[vc_row][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10229″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Asalamualaikum wr.wb.
Bagaimana kabarnya di masa pandemi ini? Sudah lama berdiam diri di rumah sejak tersebarnya Virus COVID-19 yang telah menelan banyak korban terlebih orang terdekat kita. Tentunya berbagai perasaan menyelimuti, ada duka dan khawatir dengan kehidupan yang mulai rungsing ini. Banyak yang sudah terjadi, ekonomi menurun, banyak keluarga yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya, dan masalah lainnya seperti PPKM masih diperpanjang. Kalian pun pasti sering mengalami batuk berdahak selama pandemi, hal ini harus diwaspadai terlebih di musim pancaroba seperti ini.
Mengingat hidup masih berjalan banyak pula yang membuat terobosan baru untuk menghadapi masalah ini, seperti adanya protocol Kesehatan, PPKM yang kian diperpanjang, bisnis kuliner online, dan lain-lain. Semua itu hanya untuk menghindari terkena virus COVID-19 dan tetap bertahan hidup. Namun, masih banyak masalah lain di mana musim bulan ini mulai berubah-ubah dan menyebabkan imunitas tubuh menurun.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Kalian pun tahu kalau imunitas atau sistem kekebalan tubuh ini berperan penting dalam menghadapi virus agar tak masuk ke dalam tubuh maupun melawan virus berbahaya yang masuk ke tubuh. Pada peristiwa ini tubuh akan demam karena sistem kekebalan kita melawan virus berbahaya. Selain itu, musim pancaroba atau cuaca yang berubah-ubah ini menimbulkan berbagai penyakit yang tidak diinginkan seperti flu, batuk, dan pilek.
Masalah ini bisa sangat fatal karena hampir sama dengan gejala COVID-19, kalau kita tidak hati-hati bisa saja memang terkena virus tersebut. Bahkan tak jarang orang yang sakit demam tinggi, batuk, pilek, dan flu ini dilaporkan terkana COVID-19. Sering kita temui orang yang tiba-tiba sakit demam tinggi atau batuk seharian tanpa henti, tiba-tiba besoknya petugas COVID-19 datang untuk menjemputnya dan mengharuskannya melakukan pemeriksaan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10233″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Alih-alih menderita COVID-19, ternyata setelah diperiksa hanya mendekati gejalanya. Kenyataannya memang orang tersebut hanya alergi dingin atau mungkin terkena air hujan mengingat musim penghujan datang tiba-tiba, bisa juga karena kelelahan bekerja, dan imunitas turun karena musim yang berubah-ubah. Memang masa peralihan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya yang biasa disebut musim pancaroba telah tiba.
Nah, pancaroba identik dengan munculnya berbagai masalah Kesehatan, salah satunya batuk kering. Saat cuaca bisa berubah drastis di hari yang sama, hujan di pagi hari bisa disusul dengan panas di siang harinya. Tentunya, ini membuat turunnya daya tahan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terkena penyakit. Selain itu, terjadi perubahan tekanan udara, suhu, dan komposisi udara yang dapat membuat kondisi lingkungan sesuai untuk perkembangan virus dan bakteri.
Dengan meningkatnya virus dan bakteri meningkatlah juga risiko terkena infeksi. Apalagi untuk ornag yang memiliki alergi akan lebih sering terjadi atau lebih parah saat musim pancaroba. Hal ini dikarenakan meningkatnya paparan yang dapat memicu alergi, seperti alergi serbuk sari, debu, dan alergi cuaca dingin. Salah satu gangguan yang paling sering muncul pada musim pancaroba adalah batuk. Batuk sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh dalam merespons bahan-bahan iritan atau benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”10232″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Namun, batuk akibat cuaca tidak menentu merupakan kondisi yang harus diwaspadai karena hal tersebut dapat menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Nah, batuk sendiri terbagi menjadi dua, yaitu tanpa dahak dan disertai dahak. Batuk yang tanpa dahak disebut juga dengan batuk kering yang dapat terjadi karena adalanya infeksi virus, iritasi saluran pernapasan, alergi, asma, Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD), efek samping obat anti-hipertensi, dan lain sebagainya.
Baca juga: Daya Tahan Tubuh Terjaga Saat Musim Penghujan dengan Herbamuno+
Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi batuk kering di musim pancaroba:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Jaga asupan
Tentunya asupan gizi diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, hal ini dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai infeksi terutama infeksi virus. Konsumsi air minimal 2 liter per hari untuk mencegah dehidrasi dan batuk kering yang sering disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan.
- Gunakan masker
Menggunakan masker juga dapat mencegah penularan dari batuk dan bersin orang yang sedang terinfeksi virus maupun bakteri. Bagi yang memiliki Riwayat alergi, masker menjadi solusi untuk mencegah dari terpapar debu, serbuk sari, maupun alergen lain yang dapat menimbulkan gejala batuk kering.
- Jaga kebersihan
Menjaga kebersihan menjadi hal yang sangat penting terlebih di musim pancaroba yang menjadi keharusan untuk diterapkan, kita bisa mulai menerapkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Serta jaga kebersihan rumah dari debu yang bisa menjadi penyebab batuk kering.
- Konsumsi air hangat
Nah, solusi paling tepat saat mengalami batuk kering adalah memperbanyak konsumsi air hangat untuk meredakan rasa gatal di tenggorokan dan menurunkan intensitas batuk.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10230″][us_single_image image=”10231″][us_single_image image=”10240″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Nah, itulah yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi batuk kering di musim pancaroba yang bis akita lakukan. Selain itu, batuk berdahak juga rentan terjadi saat musim pancaroba terlebih saat sistem kekebalan tubuh menurun. Batuk berdahak ditandai dengan adanya lendir atau dahak di saluran pernapasan. Tentunya kondisi ini bisa dicegah dan ditangani dengan beberapa cara.
Batuk berdahak sendiri biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Saat saluran pernapasan terinfeksi, misalnya sedang flu, tubuh akan menghasilkan lebih banyak lendir. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan organisme penyebab infeksi, oleh karena itu saat mengalami batuk berdahak disarankan untuk membuang dahaknya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi batuk berdahak.
Perawatan Rumahan untuk Meredakan Batuk Berdahak
Biasanya batuk disebabkan oleh infeksi virus yang pengobatannya tak perlu khusus, karena bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Jika memang mengganggu kita juga bisa meredakannya dengan cara alami, sebagai berikut:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Istirahat yang cukup serta minum air putih sesuai kebutuhan cairan tubuh minimal 8 gelas per hari, dan konsumsi teh hangat atau air lemon hangat yang telah dicampur madu. Minuman herbal yang terbuat dari jahe, cengkeh, atau daun mint juga bisa meredakan batuk berdahak.
- Mandi dengan air hangat juga bisa membantu melembapkan saluran pernapasan dan mengencerkan dahak. Jika bisa gunakan humidifier dalam ruangan untuk melembapkan udara dan mencegah iritasi pada saluran pernapasan.
- Berkumur dengan garam pun bisa membantu mengencerkan dahak, sehingga mudah dikeluarkan.
- Hindari polusi udara yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Polusi ini bisa berupa asap rokok, debu, parfum, dan asap kendaraan.
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10234″][us_single_image image=”10239″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Baca juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh Saat Musim Pancaroba
Namun, kita juga bisa tertular batuk berdahak dari orang lain, oleh karena itu kita perlu menghindari paparan polusi penyebab batuk denagn menggunakan masker. Selain itu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terserang penyakit di musim pancaroba bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi serta makanan yang kaya vitamin C, serta sering mencuci tangan, istirahat yang cukup, jangan terlalu stress, dan rajin berolahraga. Ada cara lain meredakan batuk berdahak, selain dengan perawatan rumahan, tetapi tetap bisa dilakukan di rumah.
Obat-obatan untuk Meredakan Batuk Berdahak
Apabila batuk berdahak tidak bisa reda dengan perawatan rumahan, bisa menggunakan obat-obatan berikut ini:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]
- Obat batuk berdahak yang bisa digunakan adalah golongan mukolitik dan ekspektoran yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup dan tablet.
- Obat antihistamin yang membantu meredakan batuk berdahak yang disebabkan oleh alergi.
- Obat antibiotik dengan resep dokter yang diperlukan jika batukk berdahak disebabkan oleh infeksi bakteri, dan perlu diingat, obat ini tidak dapat menyembuhkan infeksi virus.
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][us_single_image image=”10236″][us_single_image image=”10235″][/vc_column][/vc_row]




saat pandemi seperti ini, semua serba parno memang ya mba, ada yang pilek, khawatir covid. Ada yang batuk khawatir covid karena memang gejala covid mendekati seperti itu. Harus pake banget menjaga kesehatan tubuh saat pandemi seperti ini.
Untuk antibiotik harus hati-hati ya. Benar kata Mbak, harus sesuai resep dokter.
saat musim pancaroba begini harus waspada, rentan terkena flu dan batuk. Itu sebab nya untuk mencegahnya dgn mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi juga ditambah makanan mengandung vitamin C