sehat, produktif, dan bugar.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11901″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Nah, itulah tips menjaga kesehatan diri dan keluarga saat bulan puasa agar kegiatan ibadah tetap lancar. Dengan begitu, keberkahan di bulan puasa akan lebih terasa sampai mencapai hari penuh kemenangan. Hal yang terpenting adalah menjaga asupan makanan dan kebutuhan akan cairan tubuh.
Cairan tubuh ini sering disepelekan padahal yang dirasa selama berpuasa adalah haus dan tenggorokan yang kering. Namun, begitu menemukan es segar konsumsi air putih pun terabaikan, hal ini yang bisa berakibat buruk pada kesehatan. Mengonsumsi manis dan es secara berlebihan juga bisa membuat tenggorokan terasa gatal hingga batuk. Kalau sudah berhubungan dengan tenggorokan akan berpengaruh juga pada sistem kekebalan tubuh, di mana virus, bakteri, maupun penyakit rentan menginfeksi kita. Maka dari itu, tetap jaga asupan nutrisi dan cairan untuk tubuh.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Tapi saya pribadi justru merasa waktu pandemi itu, saya malah tidak mudah sakit. Karena mungkin waktu itu saya takut atau parno sama covid jadi malah disiplin menjaga kebersihan diri, menjaga asupan makanan dan berolahraga.
Sebagai ibu, harus banget punya tips untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga di bulan Ramadhan. Terim akasih tipnys, Mbak Nisa 🙂