[vc_row][vc_column][us_single_image image=”11790″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Rebahan sambil scroll media sosial melihat teman yang bepergian, diundang acara besar, dan berbagai kegiatan lainnya menguncang overthinking yang berlebihan. Orang lain terlihat mudah melakukan berbagai hal, sedangkan diri ini hanya bisa berbaring di tempat tidur setelah bekerja seharian di depan laptop. Kegiatan sehari-hari monoton bangun, berangkat kerja, makan, pulang, tidur lagi. Timbullah pemikiran tentang diri yang terlalu malas, kadang juga masih sering menunda-nunda pekerjaan. Nah! Ini salah besar, ya, di tengah pesatnya perkembangan zaman seperti sekarang bukan overthinking, bersedih, dan insecure yang harus Sobat lakukan, Akan teetapi, bangkit ke permukaan dengan self improvement. Ada beberapa rekomendasi buku self improvement, nih!
Istilah self improvement mungkin masih terdengar asing, tetapi Sobat pasti mengenal frasa ‘glow up’. Nah, pasti tahu dengan istilah untuk menyebutkan perubahan seseorang menjadi lebih baik setelah apa yang dilaluinya, biasanya karena balas dendam pada penghinaan seseorang sih, hehe salah satunya karena ditinggalkan mantan. Sejalan dengan hal tersebut, self improvement merupakan kegiatan memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri dari berbagai hal seperti kepribadian, peran, jabatan, penampilan, dan lainnya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
Apa Itu Self Improvement?
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11789″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Ada berbagai istilah lainnya yang memiliki arti sama dengan self development, self love, self growth, dan lainnya. Sederhananya, istilah ini bermakna usaha seseorang untuk mengembangkan dirinya ke dalam hal positif. Dalam hal ini, setiap orang pasti ingin meningkatkan diri dan mempunyai perubahan ke arah yang lebih baik dalam hidup. Sebagian orang yang sadar akan kekurangan dan ketertinggalan dirinya akan melakukan self improvement. Termasuk seseorang dalam keadaan menyerah atau putus asa di mana sudah tidak ada harapan atau keinginan mengejar tujuan hidup.
Pasti setiap orang akan menemui titik terendahnya di mana merasa putus asa dan menyerah. Putus asa sendiri merupakan perasaan yang membuat kita merasa tak ada lagi harapan yang bisa dilakukan dalam hidup. Sedangkan menyerah adalah keadaan kita merasa tidak ingin melakukan usaha apapun untuk mencapai tujuan hidup maupun melakukan sesuatu dalam hidup. Saat dalam kondisi tersebut, coba melakukan self improvement sehari-hari untuk memperoleh ida serta rencana yang tepat.
Baca juga: Tips Mengatasi Overthinking agar Diri Lebih Bebas
Saat mengalami hal tersebut atau berada di titik terendah, di mana masalah datang bertubi-tubi hingga membuat Sobat merasa sedih, gelisah, kehilangan motivasi serta energi, bahkan kebingungan, dan emosi tak stabil. Untuk mengatasinya Sobat tidak harus menyerah, tetapi hadapi satu per satu dengan tenang. Coba mengatasi masalah sendiri, karena mengandalkan orang lain belum tentu menyelesaikan masalah, bisa jadi malah menambah beban.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11791″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Untuk memulai self improvement coba memulai kembali kehidupan dengan rencana yang tepat dan matang, menyadari kekuatan serta kekurangan, meluangkan waktu untuk mengevaluasi tujuan hidup, tidak mengambil pusing hal kecil dan sepele, menghindari lingkungan toxic, dan fokuslah pada hasil tidak hanya proses. Ada berbagai cara untuk melakukan self improvement, mulai dari memperbaiki kualitas tidur, berdamai dengan diri sendiri serta orang lain, menyusun tujuan yang jelas dan realistis, serta bisa mencoba membaca buku.
Langkah paling efektif dalam melakukan self improvement adalah melalui pengetahuan, yaitu dengan memperbanyak membaca buku. Seperti kata orang dengan membaca buku wawasan akan bertambah luas dan pandanganmu tentang dunia pun akan berubah tergantung buku yang kamu baca. Otomatis dirimu akan berubah karena pola pikir yang mulai tercerahkan karena rajin membaca buku. Dengan membaca buku, Sobat akan mulai belajar dan memahami hal-hal baru yang menjadi proses melakukan self improvement. Untuk Sobat yang ingin melakukan self improvement disarankan membaca buku tentang pengalaman seseorang menuju kesuksesan. Ada beberapa rekomendasi buku self improvement untuk pendamping Sobat dalam memperbaiki diri, antara lain:[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
1. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoh Amat
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11785″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Buku ini siapa yang tak mengenalnya, tentunya sudah banyak orang yang mendengar judulnya. Buku karya Mark Manson ini merupakan buku best seller serta terlaris yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk versi bahasa Indonesia yang diliris pada 2018 silam. Buku ini membahas berbagai hal untuk meningkatkann kualitas diri agar menjadi lebih baik diri. Seperti judulnya, inti dari buku ini adalah cara bersikap bodo amat pada beberapa hal.
Selain itu ada beberapa tips untuk membuat dan menikmati hidup agar lebih bahagia. Buku ini pun akan membantu Sobat untuk membuka pikiran dan meringankan beban, di mana Sobat yang biasanya merasa tidak enakan untuk menolak akan mengucapkan tidak apabila tidak ingin melakukannya, dan penolakan tersebut tidak masalah.
Baca juga: 5 Pelajaran Psikologi dari Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
2. Filosofi Teras
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11786″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Filosofi memang terdengar kuno, bahkan orang akan menguap saat membacanya. Akan tetapi, buku yang satu ini berbeda, justru tidak kalah populer dan best seller dari rekomendasi buku sebelumnya. Buku karya Henry Manampiring rilis di tahun 2018 ini membahas tentang filsafat Stoisisme yang diterjemahkan menjadi filsafat teras. Sekadar informasi, filsafat ini berasal dari Yunani-Romawi kuno yang berkembang di 300SM-200M.
Berkaitan dengan hal tersebut, buku ini berisi tentang bagaimana mengendalikan diri ketika mengalami rasa cemas, takut, khawatir, stres, ataupun depresi. Terdapat prinsip dari filosofi teras yang bisa membuat Sobat bermental tangguh. Menariknya, buku ini pun disajikan dengan gaya bahasa yang membuat pembacanya merasa nyaman, apalagi disertai dengan pendapat ahli juga data-data.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
3. How To Respect Myself/Seni Menghargai Diri Sendiri
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11787″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Buku terjemahan dari Korea ini mungkin masih asing di pendengaran, tetapi sudah banyak orang yang memilihnya untuk menjadi bahan bacaan. Buku karya Yoon Hong Gyun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta berisi tentang langkah untuk membantu pembacanya agar percaya diri. Selain itu, ada berbagai cara untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik serta percaya diri, dengan menghargai diri sendiri ataupun mencintai diri sendiri. Tak lupa pula tentang bagai mana Sobat mulai mengenal diri sendiri.
Baca juga: Review Novel Merpati Tak Pernah Ingkar Janji[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]
4. Bicara Itu Ada Seninya
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][us_single_image image=”11788″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Menulis adalah seni untuk mengungkapkan rasa tanpa harus berbicara, jadi teringat kalimat tersebut setelah membacanya. Buku populer karya dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan, yaitu Oh Su Hyang ini menyajikan tentang cara berkomunikasi secara efektif dengan seseorang. Sehingga, bisa membantu pembacanya mencapai tujuan karena komunikasi merupakan kunci penting menuju kesuksesan, bahkan dalam kehidupan.
Di dalam buku tersebut memberikan cara berkomunikasi yang efektif serta membawa banyak keuntungan. Misalnya berkomunikasi dengan teman, teman kerja, atau klien dalam bisnis. Tentunya, harus memerhatikan cara bertutur maupun sikap yang bisa menjadi penentu keberhasilan komunikasi tersebut. Nah, di sana ada berbegai tips tentang persuasi, negoisasi, serta pengembangan diri yang bisa Sobat terapkan dalam kehidupan.
Nah, itulah 4 rekomendasi buku self improvement yang bisa Sobat baca di waktu luang. Tak hanya memberi wawasan tentang self improvement, tetapi juga membuat Sobat lebih produktif. Hemm, dari pada memupuk kegiatan rebahan sambil scroll media sosial yang menimbulkan overthinking lebih baik jangan menunda atau bermalas-malasan, cusss baca buku untuk meningkatkan kualitas diri dan pengetahuan. Oh iya, buku apa yang pernah Sobat baca dan masih berkesan sampai sekarang? Spill judul buku yang pernah Sobat baca, dong![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]




Aku banhet nih yg sering kali oberthingking dengan beragam banyak hal
Selain “seni untuk bersikap bodo amat” aku juga pernah baca buku sejenis yg temanya psikologi gitu
Ada kalanya memang harus lebih ikhlas dan belajar bersyukur utk segala hal yg ada
Jujurnya aku jarang baca cerita non fiksi gini mba. Paling chicken soup atau autobiografi dari tokoh yg aku suka. Mungkin Krn aku lebih masuk kalo penyampainya dalam bentuk cerita drpd teori. Apalagi kalo based on pengalaman pribadi. 👍
Ada yang sudah menuliskan kiat2 dalam buku karyanya ya … tinggal mau atau tidak membacanya saja.